Selamat sore..
Selamat hujanhujan, Bandung...
Hampir seminggu Bandung tidak hujan, entah kemana hujan pergi.
Tapi kedatangannya pun sebenarnya tak kuinginkan.
Tapi... karena hujan pula, aku jadi tetap diam di kamar tak pergi kemanamana.
Saya bukan orang yang doyan berbelanja. Apalagi belanja bajubaju.
Apalagi belanja yang ala-ala kayak di tivitivi ato novelnovel gambarkan.
Yes, I'm not a kind of shopaholic person
Bahkan untuk membelikan oleholeh kepada sesiapa pun saya tak berminat.
(Well, bagian yang ini ada baik ada buruknya. Sebaiknya tidak ditiru, tapi ditiru pun tak apa)
Beberapa minggu yang lalu saya pergi dengan seorang teman ke sebuah acara di Bandung. Acaranya bukan acara yang penting untuk dikunjungi sebenaranya. Semacam acara pameran, tapi bukan pameran. tapi tak bisa disebut juga pasar. Tapi konsepnya seperti pasar. Semua brand Kota Kembang masuk di acara itu. Mulai dari produk fashion hingga makanan. Bandung adalah kota yang banyak memiliki event dan selalu sukses. Event apapun namanya, meskipun produknya sama, pengunjungnya tetep... rame!! Tak salah deh kalo gelar "Fashion Icon" emang tepat jatuh ke tangan kota batagor ini. hehe..
Pergilah saya dan teman baik saya ke acara itu. Acara yang diadakan di sebuah mall yang juga jadi icon Bandung. Katanya, kalo belum ke PVJ alias Paris Van Java, berarti belum ke Bandung.. Ndak tau saya, ini tagline darimana. Hehehe.. Saya dan teman saya siap berjubel ke dalam event tersebut. Berhubung kami berangkat lebih awal, lokasinya belum seberapa rame.
Entah apa yang terjadi dengan otak saya. Saya juga menyadari, otak saya memang sedang terganggu. Akhirnya saya merelakan beberapa lembar uang ratusan ribu demi dua buah baju. Saya belanja, sodaraaaa..!! Hahahaha... Belum pernah saya belanja pakaian semahal itu untuk beberapa lembar baju. Hahaha.. teman saya mentertawai saya. Tak apalah, karena hanya akan terjadi sesekali saja (mudahmudahan bukan sesekali yang sering).
Kata temanteman saya, saya adalah orang yang pandai menahan diri untuk berbelanja membeli baju. Saya akan tetap bersama pakaian saya yang ada di lemari hingga saya benarbenar ingin membeli pakaian lagi. pakaian yang dibeli sudah pasti tak banyak Satu pakaian yang dibeli adalah sebuah nikmat yang luar biasa. Dan saya akan memberi batas harga untuk pakaian yang saya beli. Tidak lebih dari 150rb.
I did my sin for that day. haha
Tidak berhenti di event itu saja. Sepulangnya dari mall, entah ada setan
ato jin yang nyangkut dari event itu ke tubuh saya, saya masih memiliki
hasrat berbelanja lagi. Hingga saya menulis tulisan ini. Duh..Ini
bahaya.
Saya mulai utakatik instagram, saya cari brand kota bandung yang tadi saya temui, lalu saya follow. Setelah saya follow, barulah saya berselancar ke banyak brand itu. Banyak pakaian yang memikat hati saya, namun harga sangat tidak memikat hati saya. Hahahaha... saya beruntung aja sih kemaren dapet diskondiskon pas belanja di event itu.. hehe
Seminggu yang lalu pun, seorang teman baik saya yang lain megajak saya belanja ke sebuah mall untuk membeli kain. Kain yang ditujukan jadi investasi bisnis katanya. Ah... saya masih terpikat pada beberapa jenis pakaian yang terpampang di sepanjang koridor mall itu.. benar-benar saya ingin membeli beberapa lagi disana.
"Hahahaha... sabar lus... tahan..tahan... istighfar... kemaren sudah belanja banyaak.. hahaha..." begitu tegur teman saya.
hahaha... iya benar. harus menahan diri. tapi tak bisa. Di kos pun saya masih berselancar di instagram. Damn! Memang, yang namanya online shop itu benerbener meningkatkan impuls-buying. Dosa yang tak terelakkan kenikmatannya.
