Showing posts with label menulis tulisan. Show all posts
Showing posts with label menulis tulisan. Show all posts

Monday, August 3, 2015

the day we need


photo view from Monas, Jakarta

 The day when I can say the things I wanna say to you, about you, and then it happened anyway.
The day when no borderline between us, and then anything goes right as the wish.
The day when everything about the past become the jokes for us, and then we make it out loud.
The day we know each other to follow our pathway, and then anything comes easily.

But the day I decided to not to see my past, they say to start it again.
But I know the day you got your right, I'm stay with my decision.
But they know how to make it happen.
Can we ask God to stop all this thing?
Can we stop it all this things?

I know you know our own way.
And you know I know our own way.

Can we ask God to start again, without the past within this beginning?


02082015.08:15 




Sunday, December 21, 2014

Ratu Galau

Bandung sore mendung nan galau..
Dari tadi siang mendung mulu. Hujan segan, panas pun tak mau..

Seharian ngapaaiinn kaliaaannn??
Eh, gak ada orang yaa... krik krik krik...
Saya seharian galau. Galau nian.
Semakin galau ketika saya dinobatkan oleh seorang teman baik saya sebagai Ratu Galau. hahahahaaa... Mungkin kalau di acara penghargaanpenghargaan bergengsi gitu, namanya udah jadi Regina Award. Dan saya adalah pemenang nominasi Best Galau Female. hahaha... Miss Galauu..

Sedikit miris sih.. tapiii.... lucu jugak. Karena ini realita. Seperti teman baik saya yang suka komenkomen di blog saya, sepertinya sih emang cuma dia satusatunya penikmat blog saya, salah satu komennya adalah...
"galau amat..." hahaha.... Ya iyalaaahh... namanya juga miss galau.. Besokbesok, kalo saya udah gak galau lagi, mungkin saya udah gak nulisnulis di blog ini.. Hihihiii...

Ini hari ke 21 bulan desember tahun 2014. Hari ini tepat ulang tahun sahabat saya. Saya tak bisa memberikan surprise untuknya, saya malah sudah menyusahkan dia dengan segala macam ketololan saya. Hampir sepanjang hidupnya.. hhhh... Sahabatku, maaf yah... tapi ada doa baik dari sini untukmu.. apa aja doanya? Tanya saja sama Tuhan. Hanya Dia yang tahu.. hehehe

Desember.. aaah... 2014 cepet banget udah desember.. kurang 11 hari lagi udah pergantian tahun pula.
Desember ini... saya pernah menyematkan harapan yang indha untuk Desember ini.. ternyata pupus dengan cepat. Justru malah desember ini terkesan suram untukku... Ah, sudahlah... tidak ada yang tahu kapan indah itu akan kucapai. Tapi secepatnya akan kugapai. Tuhan hanya menyimpannya ditempat yang rapi.

Baru saja saya melihat sebuah postingan aneh di facebook. Membuat kepala langsung pening, mual dan makin galau. "seorang bayi di Israel dilahirkan mirip dajjal". Astaghfirullaah.... saya tidak berani membaca artikelnya. Melihat thumbnail nya saja sudah ngeri takut. Iyah.. petunjuk Allah tentang hari pembalasan sudah dekat. Semoga saya jadi orang yang leboh baik lagii... Amiinn...

Seharian ini sering teringatingat apa yang terjadi beberapa minggu lalu. Ada apa? Rahasia.. terlalu indah dilupakan, tapi terlalu sedih juga untuk dikenang.. halah! Maaf yee.. namanya juga miss galau.. lagi curcol. hahaha..

Yuk lah mari melanjutkan kewajiban!
Lanjut bertugas!

God Bless us everywhere...!!!



kisskiss

Thursday, November 6, 2014

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tulisan ini hanya untuk renungan saja, bagi siapapun yang membacanya.
Terutama untuk penulisnya, saya.


Tiga hari yang lalu, sebuah pembicaraan dgn seorang teman baik di tengahtengah kuliah umum. Ia menyampaikan pada saya apa yang pernah disampaikan oleh guru mengajinya dulu.

"Intisari dari dunia itu ada di dalam Al-Quran.
Intisari dari Al-Quran itu ada pada Surat Al-Fatihah.
Intisari dari Surat Al-Fatihah itu ada pada kata Bismillahirrohmanirrohim

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  )
Sedangkan intisari dari kata Bismillahirrohaminrrohim ada pada huruf pertama, Ba ( ب ).
Dan intisari kata Ba terdapat pada titiknya."


Saya termenung mendengarnya.
Sebuah titik yang memiliki makna penting. Saya masih belum paham maknanya.

Pembicaraan ini dimulai ketika dalam diskusi perkuliahan tersebut sedang membahas hilangnya mata kuliah Kesenian Islam yang sebenarnya sangat penting dan sangat berkaitan dengan perkembangan dunia seni saat ini.

