Showing posts with label apresiasi sejenak. Show all posts
Showing posts with label apresiasi sejenak. Show all posts

Monday, February 9, 2015

Old Building on Watercolor Pencil

An Old Building in Kota Tua, Semarang (edited)
I made this.. I'm still learning how to use watercolor pencil or I call it Aquarell. Not good.. but better than before. When I'm still in college, the picture I made was bad. Worse than this..
hehe..

Wednesday, January 14, 2015

OOTD latepost

mau bayar utang nih..
saya pernah bilang di postingan saya sebelumnya, disini, kalo saya mau posting foto OOTD saya.
sebenernya ini bukan saya banget. Saya bukan orang yang suka foto OOTD, tapi waktu itu saya ingin foto dengan mengenakan bajubaju itu.Apalagi muka saya bukan muka yang fotogenik. Tiap habis difoto, rasanya melihat muka saya sendiri kok failed gitu.. hehehe
yasudahlah.. ini fotonya.. jangan diketawain..
cuma mau bayar janji aja.. hehehe





masih ada satu lagi, tapi saya gak punya fotonya. haha.. gak penting juga sih..
udah ah.. segitu aja. masih ada pose yg lain, tp tidak untuk di publikasi. hehe..


Thursday, January 1, 2015

Tahun Baru dan Lembaran Baru



Selamat siaanngg...

Postingan awal tahun nih..
Gak kerasa udah ganti tahun.. udah tahun 2015 aja. Udah instropeksi diri? Udah evaluasi diri? Hehehe...
Udah tercapai resolusi tahun 2014 kemaren? Hhmmm....
Well, selamat tahun baru...

Saya tidak ikut merayakan, hanya terbawa euforia pergantian tahun saja..

Evaluasi dan instropeksi diri? Sudah..
Resolusi tahun 2014? Sudah..
Apa itu? Punya pacar.. sekarang? Kandas.. tepat di hari ulang tahun saya kemaren. Kado yang amat istimewa. Sebuah kebebasan!
Ada doa dan harapan untuk memperbaiki diri. Tidak perlu menunggu pergantian tahun, tapu setiap hari. Mudah? Tentu tidak.
Banyak cobaan dan halangan untuk menggapai citacita kita, tapi alangkah baiknya bukan dijadikan sebagai sebuah hambatan, tetapi dijadikan sebuah motivasi untuk menunjukkan pada diri sendiri sebuah perubahan besar dalam hidup.
Halah.. sok bijak..

Saya sebenarnya sedang menasehati diri sendiri kok.. hehehe
Tidak banyak kata dan ucap. Perbaikan diri itu sangat penting. Dukungan dari orangorang terdekat menjadi sebuah motivasi dan kekuatan. Perbaiki diri setiap hari yah.. ;)
Ah, saya jadi ingin sedikit pamer. Beberapa hari yang lalu saya merayakan tambahan jumlah usia saya. Dengan seorang teman baik, kami pergi ke tempat makan favorit kami untuk membeli makanan favorit. Cheesecake. Luar biasaa enaknyaa sampe kekenyangan! Rasanya? Sudah pasti enak! Hehehe
Ada foto makanan kami, tp tak ada foto kami berdua. Karena tak ada tongsis yang kami bawa. Maklumlah.. kami anak tongsis. Hahaha...

Well.. selamat menjalankan lembaran baru semuaaa..
Semoga semua harapan di tahun ini terkabul dgn lancar sesuai rencana.
Amiinn...



 

Wednesday, December 3, 2014

Sup Apalah dan Puding Gitu Deh

Syelamat malam, Bandung...
Bandung (bagian Dago) hari ini diguyur hujan, setelah 3 hari sebelumnya hujannya cuti untuk turun.
Rasanya kayak balas dendam si hujan, hari ini hujan dereeeessss banget!