Saya tulis tulisan ini pun sepulang dari mall itu lagi. Ke mall bertujuan untuk membeli jilbab baru, tapi ternyata hati saya terjatuh pada beberapa pakaian yang ditawarkan di mall itu. Oh Tuhaaannn....
Saya benarbenar ingin membelinyaa...!!
Baiklah.. hari ini saya tidak jadi membeli. Karena teman saya harus ke kos saya untuk mengambil sesuatu. Dan ini memaksa saya membatalkan niat untuk membeli pakaian itu. Antara beruntung dan tidak. Antara kecewa dan senang. Hahaha...
Astaghfirullahh
Sejujurnya, dalam benak saya, saya berniat kembali mengunjungi mall itu untuk membeli pakaiannya. Hahaha... It's really really not me. But I do, I need to renew my clothes on the storage!
There's something else why I did this. Other, I need my new me. I need to appreciate who am I.
I need to be happy. And at this time, I need to do this, to make my self happy.
Is it good?? NO.
Is it bad?? Not really.
Do I need this?? YES, sometime.
Should I do this?? YES, at this time.
Is it good to my brain?? YES.
Aren't there anyway else?? YES, there are. But I need this at this time..
Am I sure with purpose?? YES, I'm sure.
Is it good to your future?? I'm not really sure, but I think this gonna be the best way. I need to do this sometime in the next.
Well, just do what make me happy. But I have to know the borderline..
Okay. Sure I'll do.
Saya coba berjanji dengan diri saya, untuk membuat foto OOTD alias Outfit Of The Day dengan pakaian baru saya dan my new look (I hope I can), dan saya akan post di blog nanti.
Can I deal with my self? Yes, I should can!!
This is a hard decision, but I have to do. Hahahahahaaaaaa
so..
Happy Shopping..!!
Have a good luck to wash my brain back to normal!!
xD xD xD
Showing posts with label conversation. Show all posts
Showing posts with label conversation. Show all posts
Thursday, December 18, 2014
Saturday, November 29, 2014
cermin dan skenario
Entah sadar atau tidak, ternyata saya suka bercermin.
"jangan seringsering bercermin, nanti cantiknya ilang dihisap cerminnya". Beneran deh ini mitos darimana saya juga gak tau. Beneran gak masuk akal, tapi lucu.
Gak usah dihisep cermin, gue emang gak cantek kalee.. kalo cermin bisa ngisep (kayak vampir aja), cermin juga gak mau ngisep 'kecantikan' gue.. hahaha..
Entah sejak kapan saya suka bercermin. Tapi harus saya akui, saya suka.
Sepertinya tidak seorang pun teman saya tahu kalo saya suka bercermin.
Karena setiap kali kami bercermin barengbareng, misal di toilet bioskop, mall, atau entah dimana pokoknya yg barengbareng, saya paling cepat bercermin.
Tapi saya paling lama bercermin kalo saya sendirian. Karena saya cukup melihat wajah saya seoranglah yang paling cantik di cermin. hahahaha
Berasa kayak dongeng putri salju nih.
Saya menikmati lama bercermin, bukan untuk melihat kecantikan saya *halah*. Tapi saya menikmati berbicara di depan cermin. Berbicara sendiri di depan cermin. Berhadapan dengan cermin.
Saya cukup membayangkan dengan siapa saya bertatap, lalu skenario pembicaraan saya buat sendiri, mengikuti karakter siapa orang dibayangan saya, dan cerita saya mengalir begitu saja.
Cermin seperti sahabat sejati saya. Bila sahabat saya tak ada yang bisa diandalkan untuk berbagi, atau tak ada waktu untuk saya, maka saya berbagi dengan cermin. Saya marah, senang, gundah, sedih, dan sebagainya, saya menikmati bercengkrama dengan cermin. Cermin seperti mendengarkan apa isi hati saya, ia seperti tau apa yang saya rasakan.
Saya orang yang suka berimajinasi. Temanteman saya kadang tak habis pikir dengan jalan pikiran saya yang liar entah kemana, jauh dari bayangan biasa. Berimajinasi memang menyenangkan, tapi ketika kamu kembali dari dunia jin itu, realita tak semanis yang kita bayangkan. Ough! sakit..
hahaha rasain deh..