Postingan ini saya buat tanpa ada tendensi apapun, apalagi mengenai SARA.

Saturday, November 1, 2014

Pasta Gigi dan Jilbab


Saya pernah mendengar sebuah pertanyaan,
"apa yang Anda rasakan ketika Anda tahu sebuah desain yang pernah Anda bayangkan dulu dan belum pernah sampai Anda wujudkan, kemudian Anda menemui desain yang pernah Anda bayangkan tersebut jadi, diproduksi dan bahkan dapat Anda sentuh dan pegang. Bagaimana perasaan Anda?"

Saat itu yang ada di benak saya, saya akan menjawab, "Hloh?! ini kan ide yg dulu pernah aku bayangin??!!"
Dan hal itu terjadi. Hahaha..

Siang ini saya ke swalayan untuk membeli sabun ber-moisturizer. Tentunya atas saran dokter.
Ya, sebelum pergi ke swalayan saya memang periksa ke dokter karena ada alergi yg tak jelas apa sebabnya. Sedangkan alergi yang saya miliki adalah alergi dingin, debu dan angin. Macam orang elit yee...? Gak juga. Namanya penyakit gak ada yang elit. Lalu, setelah saya tanya mengenai pengaruh dengan sabun mandi, Bu Dokter yang sudah senja usianya itu menyarankan untuk menggunakan sabun ber-moisturizer. Beliau menyarankan sabun dove. Hahaha.. sebut merk. Biarin.
Sepulang dari klinik, saya mampir ke swalayan hendak membeli sabun tersebut. Saya menemukan sabun ini.. yang tentunya menarik perhatian saya.



Apa sih yang menarik?
Tempat sabun tersebut terbelah menjadi dua bagian. Yang transparan adalah honey, sedangkan yang putih adalah milk. Lubang dalam botol tersebut juga ada dua. Lubang untuk honey dan milk.


"Lho, ternyata ada ya perusahaan yang bikin ginian?! hahaha..." begitu yag ada di pikiran saya seketika.
Baiklah, saya tidak akan mengulas botol sabun ini secara desain, bentuk, ergonomi, estetika, atau apalah. Saya hanya ingin bercerita tentang ide saya ini yang dulu pernah liar menarinari di otak saya bahkan sebelum saya mengenal apa itu desain, apalagi setelah saya tau saya akan kuliah desain.

Saat itu, belum banyak di pasaran tentang sabun cair. Apalagi sabun dengan jenis seperti yang saya beli barusan. Saya hanya melihat iklan pasta gigi yang isinya berwarna belangbelang. yang sangat menarik perhatian saya adalah belangbelang dari kombinasi warna hijau atau biru transparan dan warna putih atau biru. Itu baru 2 kombinasi warna pasta gigi. Bahkan ada yang 3 kombinasi warna. Sebut saja pasta gigi close-up, pepsodent, dan sebagainya.. hahaha... sebut merk lagi.



Saya makin gregetan dan sebal lagi, ketika iklannya, dengan sempurna menunjukkan kombinasi warna itu dengan sempurna tanpa cacat, jembret sana sini, atau gagalnya kombinasi warna ketika pasta gigi tersebut di pencet. Padahal kemungkinan itu sangat besar adanya. Apalagi, pengguna pasta gigi tidak terlalu memperhatikan bagian mana yg dipencet agar keluarnya si pasta ini bisa sempurna kombinasinya. Hahaha... namanya juga iklan, pasti ada efek komputer lah ya... Jaman itu sih, saya bilangnya efek komputer aja sih.. kan belum tau kalo ada aplikasi bernama Adobe dan sebagainya.

Ternyata saya gelisah, kepikiran, tidak tenang. Saya terus memikirkan, ada apa sih dibalik bungkus pasta gigi itu? Kok bisa ya, meskipun dipencet secara acak, kok keluarnya si pasta sempurna banget kombinasinya, gak rusak sedikit pun loh! Apakah di dalam bungkusnya itu ada pembataspembatas untuk si pasta gigi agar keluarnya sempurna? atau bagaimanakah? Kalo ada pembatasnya, pasti ini bungkus pasta gigi pasti tebel banget dong... dan pastinya kalo mau mencet si pasta gigi akan lebih susah karena kerasnya.. saya benarbenar gelisah penasaran. Kegelisahan saya makin bertambah ketika ibu saya membeli produk pasta gigi tersebut. Lalu saya ikut menggunakannya. "Kalo aku pencet beneran, bakal sempurna seperti di tv ato gak ya??" Dan hasilnya adalah...... sempurna sodarasodaraaaaa...!!!! hahahaha.... makin kesel!! hahahahaha
Kok bisa siihhh??? KZL.