Seperti biasa, seperti yang saya duga, hujan akan turun setelah lewat dari jam 12 siang.
Hujan deras tak terkira. Saya sedang mencuci baju di kamar mandi, dan tibatiba teringat sesuatu.
Dulu waktu saya masih kecil, bila hujan turun deras seperti tadi, saya pasti lari keluar untuk main hujanhujan.
Larilari kesana kemari, cari saluran air yang super kencang debit airnya, lalu saya dan temanteman akan berebut tempat dibawah saluran air itu. Padahal... itu saluran air pasti kotor. banyak pasir atau mungkin ada kotoran burung di genteng. iiuuuhhh.... tapi tak apa, yang penting hati bahagia. hehe

Sambil menanti hujan sedikit mereda, saya melanjutkan puding yang saya buat kemaren. Saya sempat lupa kalo habis bikin puding stroberi. Maklum. Hobi menimbun makanan, tapi sering lupa punya makanan. Hahaha.. Gak hobi juga sih, sering kelupaan aja kalo punya makanan enak di kulkas. hehe..
Maka siang ini saya membuat vla instan rasa coklat untuk toping puding. Setelah vla jadi, saya tidak segera memakannya bareng si puding, saya diamkan dulu di kulkas biar dingin.

Tugas menjemur cucian sudah beres. Saya Lapar. Mau beli makan, lagi super ngirit. Akhirnya saya masak dengan bahan seadanya yang ada di kulkas. Yang saya temui hanya.. kubis, buncis, telor, tomat, jagung manis, bakso dan beberapa bumbu lainnya yg wajib ada. Saya potongpotong, saya goreng para bawang, saya masukkan air untuk kuah, saya masukkan semua bahan yang ada, beri sedikit lada bubuk, garam, saus tiram. Dan voilaaaa...... jadilah sup.... gak tau nih sup apaan, tapi enak dimakan pas panas cuaca hujanhujan gini.. hehehe...

 


Enak gak? Enak! Ciyuss!
Pake bahan dan bumbu seadanya, asal jadi makanan dan bisa dimakan, enak ajaaa....
Apalagi anak kos macam saya begini. Apa yang tak bisa di masak? Apa aja bisa, asal itu bahan makanan yaa.. haha

ngilerr?? iya saya juga. kepingin lagi.

Saya lelah melihat timeline bbm (blekberimesenjer) di hp saya, isinya promo MLM temen saya. Mana pake acara bandingbandingin bisnis dosennya yang katanya S3 sambil MLM produk kosmetik itu.. yang banyak buklet kosmetiknya itu loo... Tementemen saya sendiri juga bnyak yang bisnismen-women kalii.. produksi sendiri, promo sendiri, jualan sendiri. Beda aja perspektifnya, beda caranya ajaa... jangan dibandingbandingin laahh... agak kesel jg digituin. huft.
Nah, temen saya sendiri jg MLM produk kecantikan yang uap oksigen ituu.. yang pake di spray spray in itu.. Saya pernah sempat kepincut. Tapi ogahlah. Saya suka bingung masarinnya kemana. Temanteman saya, temanteman kuliah saya, gak ada yang suka cobacoba barang MLM. Kalo temen saya broadcast-in iklan ke bbm saya, saya suka ketawa ngakak aja.
Duoohhh... mbaaakkk.... saya gak tertarik, yang ada malah annoying! tapiii... yasudahlah yaa biarin ajaa...
namanya juga orang nyari rejeki... iyain aja lah yaaa... apalagi ni orang sahabat saya sendiri. hihihiii.. maaf ya soobb... tp gue kesel ame elu. tapi gue sayang sih ame elu. hehehe

Bikin mood jelek saja, mending makan puding deh. Puding stroberi, vla coklat. Yuummyyy.... :P

Luarrrr biasaaaahhh!! Otak saya hanya memikirkan makanan dan makanan. huft.
Baiklah, saya akan pamer sedikit puding saya.


Karena tak ada toping stroberi yang cantik itu, dan yang ada hanya permen coklat di toples plastik mungil, saya letakkan sajalah permen coklat di atas toping vla coklat. Hasilnya... cantik juga kan??
Makanan ala anak kos, dibikin cantik aja lah yaa...

Bikin sekreatif mungkin, semenarik mungkin apa yang ada di sekitar kita, agar kita juga dapat bersyukur akan apa yang telah diberikan pada kita.

Kebayang gak sih, dingindingin gini makan puding yang keluar dari kulkas. Hahahaha...
yang penting hati bahagia dah!


