Sunday, March 13, 2011

where am i for some last year??

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dan itu sudah menjadi hukum alam. Seperti itulah yang saya dan pastinya banyak orang yang juga merasakannya.

Saya sudah 3,5 tahun lebih duduk di bangku kuliah dan bertemu dengan komunitas baru setelah 12 tahun lebih berada di bangku sekolah dimana saya sekolah di satu kota yang saya akan menemukan orangorang yang sama dengan dimana saya tinggal.

Duduk di bangku kuliah dengan bertemu temanteman dari berbagai macam asalusul dan daerah yang berbeda serta membawa berbagai kultur dan berbagai macam semangat dalam berkarya.

Hanya sebatas basabasi, saya adalah salah satu orang aneh yang tidak terlalu perlu untuk dibahas dan tidak terlalu penting untuk diramaikan. Saya hanya sebuah aksentuasi dari berbagai banyak manusia dan kulturnya di kelas saya.

Sistem orientasi dan birokrasi kampus membuat perut saya mual dan kepala saya pusing. Di dukung dengan kondisi iklim lokal kampus serta keadaan lingkungan sekitar yang bisa dikatakan dapat membunuh diri perlahanlahan, saya bukan orang yang bersemangat memperjuangkan sesuatu selama kuliah. Saya hanya seorang yang pasrah dan belajar ikhlas.

Berbagai macam kebusukan mulai terkuak satu persatu di balik tirai nama besar sebuah perguruan tinggi.

Saya lihat dari perjuangan temanteman kuliah saya-yang pada akhirnya memutuskan untuk mempercepat satu semester masa kuliahnya-ketika harus memenuhi satu persyaratan kelulusan. Mereka bilang, ''UUD, ujung ujungnya duit''.

Saya memiliki seorang teman. Dia adalah seorang pejuang. Dia berusaha keras melawan panasnya kota dibalik atap mobilnya yang sudah pesok sanasini, berusaha bertahan ketika mimisan menyerang karena meningkatnya suhu kota ditengahtengah tugas kuliah yang mendera, berjuang begadang bersama di sebuah restoran fastfood sambil cucimata. Dan beberapa jam setelah tulisan ini selesai, ia akan melaksanakan wisuda. Dan kemudian akan kembali ke kota asalnya dengan segera-menaiki mobil perjuangannya-bersama keluarga yang sudah menjemputnya. Alasan ia ingin segera lulus hanya satu dan sangat sederhana. Dia hanya ingin segera pulang dan kembali berada ditengatengah keluarganya yang hangat. Menurut dia keadaan di kota ini tidak kondusif dan tidak sesuai dengan dirinya. Tentunya saya juga berpikiran yang sama.

Sebelum dia pulang, 24 jam lebih sebelumnya, saya mendatangi rumahnya untuk menagih janjinya. Meminjami saya beberapa buku bagus untuk melengkapi laporan tugas akhir kuliah saya. Dan ya adanya, bukunya memang bagusbagus.

Bukan buku dengan hardcover atau harga yang mahal, tapi buku dengan kualitas isi yang tidak pernah saya dapat ketika kuliah. Hanya buku dengan fotokopifotokopi yang tentunya dilarang oleh undangundang. Tapi kami hanya mahasiswa yang ingin mendapatkan ilmu maksimalis dengan modal yang minimalis.

Beberapa bulan yang lalu sebelum ia menjalani sidang akhirnya, ia berpesan pada saya untuk memaksimalkan fasilitas perpustakaan pusat di kampus selama masih kuliah, banyak buku bagus disana tapi kita tidak pernah tahu dan terlalu sibuk mencari hasil indeks prestasi yang tinggi agar masuk daftar peringkat 5 besar di jurusan.