Karena lelah memikirkan itu, maka saya abaikan saja. Hingga akhirnya, suatu hari saya membeli pasta gigi sejenis tersebut ketika saya kuliah. Kuliah di jurusan desain tepatnya. Beberapa kali saya menggunakan pasta gigi yang sama, akhirnya saya menemukan ketidak sempurnaannya! hahahaaa... kadang keluar yang transparan aja ya keluar yang warna padat aja. Dan itu sangat menentukan kesehatan gigimu tentunya! Hahahahaha.... saya ketawa puas! Akhirnya saya jarang membeli lagi pasta gigi sejenis itu. Begitu pula ibu saya. Hehehehe...


Dan ternyata saya membeli sabun mandi dengan botol yang terbelah dua untuk jenis sabun yang berbeda di dalamnya, honey and milk. Bwahahahaha.... beneran keinget masa kecil dulu deh. Hahaha...

Tidak hanya terjadi pada pasta gigi dan sabun mandi saja. yang lainnya adalah model Hijab ala Dian Pelangi. Seperti apa sih jilbab ala Dian Pelangi yang ku maksud?? Seperti ini..

Dulu sewaktu saya kecil, masih baca Iqro', saya pernah bermainmain dengan kerudung saya. Saat itu masih booming jilbab instan yang seperti peci atau menggunakan tali di belakang leher dan keduanya ada payetpayet cantik di bagian depannya.


yah.. kurang lebih seperti itu lah yg jaman dulu itu.. hehehehe
tapi saya juga memiliki kerudung berbentuk segitiga dengan motif abstrak dan jenis kain sifon dengan neci tidak rapi di tepinya. Dan pada saat itu lagi happening banget lah.. Lalu saya merengek ke ibu saya untuk dibelikan kerudung tersebut. Dan ibu saya membelikannya dengan syarat, rajin mengaji. Gak usah dikasih syarat gitu, saya emang udah rajin ngaji sih.. dulu.. hehehe

Penggunaan kerudung tersebut saat itu sangat sederhana. Hanya kedua ujung kerudung hanya di sampirkan ke bahu kanan dan kiri, atau dengan peniti di leher. Sudah, itu saja. Tapi karena penggunaannya yang tidak rapi, dan saya malah sering membuatnya untuk mainan ketika mengaji, atau malah untuk bonekabonekaan saat bermain, saya malas menggunakannya lagi. Saya lebh memilih krudung yang instan digunakan.

Tapi saya lagilagi gemas dan penasaran. Kenapa sih orangorang gak bosen pake krudung dengan model yang ituitu aja?? Aku sih bosan! lalu saya mainkan krudung segitiga itu. Didepan cermin rias saya berkaca. Saya pin jilbab seperti standar pada umumnya. Lalu saya lepas. Lalu saya pindah entah dimana. lalu saya gesergeser posisi peniti hingga akhirnya menemukan posisi di samping. Iya, di samping, sebelah pipi, seperti Dian Pelangi. Hahahaha... Persis banget! "Ih.. kenapa sih orangorang gak pake kayak gini aja?? kan bagus!! jadi gak gitugitu aja pakenya. gak bosenn..!!" Bahkan saat itu saya juga mencobacoba model yang.... yah... puter sana, puter sini, lipat sana lipat sini. Sampe leher saya keiket. Eh, malah sekarang jadi trend hijab masa kini. hahahahaaa...

Oalaahh... Saya jadi tau rasanya sekarang.
"hloh?! ini kan yang dulu pernah saya bayangin.... ini kan yang dulu pernah saya cobaaa...!"
hahahahaaa





*tidak ada endorse atau iklan di postingan ini. Semuanya hanya kebetulan dan tidak disengaja. hehehe



Saturday, May 17, 2014

Saya rindu kamu, Indonesia

Beberapa hari terakhir saya melihat update terbaru dari beberapa teman saya.
Mereka sedang melakukan perjalanan.
Orangorang menyebutnya traveling.
Kemudian tibatiba ada rindu menyeruak.
Tivi di sebelah sedang memutar lagu Nidji yang Laskar Pelangi itu.
Saya makin rindu..
Iya. Saya rindu Indonesia, dengan segala kekurangannya.
Saya ingin dipeluk Indonesia, saya ingin memeluk Indonesia.
Saya rindu Indonesia, karena hampir setahun saya berkelana di Eropa dan belahan bumi yang lainnya.
Berkelana?? Bukan dalam denotasi, tapi konotasi.
Saya harus mempelajari beberapa hal dari belahan bumi lain sejak duduk kembali di bangku kuliah.
Yah, begitulah.
Saya rindu Indonesia.


Picture by Google Maps


Surat elektronik saya untuk Kau

 

Mendadak ingin beberes blog yang usang ini,
Membersihkan dan mulai merapikan dan mengisi kembali.
Tibatiba bersemangat ingin menulis kembali.
Apapun itu isinya.