Ya gitu deh.. Kalo seharian hujan, kaki saya pasti dingin. Bahkan tidur pun menggunakan jaket dan berselimut tebal. Saya jadi ingat tips dari seorang teman sekelas yang juga kedinginan ketika kami baru saja tinggal di kota ini. Ia memberikan saran, strika dulu si kasur, sampe hangat, lalu tiduri dengan selimut. Luar biasa hangat. Hahahahaha.... Luaarrr biasaahh kreatipp, Bang! Hahahhaaaa
Belom pernah saya coba, tapi itu ide yang bagus! Hehehehee





Baiklah, saya harus melanjutkan membaca jurnal. Karena saya ingin pulang sebelum tanggal 25 besok. I don't wanna have a darkest birthday. I hope! Amen..

Good luck!

Kisskiss






Thursday, November 6, 2014

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tulisan ini hanya untuk renungan saja, bagi siapapun yang membacanya.
Terutama untuk penulisnya, saya.


Tiga hari yang lalu, sebuah pembicaraan dgn seorang teman baik di tengahtengah kuliah umum. Ia menyampaikan pada saya apa yang pernah disampaikan oleh guru mengajinya dulu.

"Intisari dari dunia itu ada di dalam Al-Quran.
Intisari dari Al-Quran itu ada pada Surat Al-Fatihah.
Intisari dari Surat Al-Fatihah itu ada pada kata Bismillahirrohmanirrohim

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  )
Sedangkan intisari dari kata Bismillahirrohaminrrohim ada pada huruf pertama, Ba ( ب ).
Dan intisari kata Ba terdapat pada titiknya."


Saya termenung mendengarnya.
Sebuah titik yang memiliki makna penting. Saya masih belum paham maknanya.

Pembicaraan ini dimulai ketika dalam diskusi perkuliahan tersebut sedang membahas hilangnya mata kuliah Kesenian Islam yang sebenarnya sangat penting dan sangat berkaitan dengan perkembangan dunia seni saat ini.

Postingan ini saya buat tanpa ada tendensi apapun, apalagi mengenai SARA.

Saturday, November 1, 2014

Pasta Gigi dan Jilbab


Saya pernah mendengar sebuah pertanyaan,
"apa yang Anda rasakan ketika Anda tahu sebuah desain yang pernah Anda bayangkan dulu dan belum pernah sampai Anda wujudkan, kemudian Anda menemui desain yang pernah Anda bayangkan tersebut jadi, diproduksi dan bahkan dapat Anda sentuh dan pegang. Bagaimana perasaan Anda?"

Saat itu yang ada di benak saya, saya akan menjawab, "Hloh?! ini kan ide yg dulu pernah aku bayangin??!!"
Dan hal itu terjadi. Hahaha..

Siang ini saya ke swalayan untuk membeli sabun ber-moisturizer. Tentunya atas saran dokter.
Ya, sebelum pergi ke swalayan saya memang periksa ke dokter karena ada alergi yg tak jelas apa sebabnya. Sedangkan alergi yang saya miliki adalah alergi dingin, debu dan angin. Macam orang elit yee...? Gak juga. Namanya penyakit gak ada yang elit. Lalu, setelah saya tanya mengenai pengaruh dengan sabun mandi, Bu Dokter yang sudah senja usianya itu menyarankan untuk menggunakan sabun ber-moisturizer. Beliau menyarankan sabun dove. Hahaha.. sebut merk. Biarin.
Sepulang dari klinik, saya mampir ke swalayan hendak membeli sabun tersebut. Saya menemukan sabun ini.. yang tentunya menarik perhatian saya.



Apa sih yang menarik?
Tempat sabun tersebut terbelah menjadi dua bagian. Yang transparan adalah honey, sedangkan yang putih adalah milk. Lubang dalam botol tersebut juga ada dua. Lubang untuk honey dan milk.


"Lho, ternyata ada ya perusahaan yang bikin ginian?! hahaha..." begitu yag ada di pikiran saya seketika.
Baiklah, saya tidak akan mengulas botol sabun ini secara desain, bentuk, ergonomi, estetika, atau apalah. Saya hanya ingin bercerita tentang ide saya ini yang dulu pernah liar menarinari di otak saya bahkan sebelum saya mengenal apa itu desain, apalagi setelah saya tau saya akan kuliah desain.