Hei Cermin. Sayang yah, kamu gak punya tangan dan kaki agar aku bisa mengajakmu kemanapun pergi, dan selalu siap mendengarkan ceritaku. Akan lebih menyenangkan lagi bila ternyata kamu bisa menanggapi segala ocehanku. Karena gak ada seorangpun yang bisa kuandalakan lagi selain diriku sendiri. Tapi kamu benarbenar teman yang baik buatku.
Ah.. tapi lebih baik seperti itu. Diam, tak ada kaki tak ada tangan, tak dapat berbicara. Cukup mendengarkanku saja. Seperti itu sajalah kamu, agar aku bisa selalu bersahabat dengan cermin dimanapun berada. Hehehehe...
Iya tau, sekarang banyak cermin saku yang bisa dibawa kemanamana. Tapi itu tidak akan berlaku untuk saya. Saya lebih menikmati cermin sendirian di ruangan saya. Kecil pun tak apa, besar akan lebih baik. hihihihiii...
"Woi! digarap tugase!" kata cermin.
Iya, aku tau kamu selalu bilang begitu bila aku gundah gulana dan mengadu padamu.
Duh, cermin... Hahahahahaaa
"jangan seringsering bercermin, nanti cantiknya ilang dihisap cerminnya". Beneran deh ini mitos darimana saya juga gak tau. Beneran gak masuk akal, tapi lucu.
Gak usah dihisep cermin, gue emang gak cantek kalee.. kalo cermin bisa ngisep (kayak vampir aja), cermin juga gak mau ngisep 'kecantikan' gue.. hahaha..
Entah sejak kapan saya suka bercermin. Tapi harus saya akui, saya suka.
Sepertinya tidak seorang pun teman saya tahu kalo saya suka bercermin.
Karena setiap kali kami bercermin barengbareng, misal di toilet bioskop, mall, atau entah dimana pokoknya yg barengbareng, saya paling cepat bercermin.
Tapi saya paling lama bercermin kalo saya sendirian. Karena saya cukup melihat wajah saya seoranglah yang paling cantik di cermin. hahahaha
Berasa kayak dongeng putri salju nih.
Saya menikmati lama bercermin, bukan untuk melihat kecantikan saya *halah*. Tapi saya menikmati berbicara di depan cermin. Berbicara sendiri di depan cermin. Berhadapan dengan cermin.
Saya cukup membayangkan dengan siapa saya bertatap, lalu skenario pembicaraan saya buat sendiri, mengikuti karakter siapa orang dibayangan saya, dan cerita saya mengalir begitu saja.
Cermin seperti sahabat sejati saya. Bila sahabat saya tak ada yang bisa diandalkan untuk berbagi, atau tak ada waktu untuk saya, maka saya berbagi dengan cermin. Saya marah, senang, gundah, sedih, dan sebagainya, saya menikmati bercengkrama dengan cermin. Cermin seperti mendengarkan apa isi hati saya, ia seperti tau apa yang saya rasakan.
Saya orang yang suka berimajinasi. Temanteman saya kadang tak habis pikir dengan jalan pikiran saya yang liar entah kemana, jauh dari bayangan biasa. Berimajinasi memang menyenangkan, tapi ketika kamu kembali dari dunia jin itu, realita tak semanis yang kita bayangkan. Ough! sakit..
hahaha rasain deh..
Hei Cermin. Sayang yah, kamu gak punya tangan dan kaki agar aku bisa mengajakmu kemanapun pergi, dan selalu siap mendengarkan ceritaku. Akan lebih menyenangkan lagi bila ternyata kamu bisa menanggapi segala ocehanku. Karena gak ada seorangpun yang bisa kuandalakan lagi selain diriku sendiri. Tapi kamu benarbenar teman yang baik buatku.
Ah.. tapi lebih baik seperti itu. Diam, tak ada kaki tak ada tangan, tak dapat berbicara. Cukup mendengarkanku saja. Seperti itu sajalah kamu, agar aku bisa selalu bersahabat dengan cermin dimanapun berada. Hehehehe...