Empat hari yang lalu saya bertelpon-ria dengan seorang sahabat di seberang pulau.
Sudah bertahuntahun kami tak bertemu.
Beberapa tahun terakhir, komunikasi cantik lewat telpon dan sms berubah.
Ada Line yang menjadi perantara komunikasi kami.
Kami juga saling stalking status terbaru kami lewat timeline.
Lucunya, kami seolah saling menjaga jarak.
Ia tak ingin kekasihnya cemburu dengan saya.
Begitu pula saya, ingin kekasihnya baikbaik saja dengan persahabatan kami.
Lalu kami saling mengaku di ujung telpon beberapa hari lalu.
Bahwa kami saling merindukan.
Tentunya tak lebih dari sahabat.

Kami sependapat.
Percakapan yang dulunya terdengar emosional, seolah kini berubah sedikit lebih dewasa dan bijak.
Terbesit rasa canggung di benak saya, ada rasa yang tak renyah se-renyah dulu.
Tapi saya baikbaik saja.
Melihat percakapan ini kembali normal, saya sudah senang bukan kepalang.
Dia selalu menunggu tulisan saya.
Inilah alasan saya menggebugebu ingin menulis lagi.
Diamdiam saya berjanji.
Akan saya sampaikan kepadanya apa yang sedang saya tulis.
Saya akan sampaikan apa yang sedang bergulat di otak saya.
Diamdiam pula saya berjanji akan mengunjunginya tahun ini.
Bila Tuhan menghendaki, InsyaAllah..

Hai, Sahabatku di seberang pulau.
Tunggu aku menjengukmu.
Dan Kau harus mau menemaniku berdansa di atas kegelisahan kita!
Tanggalkan pikiranmu tentang usia kita.
Kita punya sisi naif yang meliar.
Kau harus mau dan setuju!



Friday, May 16, 2014

mari berhenti dan mulai lagi


ada kalanya kita bahagia terhadap sesuatu.
mungkin pula seseorang.
ada kalanya kebahagiaan itu menjatuhkan kita.
kemudian membencinya.

ada kalanya kebencian menyelimuti kalbu.
berharap kenangan itu hanya debu.
logika tak bergerak melaju.
kebencian menguasai nafsu.

akan tiba saatnya kita lelah membenci.
membiarkan diam yang memimpin.
melihat kenangan bergerak seperti film.
kemudian meringis sakit sendiri akan perbuatan lalu.

raga telah lelah membenci.
tapi tak bisa hanya diam menyempurna.


hei, kamu.
yang pernah mengendap di malam malam lalu.
bantu aku membersihkan nama baikmu di otakku.
caranya?
beri penjelasan, lalu kita mulai lagi dari awal.
i wonder that would be so great.
minal aidin wal faidzin.. :P

Belum Usai yang Sudah Usai


Kemarin malam saya menemukan tulisan ini di kolom draft.
Tertanggal 1 September 2012, 6:29 WIB
Hanya mengenang...
yang saya tahu, tulisan ini belum selesai, dan terpaksa harus selesai.




Sebangunku dari tidur, mentari menyambut hangat. Langkahku bagai mambawa sebongkah semangat, untuk menjamah ruang kosong di sana. Secangkir kopi hangat dipersembahkan untuk ucapan selamat pagi beriring dengan asa.Tiap ku melihat jam di tangan, lalu kulihat lagi untuk kedua kalinya, lalu kuhitung. Waktu berselisih. Secercah senyum yang tumpah di wajahku, kupersiapkan setiap waktu untuk hariku. Demi waktu yang tak akan terganti dan tak akan berulang. Tak akan tersiasiakan oleh ulah konyolku untuk mengukir gelak tawa atas nama kenangan.

Disini ada beban berat yang sedang kita jinjing. Tapi aku dan kamu sedang melompatlompat bak anak kecil berlarian. Kita bagai tuli apa kata mereka, bersembunyi terkikik geli mentertawakan dunia. Lalu kita berjalan dan tertawa atas kemenangan kita. Kepalkan tangan kita ke atas langit untuk kemenangan melawan ego kita. Kau dan aku tahu akan sebuah ketentuan, tapi kita berlari melompat terkikik meninggalkannya.

Lihat dirimu. Tinggi dan berisi. Lalu lihat diriku. Hitam dan kurus. Tapi kita menerjang teriknya matahari demi sebuah kata, bahagia. Ada sebongkah ruang kosong di belakangmu. Lalu kau bilang, kemarilah. Disitu kau tuang secangkir teh hangat untuk kuseduh.Sebelum lelap mengganti peluh tadi, kau hempaskan semua caci makimu dalam tawa. Ruangannya menggemakan tawa kita. Tak ada rangkaian kata indah untuk merajuk rayu. Tak ada anyaman janji untuk mimpi yang ternyata palsu. Kau dan aku hanya berjalan beriringan saling bergandengan, menapaki bebatuan di depan kita. Percaya akan buruknya kata menyerah demi sebuah kata bukti.