Saat itu, belum banyak di pasaran tentang sabun cair. Apalagi sabun dengan jenis seperti yang saya beli barusan. Saya hanya melihat iklan pasta gigi yang isinya berwarna belangbelang. yang sangat menarik perhatian saya adalah belangbelang dari kombinasi warna hijau atau biru transparan dan warna putih atau biru. Itu baru 2 kombinasi warna pasta gigi. Bahkan ada yang 3 kombinasi warna. Sebut saja pasta gigi close-up, pepsodent, dan sebagainya.. hahaha... sebut merk lagi.



Saya makin gregetan dan sebal lagi, ketika iklannya, dengan sempurna menunjukkan kombinasi warna itu dengan sempurna tanpa cacat, jembret sana sini, atau gagalnya kombinasi warna ketika pasta gigi tersebut di pencet. Padahal kemungkinan itu sangat besar adanya. Apalagi, pengguna pasta gigi tidak terlalu memperhatikan bagian mana yg dipencet agar keluarnya si pasta ini bisa sempurna kombinasinya. Hahaha... namanya juga iklan, pasti ada efek komputer lah ya... Jaman itu sih, saya bilangnya efek komputer aja sih.. kan belum tau kalo ada aplikasi bernama Adobe dan sebagainya.

Ternyata saya gelisah, kepikiran, tidak tenang. Saya terus memikirkan, ada apa sih dibalik bungkus pasta gigi itu? Kok bisa ya, meskipun dipencet secara acak, kok keluarnya si pasta sempurna banget kombinasinya, gak rusak sedikit pun loh! Apakah di dalam bungkusnya itu ada pembataspembatas untuk si pasta gigi agar keluarnya sempurna? atau bagaimanakah? Kalo ada pembatasnya, pasti ini bungkus pasta gigi pasti tebel banget dong... dan pastinya kalo mau mencet si pasta gigi akan lebih susah karena kerasnya.. saya benarbenar gelisah penasaran. Kegelisahan saya makin bertambah ketika ibu saya membeli produk pasta gigi tersebut. Lalu saya ikut menggunakannya. "Kalo aku pencet beneran, bakal sempurna seperti di tv ato gak ya??" Dan hasilnya adalah...... sempurna sodarasodaraaaaa...!!!! hahahaha.... makin kesel!! hahahahaha
Kok bisa siihhh??? KZL.

Karena lelah memikirkan itu, maka saya abaikan saja. Hingga akhirnya, suatu hari saya membeli pasta gigi sejenis tersebut ketika saya kuliah. Kuliah di jurusan desain tepatnya. Beberapa kali saya menggunakan pasta gigi yang sama, akhirnya saya menemukan ketidak sempurnaannya! hahahaaa... kadang keluar yang transparan aja ya keluar yang warna padat aja. Dan itu sangat menentukan kesehatan gigimu tentunya! Hahahahaha.... saya ketawa puas! Akhirnya saya jarang membeli lagi pasta gigi sejenis itu. Begitu pula ibu saya. Hehehehe...


Dan ternyata saya membeli sabun mandi dengan botol yang terbelah dua untuk jenis sabun yang berbeda di dalamnya, honey and milk. Bwahahahaha.... beneran keinget masa kecil dulu deh. Hahaha...

Tidak hanya terjadi pada pasta gigi dan sabun mandi saja. yang lainnya adalah model Hijab ala Dian Pelangi. Seperti apa sih jilbab ala Dian Pelangi yang ku maksud?? Seperti ini..

Dulu sewaktu saya kecil, masih baca Iqro', saya pernah bermainmain dengan kerudung saya. Saat itu masih booming jilbab instan yang seperti peci atau menggunakan tali di belakang leher dan keduanya ada payetpayet cantik di bagian depannya.


yah.. kurang lebih seperti itu lah yg jaman dulu itu.. hehehehe
tapi saya juga memiliki kerudung berbentuk segitiga dengan motif abstrak dan jenis kain sifon dengan neci tidak rapi di tepinya. Dan pada saat itu lagi happening banget lah.. Lalu saya merengek ke ibu saya untuk dibelikan kerudung tersebut. Dan ibu saya membelikannya dengan syarat, rajin mengaji. Gak usah dikasih syarat gitu, saya emang udah rajin ngaji sih.. dulu.. hehehe

Penggunaan kerudung tersebut saat itu sangat sederhana. Hanya kedua ujung kerudung hanya di sampirkan ke bahu kanan dan kiri, atau dengan peniti di leher. Sudah, itu saja. Tapi karena penggunaannya yang tidak rapi, dan saya malah sering membuatnya untuk mainan ketika mengaji, atau malah untuk bonekabonekaan saat bermain, saya malas menggunakannya lagi. Saya lebh memilih krudung yang instan digunakan.