Benar adanya bukubuku yang saya bawa pulang darinya adalah bukubuku yang harus saya miliki. Ketika saya sedang iseng membukanya di kamar kost saat terjaga, bukubuku ini membuka pikiran saya. ''kemana saja saya beberapa tahun ini?? Oh, ibuk, bapak.. Ijinkan aku untuk menambah satu semester lagi agar bisa mendapatkan bukubuku sejenis ini dari perpustakaan kampus... Kemudian saya akan menjadikannya sebuah perpustakaan mungil dalam rumah... Tapi ibuk, beberapa hari yang lalu kau mengatakannya...''

Jujur saya tidak menyangka, teman saya yang begitu periang dan sangat cuek tapi juga genit ini ternyata punya dedikasi yang tinggi terhadap bukubuku di perpustakaan setelah beberapa tahun yang lalu ia sempat menyumpahserapahi kampus tempatnya kuliah. Saya tertawa saja. Ia juga sempat ogahogahan mengenal Negerinya sendiri. Tapi sepertinya tugas akhir kuliah membuat perubahan pada pola pikirnya. Ia akan keliling Nusantara karena banyak hal yang tersirat dari setiap suku dan budaya yang ada. Ia akan semakin tahan banting di tempat perjuangan selanjutnya setelah satu semester ia berhadapan dengan dosen pembimbing yang membuatnya menangis hampir putus asa di sidang akhirnya. Dan akhirnya ia mempelajari budaya Jawa di tugas akhirnya setelah empat semester ia bermain dengan modern chic, modern natural, dan futuristis.

Selamat jalan, teman...

Selamat kembali ke rumahmu yang hangat...

Semoga kau sukses disana!

Jangan lupa layangkan selembar pemberitahuan di hari bahagiamu... ;)

Indonesia menunggumu untuk kau puji...

''next journey mau kemana??'' :D



Tuesday, February 1, 2011

oh Aaron..

saya pikir saya juga manusia biasa yang bisa bermimpi.. jadi saya pikir saya juga ingin bercerita tentang mimpi saya...
hahaha...