Itu hariku. Dan ini harimu. Bila ini semangkuk es krim Zangrandi yang legendaris itu, begitu manis dan dirindukan. Bila itu sebuah pentas kesenian, ludruk lah yang menjadi tuan rumah. Bila ini bangunan bersejarah, Kota Pahlawan adalah tujuan. Bila itu makanan tradisional yang dirindukan, lontong balap; rujak cingur; lontong kupang menyesap lidah. Bila kita hendak berlari pada dunia kita, Jogjakarta dengan seni dan budayanya memang istimewa.

Hahaha... Lihat aku, mengkhayalkan perbuatan kita. Tapi kamu melepaskanku pada alunan gamelanmu. Membiarkanku menari bertopang mendak bak kesurupan. Kau sembulkan asap rokokmu, kututup hidung dan meninggalkanmu. Tertawa lepas kau matikan pembunuhmu dan menggamitku. Lalu kita pergi membelah bumi kota kita.

Sayang, tahukah kau apa itu kata 'lengkap'?
aku belum tahu. 



Wednesday, May 14, 2014

Hai, malam..

Hai, malam.
Dua malam sudah kau mengajakku berdansa kembali.
Bernyanyi diiringi bintangbintang.
Kau tersenyum, begitupula ku.
Tapi sedang kupendam tangis.
Untuk mengenangmu, malam.

Selamat malam untuk malam.
Semoga kau bahagia bersama malam.
Malam tetaplah malam.
Aku harus meraih pagiku, siangku, soreku dan malamku yang lain.


Sunday, May 4, 2014

Stay Strong, Lusy..

Ini hari ketiga saya merasakan kegalauan yg begitu mengganggu.
Apa pekerjaan saya selama di kost?
Makan-nonton tv-shopping-tidur-makan-nonton tv-shopping-tidur dst.. dst..
'Shopping'? Don't expect too much.. saya membelanjakan uang saya untuk beli makanan.

What happen?
Too sad to tell. I'm a lil' bit miss home so much.
I want to clear all of sudden.
I want to hug my sister.
I want to cry for my family..
But I do nothing here.

Allah bless my family
Allah save my family
Allah loves my family
That's my faith..
What happen now is because Allah love us..

:')

Stay strong.

Saturday, April 5, 2014

it's just a beginning :)

Ini baru permulaan. dan saya merasakan bosan.
Bukan bosan belajar, tapi bosan duduk dan hanya berinteraksi dengan layar laptop.
Mata saya sudah mulai redup. Sepertinya otak saya juga.
Ini baru permulaan..
Akan ada buku-buku selanjutnya yang minta untuk ku baca.
Ini baru permulaan..
Setiap hari adalah permulaan, maka saya akan tetap berdiri menyanggah senyum..


mungkin seperti inilah saya saat ini..
akan kubayar semua perbuatan saya nanti. dan harus!


Monday, July 1, 2013

What a random

Selamat hari Senin untuk sebagian orang. Dan pemulihan mood untuk sebagian orang pula. Tapi tidak untuk saya saat ini. Setiap hari serasa hari minggu untuk sementara waktu ini. Tapi keberuntungan dipihak saya karena saya masih mengenal hari. Karena bagi mereka yang gila bekerja hampir lupa hari apa saat ini.

Selamat menjalani hari ini untuk saya. Sebangun tidur teringat mimpi random semalam. Mimpi saya sedang mencari kostkostan di Bandung. Astaga... kenapa tidur begitu saja tanpa sebait lantunan doa?! Menyesal kemudian. Tapi harap mengekor agar mimpi itu akan menjadi nyata. Amiinn Allahuma Amiinnn....

Seperti alzeimer, saya pergi mandi lupa apa yang sudah terjadi. Saya memilih untuk mencoba resep brownies pemberian teman baik saya beberapa tahun lalu. Pertama kalinya. Nasib mau bilang apa, saya ikuti saja alurnya. Mixer ibuk rusak. Dengan terpaksa saya tetap menjalankan mixer tua ibuk dengan pincang. Dengan satu pengocok. Dan adonan merata dengan bayar waktu yang cukup lama!

Oh, Dark Chocolate.. bersahabatlah denganku.. salam kenal dariku.. semriwing bau gosongmu sungguh menyentakku.. oh, oven tua.. kita berjumpa lagi.. sapa aku dengan bijakmu.. berbaik hatilah pada kompor yang kau pijak.. pedulikan aku.. tapi namanya nasib, mau dikata apa kalo percobaan brownies pertama saya gosong. Pahit.

Pekat banget ya coklatnya.. begitu kata empu resep. Bukan pekat itu sayang, itu gohsyong.
Pahit, manis, gurih.. ternyata seperti itu pula rasanya ketika sekelebat mimpi semalam menemui penglihatan saya didepan adonan bermixer satu kaki tadi. Dia, entah siapa, datang lagi. Siapa itu, terlalu baik.. seperti sahabat saya yang kusakiti kemarin..