Tapi saya lagilagi gemas dan penasaran. Kenapa sih orangorang gak bosen pake krudung dengan model yang ituitu aja?? Aku sih bosan! lalu saya mainkan krudung segitiga itu. Didepan cermin rias saya berkaca. Saya pin jilbab seperti standar pada umumnya. Lalu saya lepas. Lalu saya pindah entah dimana. lalu saya gesergeser posisi peniti hingga akhirnya menemukan posisi di samping. Iya, di samping, sebelah pipi, seperti Dian Pelangi. Hahahaha... Persis banget! "Ih.. kenapa sih orangorang gak pake kayak gini aja?? kan bagus!! jadi gak gitugitu aja pakenya. gak bosenn..!!" Bahkan saat itu saya juga mencobacoba model yang.... yah... puter sana, puter sini, lipat sana lipat sini. Sampe leher saya keiket. Eh, malah sekarang jadi trend hijab masa kini. hahahahaaa...

Oalaahh... Saya jadi tau rasanya sekarang.
"hloh?! ini kan yang dulu pernah saya bayangin.... ini kan yang dulu pernah saya cobaaa...!"
hahahahaaa





*tidak ada endorse atau iklan di postingan ini. Semuanya hanya kebetulan dan tidak disengaja. hehehe



Thursday, July 17, 2014

Rindu #heythere

I found this on twitter two days ago.
This is about "rindu"
Written by Alexander Thian, or known as aMrazing.

@aMrazing: Every time you start the conversation with ‘how was your day’, I wanted to say, ‘perfectly missing you’ but I couldn’t. #Heythere

@aMrazing: Your single ‘hi’ brightens my gloomiest day. Loving you, is something I shouldn’t do. Missing you, is something I can’t run from. #heythere

@aMrazing: The hardest thing to do is missing someone with every cell in your body and realising you can’t have them. #heythere

@aMrazing: “I miss you.”
“I miss you.”
“I miss you.”

I typed those words a thousand times, but never have the gut to send them. #heythere

@aMrazing: If loving you is a joke, then missing you must be the drop dead silence of the most unfunniest joke. Both are not healthy for me. #heythere

@aMrazing: Us, walking side by side, fingers intertwined, laughing gleefully. I ended up punching myself because I hate my imagination #heythere

@aMrazing: The perks of missing you is that you don’t have to know how much it hurts every time I see you. #heythere

@aMrazing: The scent you left on my pillow lingers on. How can I not miss you? #heythere

@aMrazing: I tried to runaway to forget about us. About you. Yet, you’re every where I go. #heythere

@aMrazing: It’s the morning breeze. It’s the afternoon haze. It’s the late night sighs. It’s the restless image of you running in my head. #heythere

@aMrazing: Something as simple as saying “I miss you” could be the hardest thing to do. #heythere

@aMrazing: Two teaspoon of sugar. One part of the milk. That’s how you love your coffee every morning. 540 glassess. 0 words of “I miss you.” #heythere

@aMrazing: It’s the warmth of your breath and the comfort when I placed my head on your shoulder. Can I feel it one more time? #heythere

@aMrazing: I’m gasping for air when the feeling of missing you choke me hard, leave me breathless. I love how the pain is slowly killing me #heythere

@aMrazing: Jika satu spasi tercipta setiap kali aku merindukanmu, seluruh buku di dunia akan hampa tanpa aksara. #heythere

@aMrazing: When you finally finished counting the stars, do you know that’s only the beginning of the pain of missing you? #heythere

@aMrazing: You know the saying, “nasi padang tak pernah salah”? Well, missing you makes every single thing tasteless. #heythere

@aMrazing: That night, I heard someone was calling out your name. But I was completely alone. It’s my heart, telling me how much I miss you. #heythere

@aMrazing: We hugged in my dream. It felt so real I didn’t want to wake up. And in my dream, we were so happy. #heythere

@aMrazing: Missing you makes me extremely sad. But it also makes me extremely happy at the same time. #heythere

@aMrazing: I listen to our song when I miss you. Every notes make me miss you more. #heythere