semalam saya tidur dengan keadaan super duper sumpek... selalu ada yang mengganggu pikiran saya, tapi saya tidak tahu ada apa... itu selalu menjadi pertanyaan saya... penyakit..
karena pikiran saya terganggu, jadilah saya tidur diiringi sebuah novel dan ditemani lampu 5watt berwarna kuning. lengkap sudah suasana remangremang pengantar tidur di kamar saya.. haha
akhirnya saya tertidur pulas setelah membaca 5 halaman novel.. sukses!
tibatiba saya berada disuatu tempat. familiar. owh... dirumah almarhum mbah... tapi kenapa saya berada di dalam mobil box buluk??? ahh... apaapaan ini?? saya keluar sajalah! menyeberang jalan lalu mencari angkutan umum atau bis atau motor untuk pulang. disini juga banyak orangorang yang melihat saya dengan pandangan aneh. oke saya pergi... saya dapat bis!
setiba dirumah, banyak kerumunan orang di perempatan sebelah rumah.. ada apa sih?? rame amat?? saya penasaran saya datangi. saya malah di datangi seorang tak dikenal dan disuruh membantu mereka melakukan sesuatu. saya heran, ada apa sih?? saya ngikut aja. tibatiba datang sebuah bis putih (heran, kok bisa ada bis masuk di komplek perumahan yang saya tinggali ya?? padahal gang nya cukup smpit!). keluarlah 2 sosok artis bule melambailambaikan tangan mereka. yang satu tinggi agak chubby, yang satu kurus agak pendek. mereka berambut pirang. saya merasa kenal mereka. tidak, tidak ramai seperti yang kau bayangkan. hanya ada sekitar 20 orang dan mereka tidak terlalu mengeluelukan kedua artis tersebut. mereka hanya melihat kedua artis tersebut. beberapa orang berteriak histeris, mengajak foto, meminta tanda tangan, bahkan meminta menyanyikan sedikit lagu tanpa musik. mereka adalah tetanggatetangga saya. hahahaha..... dan kedua orang tersebut menyanyikan lagu mereka masingmasing bergantian tanpa alunan musik, karena keadaannya mereka berada tepat di perempatana jalan! hahahaha... dan warga setempat ada yang sedang mengurus anak mereka, ada yang sedang menyapu halaman, dan beberapa hanya memperhatikan mereka berdua beratraksi diatas aspal. hahahaha.... benarbenar konyol dan saya heran. saya memilih pergi kembali kerumah. kemudian seorang datang menghampiri saya dan berkata, "hei, mau kemana kau?? ayo kesana! itu kan kakak beradik Nick dan Aaron Carter?? bukankan kamu salah satu pengurus di acara itu?? itu kan acara meet and greet yang langka?? gratis tanpa dipungut biaya!! bukankah kamu sangat mengidolakan mereka?? ayo kesana!!"
saya tidak menggubris apa kata orang itu, saya hanya masuk rumah saja. setiba diruang keluarga saya melangkah lunglai sambil berpikir. "ini meet and greet yang langka tanpa dipungut biaya. artisnya bule idola saya. Nick dan Aaron Carter. dan saya panitia! kenapa saya tidak mendapatkan sesuatu apapun dari mereka??? ini adalah kesempatan langka".
tanpa berpikir panjang saya berputar balik dan berlari sambil berpikir, "tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang tetangga saya, maka saya harus mendapatkan sesuatu dari Aaron Carter! ".
ketika dekat dengan sang idola, sisi lain saya berkata, "kenapa Aaron Carter?? kenapa bukan Nick Carter yang lebih ku idolakan ya? dan juga kenapa Aaron Carter ini terlihat lebih muda?? bukankan dia sekarang tidak setampan dirinya semasa umur belasan tahun ya?? Aaron Carter seorang pemabuk dan sekarang sedang melakukan rehabilitasi diri. kenapa bukan Nick Carter??"
entahlah. saya sudah berada di depan Aaron Carter. kemudian saya menggamit lengannya seraya berkata, "please take a photo with me... just one please...". dan dia menjawab, "okay okay". entah kenapa saat itu semua penggemar menjauh dari kami dan seorang sahabat saya yang sedang sekolah di luar negeri, Vika datang membantu saya untuk mengabadikan gambar saya dan Sang Idola. tapi dia terlalu banyak bicara dan lama, Aaron Carter sudah mulai bosan dan gusar. kemudian penggemar yang lain datang dan mengejarnya. menyebalkan. dia berlari meninggalkan kami. lari terbiritbirit. entah kenapa. vika berkata, "sudahlah ada Nick Carter, biarkan saja Aaron.. toh dia tak tahu kawasan sini, kemanapun dia pergi pasti kembali lagi".
terdengar konyol memang, tapi saya berlari ke gang sebelah karena saya meyakini Aaron Carter akan melewatinya, dia pasti tak lari jauh karena takut tersesat. Nick berteriak mencari Aaron, tapi tak ada yang membantunya mencarinya karena sibuk dengan acara meet and greet yang aneh itu.
benar adanya. Aaron Carter melewati gang sebelah, bersembunyi diantara semaksemak karena takut dengan 3 orang remaja perempuan yang mengejarnya. kemudian saya berlari mengejarnya, "Aaron, out from your hidden place... You will save with me! their not maniacs, and so do I! come out!!" herannya dia menurut! dan mendekati saya dengan nafas yang memburu. "okay, good. you will save with me. come go with me. not far from this place.. we can make a little conversation... i'm a good girl.. trust me..". "okay, i trust you".
saya berjalan dengannya, menggamit lengannya dan melakukuan sedikit percakapan.
saya bawa dia ke sekolah belakang gang rumah saya. SMA saya dulu. dimana banyak siswasiswi sedang berlatih basket. tangannya begitu putih dan halus. kulitnya seperti bayi. saya sedikit minder dengan keadaan saya, tapi saya sok percaya diri dengan kulit Indonesia saya. hahahaha....
setelah dia sudah tenang karena berlari tadi, saya ajak dia mengobrol. "i heard you on rehabilitation now, what happen with you?". "I...I...". tibatiba dia menangis. "okay okay, stop talking about this. look, they playing basketball, do you want to play??" lalu dia pergi meninggalkan saya dan mendatangi mereka yang bermain basket. saya tersenyum saja melihatnya tersenyum kembali. dan para siswasiswi tidak ada yang menjerit heboh karena kedatangannya, mereka hanya menyambut Sang Idola dengan melanjutkan permainan.
melihatnya bermain saya ikut tersenyum.