Maafkan aku, sayang.. kali ini browniesnya gagal. Aku janji ak pasti bisa membuatnya, lalu akan kukirimkan untukmu, kusampaikan padamu, bahwa aku sedang menjadi wanita sekarang..

Malam seperti sekejap sekalipun bulan menampakkan status "supermoon"nya. Seperti mata mengedip begitu saja teman baik saya membahas mister-4-tahun-lebih. Buat apa? Entahlah. Mungkin hanya intermezzo untuk menyemangati saya. Doa terlantun agar mimpi semalam itu akan jadi nyata. Amiinn..

Kubuka halaman maya. Kulihat sebuah foto. Seperti ada yang menggerogoti hati. Entahlah apa itu. Itu seperti periperi binal yang sedang memamerkan lekuk tubuhnya, tapi pria hidung belang pun jijik dan ingin menendang pantatnya. Entah perumpamaan darimana.

Berani pula seekor lalat betina menggoda lalat jantan. Padahal si betina pernah berucap tidak untuk ajakan bercumbu dengan si jantan. Lalat sampah yang munafik. Makhluk macam apa itu. Dengan mudahnya membiarkan ingatan seonggok blackforest dan sebongkah es krim vinetta berkelebatan dan melepaskan bayangan si pengirim masuk dalam pandangan. Kemudian diikuti kekasihnya. Sial!

Ternyata yang dibutuhkan hanya doa dan istirahat. Berikutnya adalah resep yang lain. Puaskan diri sebelum ramadhan tiba. Begitu bisik makhluk halus. Dan saat itu pula membiarkan memori langkah kaki menuju Masjidil Haram berputar. Laillahailallah... astaghfirullah
Haladziim..

Dan kemudian di halaman muncul pula quote itu dengan semangat life is an adventure.
Ya seperti hari ini, otak saya sedang ber-adventure ke masa lalu, hari ini dan mimpi semalam. Entah esok..

Thursday, June 27, 2013

Disen Bekgron Baru :P

Hiyak!
Akhirnya kesampean juga selesein background blog ini!
prosesnya.. ada kali setahun.. saking malesnya..
hehehe
untuk sementara desain layout masih seperti ini..
lain waktu masih mau cari tau lagi cara ngubahngubahnya.
pake kode pun ternyata ga bisa. mesti cari tau lagi deh..
mudahmudahan ada. Amin..

Cerita dikit tentang konsepnya yah..
Konsepnya, udah jelas keliatan. Batik.
Saya ambil warnawarna asli batik. Saya sengaja biarkan saja originalitas batik ini tetap disini.
Tidak ingin mengubahnya. Warnawarna tanah dan alam lainnya sedikit yg saya ambil.
Kenapa batik? Iya, saya jatuh cinta sama batik, memang. Meskipun pengetahuan saya kurang.
Saya juga teringat seorang teman saya mengatakan pada saya, "kamu ini Jawa banget, sifatsifatnya perempuan jawa nempel di kamu". Lha iya Bang, wong saya emang orang Jawa, apa salahnya kalo adat ketimuran Jawa masih saya pegang, meskipun beberapa teman yg lain menganggap saya "kind a bitchy girl" hahaha..
Ada lagi yang bilang tentang saya, "kamu perempuan Jawa yang keluar dari hirarki Jawa". Yah, Bang... adat ketimuran tetep dibawa, tapi modern dikit bolehlah yah... hihihihiii
yaudahlah terserah mereka mau bilang apa tentang saya..
mari kenalan dulu lah ya... icipicip juga boleh... #eh

segini aja postingannya. suer lapar garagara layout background.
makan malam sore tadi serasa menguap begitu saja..
dasar gentong! :)))



*now listening : tanyaku, by Sheila On 7*


Thursday, June 6, 2013

Aku merindukan-Mu..

Ada rasa rindu di sini.
Tapi tak satupun seseorang yang kutuju.
Tidak ada yang tahu, hanya Allah..
Allah juga lah yang tahu penyebab rindu ini..
Aku merindukan-Mu, Ya Rabbi..

Sesungguhnya Allah lah pelindungku,
dan hanya Dia lah yang mengetahui segala isi hatiku.
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu di dunia ini.. Allahuakbar.. :')

Aku rindu hangat-Nya..
Aku rindu kesejukan-Nya..
Aku rindu jamuan-Nya..
MasyaAllah..
Aku rindu kemegahannya..
Aku rindu keindahannya..
Aku rindu kenyamanannya...
Laillahailallah..