@aMrazing: The thing about being alone is I can easily feel lonely. And then I miss you. And then I feel better. And then it got worse. #heythere

@aMrazing: Baca tweet #heythere sambil denger If It Kills Me nya Jason Mraz, deh. :3

@aMrazing: To sum up my life lately:

I love you
I miss you
I hate you

but

I love you
and then
I hate you
and
I miss you

#heythere

@aMrazing: I miss you

And I like the second paragraph :)

Saturday, May 17, 2014

Saya rindu kamu, Indonesia

Beberapa hari terakhir saya melihat update terbaru dari beberapa teman saya.
Mereka sedang melakukan perjalanan.
Orangorang menyebutnya traveling.
Kemudian tibatiba ada rindu menyeruak.
Tivi di sebelah sedang memutar lagu Nidji yang Laskar Pelangi itu.
Saya makin rindu..
Iya. Saya rindu Indonesia, dengan segala kekurangannya.
Saya ingin dipeluk Indonesia, saya ingin memeluk Indonesia.
Saya rindu Indonesia, karena hampir setahun saya berkelana di Eropa dan belahan bumi yang lainnya.
Berkelana?? Bukan dalam denotasi, tapi konotasi.
Saya harus mempelajari beberapa hal dari belahan bumi lain sejak duduk kembali di bangku kuliah.
Yah, begitulah.
Saya rindu Indonesia.


Picture by Google Maps


Saturday, April 5, 2014

it's just a beginning :)

Ini baru permulaan. dan saya merasakan bosan.
Bukan bosan belajar, tapi bosan duduk dan hanya berinteraksi dengan layar laptop.
Mata saya sudah mulai redup. Sepertinya otak saya juga.
Ini baru permulaan..
Akan ada buku-buku selanjutnya yang minta untuk ku baca.
Ini baru permulaan..
Setiap hari adalah permulaan, maka saya akan tetap berdiri menyanggah senyum..


mungkin seperti inilah saya saat ini..
akan kubayar semua perbuatan saya nanti. dan harus!


Thursday, June 27, 2013

Disen Bekgron Baru :P

Hiyak!
Akhirnya kesampean juga selesein background blog ini!
prosesnya.. ada kali setahun.. saking malesnya..
hehehe
untuk sementara desain layout masih seperti ini..
lain waktu masih mau cari tau lagi cara ngubahngubahnya.
pake kode pun ternyata ga bisa. mesti cari tau lagi deh..
mudahmudahan ada. Amin..

Cerita dikit tentang konsepnya yah..
Konsepnya, udah jelas keliatan. Batik.
Saya ambil warnawarna asli batik. Saya sengaja biarkan saja originalitas batik ini tetap disini.
Tidak ingin mengubahnya. Warnawarna tanah dan alam lainnya sedikit yg saya ambil.
Kenapa batik? Iya, saya jatuh cinta sama batik, memang. Meskipun pengetahuan saya kurang.
Saya juga teringat seorang teman saya mengatakan pada saya, "kamu ini Jawa banget, sifatsifatnya perempuan jawa nempel di kamu". Lha iya Bang, wong saya emang orang Jawa, apa salahnya kalo adat ketimuran Jawa masih saya pegang, meskipun beberapa teman yg lain menganggap saya "kind a bitchy girl" hahaha..
Ada lagi yang bilang tentang saya, "kamu perempuan Jawa yang keluar dari hirarki Jawa". Yah, Bang... adat ketimuran tetep dibawa, tapi modern dikit bolehlah yah... hihihihiii
yaudahlah terserah mereka mau bilang apa tentang saya..
mari kenalan dulu lah ya... icipicip juga boleh... #eh

segini aja postingannya. suer lapar garagara layout background.
makan malam sore tadi serasa menguap begitu saja..
dasar gentong! :)))



*now listening : tanyaku, by Sheila On 7*


Wednesday, November 14, 2012

Biru untuk Kamu





hei, kamu di sana yg suka langit biru. aku punya biru untukmu. 
langit biru ini sampai di depan mataku



Satu kalimat tertera dalam benak ku kala itu.
'kamu di sini'

 Senyum ini tak pudar. 
Ketika itu.
Sejauh mata memandang, laut biru.
Sejauh mata menatap, langit biru.
Hari itu cerah.
Semua biru.
Seperti maumu.