saya mengetik cerita ini dengan diiringi lagulagu di salah satu album Aaron Carter.

Wednesday, January 26, 2011

manusia dalam manusia

tibatiba rasanya semuanya seperti berbalik.
seperti ada perasaan marah yang membuncah dari hati dan pikiran saya.
saya hanya manusia biasa yang punya emosi dan amarah yang selama ini saya pendam.
sebisa mungkin serapat mungkin saya simpan amarah saya.
tapi rasanya seperti semuanya serba ingin keluar.

tibatiba saja saya emosi melihat temanteman saya hari ini.
saya lebih emosi lagi dengan teman saya yang suka mengeluh akan keadaan dirinya hari ini.
saya memang kurang suka melihat mereka mengeluh akan nasibnya.
padahal masih banyak mereka yang tidak beruntung tapi tidak pernah mengeluh.
saya heran apa yang ada di otak mereka.

saya selalu mencoba untuk tidak mengeluh.
Allah, tunjukkan pada saya jalan yang terbaik agar saya tidak mengeluh dengan semua yang sudah Engkau berikan didepanku...
itu yang ada di pikiran saya.
saya lebih memilih untuk belajar memposisikan diri saya.

mungkin saya sok tahu.
mungkin saya sok wise.
mungkin saya sok pintar.
tapi itu saya.
terserah apa kata mereka.
saya memang menyebalkan, terserah.
saya memang gak tau diri, terserah.
tapi saya punya jalan dan pikiran saya sendiri tentang diri saya.
seperti mereka punya jalan dan pikiran mereka sendiri mengenai saya.

saya sedang memikirkan diri saya.
saya sadar saya sedang terpengaruh dengan sebuah keputusan seorang teman.
saya sendiri sedang mencari titik jernih di otak dan hati saya.
bila pun keputusan itu saya ambil, saya juga akan menuai manfaatnya.
setelah sekian tahun saya sakit hati dengan mereka.
saya mungkin akan mendapatkan pelajaran yang setimpal yang mungkin belum pernah saya dapatkan.
rasanya saya seperti akan menyudahi dunia saya, maka saya ingin menyudahinya dengan keputusan yang benar dan bermanfaat untuk saya.

saya ini hanya manusia biasa.
saya percaya setiap orang punya sisi negatif yang sama, hanya saja kadarnya yang berbedabeda.
saya punya rasa iri.
saya punya rasa marah.
saya punya rasa kecewa.
tapi saya memilih diam.
mereka tidak pernah tahu apa arti diam saya.
dan selamanya mereka tidak akan pernah tau, bahwa saya diam saya berpikir.

dan selama kaki saya berpijak di'sini', saya tidak akan pernah menemukan seseorang yang bisa memanusiakan saya.
karena bagi mereka saya ini hanya angin.
mereka semua palsu.
mereka semua berdusta.

dan itu adalah konsekuensi bagi saya.