 
   
 
 

Monday, May 20, 2013

Lodaya

biarkan aku diam merenung meratap tatap bercermin pada gelap pada kaca berbalik pekat

kutatap lekat bola mataku sendiri berbicara dalam diam tersirat ribuan kilat jahat

kutatap lagi ada apa disana? apa yang sedang terjadi? kunikmati berisik malam deru mesin beradu membawa gerbonggerbong dalam malam berjalan di atas rel nya

turunku nanti, kubopong sebongkah nasib di dalam ransel melangkah mendoyong berat beradu di pundakku

bercerminku lagi lalu tertawa apa yang sedang kau tertawakan? nasibmu? kebodohanmu? kedunguanmu? kesombonganmu? aku tetap tertawa berharap tak ada air mata bersembunyi di sana

Bandung, 18052013/19.03

Wednesday, May 1, 2013

another insane



kamu tau dilemanya saya?? 
setiap hari berasa hari minggu, dan setiap hari pula berasa tanggal tua.
dibikin stres juga gak mau, dibawa hepi juga miris.


tapi saya pilih santai aja. semacam slow but sure.
saya gak mau mata panda saya makin menjadi karena stress,
kemudian keriput sebelum waktunya.
hahahahaha....



postingan ini benarbenar random
jadi cukup diabaikan saja -.-"





Tuesday, February 12, 2013

heiho, my blog...

hhooaammmsss.......

*bersihin sarang labalaba*

Sudah lama sekali saya gak posting di blog. Blog saya terlihat usang.
Banyak sekali moment terlewatkan. Kalo diurutin adaa...
Ultah mantan gebetan *ehem*, pernikahan seorang teman baik, si dia yang batal pulang, ultah kakak saya, ultah sahabat saya, hari ibu, lagilagi pernikahan seorang teman, hari natal, ultah SAYA SENDIRI -by the way, I was going through my days by my 24th. oh, what a wonderful life!-. Saya juga melewatkan TAHUN BARU 2013, Maulid Nabi Muhammad SAW, haha...berlebihan.. Dan saya masih menunggu cerita si dia yang merayakan imlek dengan keluarganya di sana, hmm... sudah seberapa tebal kantong angpaonya.. hehe

Dan sudah sebulan terakhir ini, berat badan saya nambah 6 kilo. Gak penting yak. Tp emang beda rasanya.. kakak saya yang makin gendut saja juga sudah mulai sadar akan berat badannya, dia membeli timbangan berat badan disuatu malam dan mengalami kecelakaan besok paginya saat perjalanan berangkat kerja. Oalaah..
Tapi saya juga masih belum juga mulai berolahraga. Hahaha kacau.

Well, saya sendiri sudah ingin postingposting lagi tentang pengalaman liburan saya beberapa bulan lalu, mm... tepatnya tahun lalu, di Kepulauan Karimunjawa. Beruntung banget. Liburan gratiss dari sepupu tersayang! hehehe...

Lalu saya juga melancong ke Kota Semarang dan bertemu teman lama dari Palembang yang sedang menjalani pendidikan Pasca Sarjana di sana. Kenangkenangan dari Alunalun Kota Semarang, pantat sakit selama 2 minggu setelah jatuh ketika bermain sepatu roda di sana. Hahaha...

Oke, saya sendiri sudah gak sabar ingin nulis lagi, mm... lebih tepatnya pamer kali yaa...
saya akan posting semuanya di postingan selanjutnya.

kreteekk... *ngelemesin leher dan jarijari tangan*

Wednesday, November 14, 2012

Biru untuk Kamu





hei, kamu di sana yg suka langit biru. aku punya biru untukmu. 
langit biru ini sampai di depan mataku



Satu kalimat tertera dalam benak ku kala itu.
'kamu di sini'

 Senyum ini tak pudar. 
Ketika itu.
Sejauh mata memandang, laut biru.
Sejauh mata menatap, langit biru.
Hari itu cerah.
Semua biru.
Seperti maumu.

Benakmu di sana.
'Kau butuh bersenangsenang.
Bersenangsenanglah.
Aku tidak ingin mengganggumu.
Berbahagialah. Lupakan aku.
Walau sekejap.'

Benakku di sini.
Bagaimana aku bisa melupakanmu walau sekejap?
Hamparan langit, biru menjulang.
Sepanjang mata memandang, laut biru terbentang.
Bukankah kau akan senang dengan segala biru ini?

Sayangnya, kadang mendung mengelabui biru.
Kemudian hujan.
Kemudian reda.
Kemudian diam.
Bahkan emasnya senja pun tak sanggup menengok.

Merekahkah senyummu bila kau lihat segala biru ini?
Apa yang akan kau perbuat dengan segala biru ini?
Kau akan membayar mahal demi biru ini. Maukah kau?

Bila saja mata ini bisa merekam dalam sekejap,
Kau pasti bisa melihatnya melalui mataku.
Tidak. Kau harus melihatnya sendiri.

Biru yang indah.
Biru, biru, biru dan biru...