Benakmu di sana.
'Kau butuh bersenangsenang.
Bersenangsenanglah.
Aku tidak ingin mengganggumu.
Berbahagialah. Lupakan aku.
Walau sekejap.'

Benakku di sini.
Bagaimana aku bisa melupakanmu walau sekejap?
Hamparan langit, biru menjulang.
Sepanjang mata memandang, laut biru terbentang.
Bukankah kau akan senang dengan segala biru ini?

Sayangnya, kadang mendung mengelabui biru.
Kemudian hujan.
Kemudian reda.
Kemudian diam.
Bahkan emasnya senja pun tak sanggup menengok.

Merekahkah senyummu bila kau lihat segala biru ini?
Apa yang akan kau perbuat dengan segala biru ini?
Kau akan membayar mahal demi biru ini. Maukah kau?

Bila saja mata ini bisa merekam dalam sekejap,
Kau pasti bisa melihatnya melalui mataku.
Tidak. Kau harus melihatnya sendiri.

Biru yang indah.
Biru, biru, biru dan biru...




Friday, September 21, 2012

A Sailor Back to Home

a sailor back to the land..
a smile never day
back to home
that's the call of "back home"


Aku melihat lautan yang sangat indah
Jutaan pelaut menghabiskan waktu di sini
Aku melihat makna kehidupan yang sederhana yang telah dikorbankan,
kedamaian
kesejahteraan dan kebahagiaan
Aku melihat hati yang menonjol dari mereka
Dan hati yang bersatu dari mereka
Generasi di sana, sejauh hal yang terbaik,
dan sejauh ini yang ku lakukan
Yang pernah mereka ketahui
Dan aku..
Sudah Kembali...

-Ulum Heryanto-


Monday, September 3, 2012

My First Maccaroni Scottel

Saya sedang kalut seharian. Tapi saya tidak ingin terlalu terbawa. Waktu saya siasia bila saya terlalu terbawa. Saya bukabuka buku resep, lalu segera beranjak membeli bahanbahan, lalu segera membuatnya.

Maccaroni Scottel pertama buatan saya..
Taraaaaaa..............




Rasanya... Lumayan..
Resep saya dapatkan dari teman baik saya yang jago banget bikin kue..


Selanjutnya mau bikin apa lagi yaaa...?? Hmmm.....
:D

Friday, August 17, 2012

Sunday, June 3, 2012

4+

it like whispered to me ... so slowly...

when you accompany me to a painting gallery event
when you help me for a task about sketches
when we talk and laugh about nothing
when you are worried me that not eat yet
when you bring me around the city
 when you say thank you for a nothing snack
when you ask me so much thing and let me tell you so much nothing to say
when you ask me for a first ice cream
when you know how i do love chocolate
when you bring me a blackforest at a stretch night

when you ask me about us and let me tell you about nothing
when you think that nothing and i think i left something
 when you ask me to find a shoes for your family
when you help me to finished my injured task all night long
when we hide from all peoples
when you ask me who am i for you
when you bring me an ice cream to support my great task for a semester
when you never forget to say happy birthday on time
when you pick me up on the train station that night
when we promised to those leather jacket
 when you are worrying about me to be carefull on the way home
when you told me you are selfish and dumb
when so much thing happened
when I know you are happy now
suddenly



when I started to heal those words:

wherever I'll fly, wherever I stand, in fact, I always come back to you. It's just, we'll never know, where do we stand.


I wish nothing but the best for you... :)







Thursday, April 26, 2012

Asmara Nusantara

Malam ini saya baru saja menemukan sebuah lagu yang begitu romantis..
entah mengapa bisa terasa begitu romantis..
tapi rasanya memang romantis di telinga saya!

Mari dengarkan ;)

berikut liriknya..

waktu itu kamu pakai baju merah
yang ku tahu aku pakai baju putih
kita bergandengan menyusuri kota
dan cinta kita seperti indonesia


walau kini kau ada di wakatobi
yang jelas-jelas aku di raja ampat
luasnya lautan memisahkan kita
oh indahnya bercinta di nusantara


kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
tak mudah didapat
perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
seperti pahlawan


kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
asmara kau dan aku di bumi khatulistiwa


kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
tak mudah didapat
perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
seperti pahlawan


kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
kita nyatakan saja pada mereka dengan sebuah lagu

kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
dimana kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
asmara kau dan aku di bumi yang indah di khatulistiwa


lagu ini milik Budi Doremi. Judulnya Asmara Nusantara.
Entah kenapa si Budi selalu bisa membuat lirik yang sederhana, kreatif namun menyenangkan untuk didengarkan. meskipun pasti banyak dari mereka mengatakan Budi Doremi itu...bla...bla..bla...
Bagus itu obyektif. tergantung penilaian setiap orang.
Saya bilang Budi Doremi ini asyik! hehe


Wednesday, April 11, 2012

Manis!