Iya tau, sekarang banyak cermin saku yang bisa dibawa kemanamana. Tapi itu tidak akan berlaku untuk saya. Saya lebih menikmati cermin sendirian di ruangan saya. Kecil pun tak apa, besar akan lebih baik. hihihihiii...
"Woi! digarap tugase!" kata cermin.
Iya, aku tau kamu selalu bilang begitu bila aku gundah gulana dan mengadu padamu.
Duh, cermin... Hahahahahaaa
Wednesday, June 27, 2012
Kita dalam sketsa
Tidak. Kali ini untuk memulainya bukan dengan yang manismanis. Biasanya mereka memulainya dengan yang manismanis, happyhappy. Tapi kali ini tidak. Semua tidak semanis yang kamu bayangkan.
Memang benar. Sebuah hubungan tidak selalu dimulai dengan yang indahindah. Mereka bisa memulainya dari suatu masalah, kemudian ada rasa ingin saling melindungi dan memiliki.
Tapi aku tidak pernah membayangkan hal ini. Aku pun tidak pernah berharap semua seperti ini. Aku ingin memulainya dengan indah.
Kau pikir aku mau seperti ini? Aku pun tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa semuanya akan seperti ini. Semua yang kulihat, bayanganku, ada di dirimu, buyar seketika.
....
Ini baru permulaan. Kita tidak pernah tahu seperti apa nantinya kita, kecuali proses, cara kita menjalaninya, membawanya kepada yang indah atau yang sedih. Tidak apalah kita memulainya dengan yang tidak pernah kita harapkan. Semoga semuanya berakhir dgn indah.
Kau tau, dia bagai duri yang berbalut bunga yang semerbak.
Tak berbeda jauh denganmu. Dia pun bagai belati yang berbalut sutera. Ak pun tidak pernah menyangka aku akan menemuinya. Padahal aku jauh lebih mengenalmu.
Memang benar. Sebuah hubungan tidak selalu dimulai dengan yang indahindah. Mereka bisa memulainya dari suatu masalah, kemudian ada rasa ingin saling melindungi dan memiliki.
Tapi aku tidak pernah membayangkan hal ini. Aku pun tidak pernah berharap semua seperti ini. Aku ingin memulainya dengan indah.
Kau pikir aku mau seperti ini? Aku pun tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa semuanya akan seperti ini. Semua yang kulihat, bayanganku, ada di dirimu, buyar seketika.
....
Ini baru permulaan. Kita tidak pernah tahu seperti apa nantinya kita, kecuali proses, cara kita menjalaninya, membawanya kepada yang indah atau yang sedih. Tidak apalah kita memulainya dengan yang tidak pernah kita harapkan. Semoga semuanya berakhir dgn indah.
Kau tau, dia bagai duri yang berbalut bunga yang semerbak.
Tak berbeda jauh denganmu. Dia pun bagai belati yang berbalut sutera. Ak pun tidak pernah menyangka aku akan menemuinya. Padahal aku jauh lebih mengenalmu.
Friday, May 4, 2012
This Friday
"What a nice Friday!
Just get your pain out, and let the tears fall down, so you
can feel peaceful, girl!
But don't forget, you are beautiful when you are smiling."
Now Listening : Fergie - Big Girl Don't Cry
Thursday, February 2, 2012
"victory need sacrifice"
........
"....mauny gak cpt2 ***... tp emak dan bapak ingin melihatku selese kuliah... pdhl mreka tak tahu kegalauanku... T_T"
".... ya org tua mana yg g pngn lyt anakny d wisuda, lbh cpt lbh baik kata mereka...
Setelah ngeliat ankny d wisuda, ortu mana yg g pngn lyt anaknya married... :P ..."
Setelah ngeliat ankny d wisuda, ortu mana yg g pngn lyt anaknya married... :P ..."
"... Waduh,ortumu pgn liat km merit ta ***??
Pere single tu agak sensi ngomongin yg merit2 gt.. #eaaa #curcol"
"... No way, rarely happen to boys, mostly to girls.. i know its going to be sensitive, thats why i mentioned it.. hehe"
"... yeah.. experience that can make me so stress!! Hahaha
he, resek! mau membangunkan macan tidur yah?? #halah
it feel so sick when daddy permit me to hiking as long as i'm go with my boy. And no one there.. hahaha
So, who is yours, ***? :D "
"Experience always cost something, though.. that phrase is the lil' bro of "victory need sacrifice" phrase..