Tuesday, September 18, 2012

Berat Badan ("-_-)



“Lus, kamu kok kurusan? Sepertinya kamu harus banyak makan lagi”
Begitu kata seorang teman baik lelaki saya. Ada sedikit rasa malu di dalam hati. Tapi tak apalah, dia teman baik saya yang sudah mengenal saya seperti gimana.
“ya, stress mungkin?”
Jawab saya simple.
Tidak sedikit yang menegur saya dengan perkataan sejenis. “Nduk, kamu kok kurus?” kata teman ibu saya. “Hei, Lusy... kamu kok keliatan kurus??” kata sahabat saya. Yang paling mengena di benak saya adalah pernyataan teman kantor saya beberapa bulan lalu ketika melihat beberapa foto di Facebook saya. “Hah?? Lusy, ini beneran kamu?? Kamu disini keliatan gendutan loh.. kamu kok bisa sekurus ini sekarang??” hmm...saya tidak bisa menjawab, hanya menaikkan alis dan bahu saja.


Bagian paling menonjol bila saya terlihat kurus terdapat pada bagian pipi saya. Tirus. Begitu singkat dan jelas. Bentuk badan? Aman. Begitu kata sahabat saya. Sahabat saya beberapa kali berseru, “enak yo Lus, awakmu.. mangan akeh gak mikir.. awak e sik pancet ae!” teman saya iri dengan bentuk badan saya yang aman dan jarang terlihat perubahan yang begitu signifikan bila saya makan tidak terkontrol. Teman baik saya yang lelaki itu juga pernah bilang, “kamu tirus banget. Kamu kurusan deh kayaknya.” Ah.. lucu juga. Disaat sekeliling saya banyak yang mengeluh ingin menurunkan berat badan, saya justru memendam kebingungan saya untuk menaikkan berat badan saya.


Saya pernah mengalami perubahan berat badan yang cukup mengejutkan. 2 kg dalam waktu 2 minggu. Selama 2 minggu itu saya beranikan diri mengkonsumsi jus alpukat malam hari, sebelum tidur. Pencernaan saya jadi lancar, dan berat badan saya meningkat. Itu terjadi ketika saya berada pada masa peralihan SMA menjelang mahasiswa. Masih belum puas, saya ngoyoh lagi, tapi tidak terjadi perubahan apapun. Mungkin karena tugastugas kuliah saya yang membuat saya sering begadang hingga pagi. Jadi meskipun saya makan porsi kuli ala kampus, tapi tetap saja tidak ada perubahan yang terjadi. Tetap seperti itu selama beberapa tahun.


Sunday, September 16, 2012

Trauma (?)


Siang itu saya berdiam diri tiduran di kamar. Diam saja. Tidak melakukan apapun. Saya tidak bernafsu makan, tidak bernafsu menonton tivi, membaca buku, online, menggambar atau apapun yang saya sukai. Saya mengingat sekelebat kejadian di detikdetik terkahir sebelum saya resign dari kantor gila itu. Lalu saya flash back perkataanperkataan bijak bapak dosen saya yang menjadi salah satu masukan untuk saya bertahan sementara di kantor itu. Lalu saya teringat kejadiankejadian lain yang membuat saya muak dengan Si Nyonya Bos yang menurut saya, temanteman dan juga para pendengar cerita saya adalah psycho. Ya, sejenis sakit jiwa. Dan saya teringat akan janji saya dan seorang teman baik di kantor saya untuk jadi lebih baik dan tidak melakukan hal yang sama di kantor berikutnya dan di tempat kerja manapun.

Saya ingat malam itu saya tak bisa tidur garagara kopi hangat pemberian teman kantor saya di depan minimarket tengah malam itu. Memikirkan keputusan dan segala resiko yang akan terjadi dan efeknya terhadap temanteman baik saya di kantor gila itu. Lalu saya tersentak, “ah, ngapain mikirin yang sudah terjadi? Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Hidup saya sekarang adalah pilihan saya. Resikonya saya yang terima, saya juga yang jalani. Lebih baik saya memikirkan masa depan saya saja.” Tapi ternyata, saya hanya diam saja dan tidak ada perubahan sedikit pun dalam hidup saya. Tidak mencari kerja lagi ataupun tidak melakukan apapun yang dapat menghasilkan untuk masa depan saya.

Saya benarbenar merenung siang itu. Apa yang saya inginkan? Mau seperti apa hidup saya nantinya?? Saya tidak bisa tinggal diam menunggu pangeran kaya raya untuk menopang hidup saya. Saya tidak bisa terusterusan bergelayutan di tangan orangtua saya. Saya harus bekerja. Tapi sisi lain diri saya tidak ingin bekerja ikut orang lagi. Ada apa dengan saya ini?? Kenapa saya tidak bergerak sedikitpun dari tempat nyaman saya?? Lalu kemana passion saya?? Hobi saya? Entahlah harus saya apakan mereka. Saya ini kenapa?? Lalu entah dari mana tibatiba muncul kata ‘trauma’ di pikiran saya.