"loh... kok yang ini sih?? yang lantai bawahnya.... bukan yang inii... coba aku liat... nah... yang itu..." sambil senyumsenyum. "Wah, kamu salah layout ya sayang? hahahaha.... bikin lagi deh dari awal....hahaha..."

Ah, si nyonya bos ini yaa.... kan kemarin Miss bilang study room... selalu tagih study room..bukan home office, maam.... Gosh!! Saya ngakak gak berhenti... Temanteman juga ngakak. Ini karena otak saya atau karena kebanyakan proyek yah?? Entahlah... tapi saya tertawa lepas sore ini.

Sepulang kerja, ponsel saya ber'tungtingtungting' ria.






  

 

what a great night!!

You also can find the magazine here


 "Local people is your lonely planet"

 :)

Wednesday, March 21, 2012

The Beginning


Good things come to those wait, but better things come to those who are patient… - Viera


Kabar baik ini datangnya dari kata 'sabar'. Meskipun dilema meng-ekor, tapi adanya kesempatan yang baik itu diberikan Allah untuk merubah takdir kita. Semuanya sudah suratanNya. Syukur yang tidak habishabis untukNya. Sekarang tinggal saya saja bagaimana mempertahankannya.

Dilema ini memang konyol, kelihatannya. Ketika saya sudah memutuskan sesuatu, nyatanya ada pilihan lain di depan mata. Dan pilihan ini 'nyata' adanya. Sudah pasti untuk saya namun saya masih men-dilema-kannya. Hahaha... Semuanya itu simple, hanya mindset kita saja yang membuatnya jadi nggak simple... *tsah*
Kata teman baik saya, ''everything happens for a good reason''. Jadi, memang Sang Kuasa lah yang merencanakan semuanya, dan tidak ada cela atau alasan buruk apapun dariNya. Well, memang benar adanya, victory need sacrifice. Dan dari sinilah semuanya akan di mulai, insyaAllah...

Oke. Kita lihat, seperti apa nanti kantor baru saya, dan saya harus bisa bertahan hingga 2 tahun kedepan... :)

Wednesday, March 7, 2012

Menang dari Diri Sendiri

Pulang kerja tadi saya merasa jenuh. Ya, j-e-n-u-h. Bosan tiada terkira. Berbicara dengan seorang teman mungkin mengobati perasaan saya. Ternyata tidak. Makan es krim kesukaan, ternyata juga tidak. Hingga akhirnya saya melihat sebuah tulisan yang membuat saya tersenyum kecut. Tulisan dari sebuah blog yang saya ikuti. Saya posting ulang disini ya...

***

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya.


Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar, namun anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati. Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja.


Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.


Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.


Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing.


Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.


Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main.


Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.


Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah? Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.


Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti.


Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja nomor 23.


Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami.


Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya tumbuh ini. Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah "Humor anak-anak" dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram kembali.


Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya. Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.


Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.


Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggeris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.


Ketika pulang, jalanan macat dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio masing-masing.


Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga. Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun mengajar.


Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku. Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.


Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu. Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan.


Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Dia pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.


Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika. Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini.


Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.


Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik.


Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?

***

Seharusnya saya tahu apa yang saya mau, lalu apa yang lebih baik saya lakukan. Karena ternyata memikirkannya saja itu tidak berguna. Lebih baik melakukan sesuatu. Yang sesuai dengan diinginkan lah minimal... Teman baik saya bilang, "setidaknya apa yang sudah kamu lakukan itu tidak siasia." Maka setidaknya bisa membuat saya tersenyum. Karena nyatanya bagi saya, "kemenangan adalah ketika kita berhasil melawan ketakutan dan kekhawatiran-kekhawatiran kita sendiri." Saya pernah memenangkannya, saat ini saya sedang kalah, dan harus memenangkannya lagi.