In my case, it mean spent more than 4yrs in bachelor degree.. :-P (find an excuse..)
ahahaha.. no im not, but ur dad already did, he woke up the tiger. haha..
Plus, u got no time to go hiking now :-D
im a free man, n always be, haha..
at least till i get bored of it..
(kind a selfish n dumb)"
"syit.. hahahaha lol
look, holiday in a middle of a busy day gonna be something special, cuz we struggle to got it! Hehe #defending
i am a free woman, and you'll see! :P
#findanotherjob :D"
look, holiday in a middle of a busy day gonna be something special, cuz we struggle to got it! Hehe #defending
i am a free woman, and you'll see! :P
#findanotherjob :D"
"When it gonna happen? or it just imaginary holiday?
Well, im always in the same place tryin to see
dunno girl, seems we both miss something..
U miss ur holiday..
May i know ur workplace's address?"
"No. It kind a decision, an appreciation, an enjoyment. Haha
yes. see and you'll feel it later
Yes.. I miss my holiday.. and u miss me.. looking for my workplace's address to find me.. ahahahaa :P
just kidding boy.."
yes. see and you'll feel it later
Yes.. I miss my holiday.. and u miss me.. looking for my workplace's address to find me.. ahahahaa :P
just kidding boy.."
"enjoyment.. haha, guess it'll come later
ya.. ya.. ya.. kurang lebihlah, mau kasih ga?"
"... Kurang lebih? lebih jg gapapa kok.. hahaha :P ...."
"lebih wez..
...."
........
30122011
30122011
Sunday, January 1, 2012
holiday
"Kek gini nih, otak pikirannya jalaaannn... melulu. Tapi mau jalan pun gak ada waktu.. Bahkan weekend pun tak punya. Trus gimana kita gak badmood?? Hahaha..."
"Ya, justru itu spesialnya"
"Spesial?? Darimananya?? Bagian mananya??"
"Nanti jadi spesial banget. Karena susah mendapatkannya. Jadi kerasa semakin berharga..."
"Ah, benar juga"
"Jadi, liburannya berasa, Oh, Tuhaaannnn..... makasiiiii...."
*smile*
"Ya, justru itu spesialnya"
"Spesial?? Darimananya?? Bagian mananya??"
"Nanti jadi spesial banget. Karena susah mendapatkannya. Jadi kerasa semakin berharga..."
"Ah, benar juga"
"Jadi, liburannya berasa, Oh, Tuhaaannnn..... makasiiiii...."
*smile*
Saturday, December 24, 2011
woman
"Eh, dear. Inget ya... kita sudah gak bicara lagi tentang cewek dan cowok.. kita bicara tentang pria dan wanita"
"Itu sama saja menunjukkan bahwa kita sudah menjelang lapuk"
"Bukan menjelang lapuk, sayang.. kita dewasa"
"Ahaa.. ya. kita dewasa dan bebas bergaul dan menggauli siapa saja, bukan?"
"Kamu gila!"
"Iya aku gila. Dan kau butuh seseorang untuk membelaimu! hahaha..."
"Sampah! Kau pikir kau tidak?! hahaha...", tertawa lepas.
"Kita sampah, tapi sampah yang sudah terdesain dengan kualitas mahal. Bukan sekedar sampah daur ulang!"
"Hahahaha..." tertawa bersamaan.
"Cheers!" *ting*
Surabaya, December 20, 2011
"Itu sama saja menunjukkan bahwa kita sudah menjelang lapuk"
"Bukan menjelang lapuk, sayang.. kita dewasa"
"Ahaa.. ya. kita dewasa dan bebas bergaul dan menggauli siapa saja, bukan?"
"Kamu gila!"
"Iya aku gila. Dan kau butuh seseorang untuk membelaimu! hahaha..."
"Sampah! Kau pikir kau tidak?! hahaha...", tertawa lepas.
"Kita sampah, tapi sampah yang sudah terdesain dengan kualitas mahal. Bukan sekedar sampah daur ulang!"
"Hahahaha..." tertawa bersamaan.
"Cheers!" *ting*
Surabaya, December 20, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