Wednesday, December 29, 2010

ucapan ulang tahun dari bumi

selamat pagi...
(lebih tepatnya, selamat datang subuh)

sudah beberapa hari ini saya selalu mendahului ayam berkokok
sudah 4 jam yang lalu dari postingan ini melewati tanggal 29 desember
itu berarti saya sudah melewati hari ulang tahun saya
itu juga berarti pergantian tahun sudah mulai mendekat
dan itu juga berarti sidang Kolokium 1 sudah di depan mata sedangkan laporan riset bab 4 dan draft presentasi belum dikerjakan dengan fix
terlalu ribet dengan segala hal bullshit laporan KP!
mata kuliah yang sok penting, sok keren, sok segalanya!

hh... laporan Kerja Praktek...
membuktikan juga bahwa saya sudah hampir melewati semester 7 ini
membuktikan juga bahwa saya sudah pernah bekerja (meskipun tidak digaji)
membuktikan juga bahwa usia saya terbukti bertambah
itu berarti bertambah pula tanggung jawab saya
itu berarti bertambah pula masalah saya
itu berarti bertambah pula penurunan kesehatan saya
padahal saya masih ingin bersenang-senang
padahal saya masih ingin berkeliling-keliling
padahal saya masih ingin bermain-main
padahal bumi masih menunggu tangan saya untuk menjamahnya

bumi..
semester ini adalah semester yang tak bersahabat denganmu
saya pun tidak terlalu suka dengan semester ini
saya harus menghabiskan banyak kertas demi semester ini
bumi, kau begitu perhatian pada saya.. ah, pada kami tepatnya
tapi saya tidak perhatian sama sekali padamu
maafkan saya bumi..
kata maaf tentu tidak akan ada artinya buatmu
tapi bentuk konkrit dari kami adalah harapanmu
semester ini dan semester depan
akan kuperlakukan dirimu sejahanam sifat manusia

bumi, taukah kau, hampir setiap semester saya harus menghabisimu?
tapi semester ini semakin terasa kejahatanku.
entah saya yang jahat atau mereka yang kurang memahami saya
saya tidak paham kau, bumi.. tapi saya tau kau..
sejak saya kuliah, ahh.. tidak. ternyata sejak saya kecil..
saya sering menghabiskan kertas. hanya untuk menggambar
saya seperti tidak menyadari bahwa kau ada..
tetapi ketika saya sadar, saya semakin liar
hampir setiap tahun sejak saya kuliah
hampir setiap tahun pula (sejak saya kuliah) saya merayakan ulang tahun saya dengan tugas tercinta
sepertinya pahit?
tidak, karena tak sepahit dirimu, bumi..
saya justru lebih senang dengan keadaan yang tenang-tenang saja
tidak perlu hurahura
doa pun sudah cukup
karna saya sudah terbiasa terlalu tenang dirumah

bumi,
saya (atau kami?) tidak memperdulikanmu
tapi kamu begitu memperdulikan kami
karna engkau saksi bisu perbuatan kami
kau lah yang akan menjadi saksi kami atas hukuman di tiap perbuatan kami

terima kasih atas ucapan selamat ulang tahunnya, sungguh indah.. :)

*dancing

Saturday, December 25, 2010

deadline - mimpi buruk

hhhh....
sudah lama saya tak blogging..
terlalu lama berkutat dengan banyak tugas itu membosankan..
tidak banyak tugas sebenarnya, tapi lebih karena kurang bisa membagi waktu, sehingga tugas menumpuk..

lama tak blogging membuat saya menemukan banyak hal yang belum pernah saya rasakan..
saya tidak dapat menulisnya satu persatu disini
hingga klimaksanya, saya bertemu dengan deadline dan akhirnya saya mimpi buruk!
saya tidak menyangka bisa mimpi seburuk ini..
bukan mimpi buruk tepatnya.
tapi mimpi yang tidak pernah terpikirkan oleh saya
dan saya rasa saya lebih baik tidak pernah memikirkannya
tapi pada kenyataannya hal tersebut mengganggu pikiran saya

kemudian pikiran saya semakin terbang berkhayal..



there's a space inside your mind and your heart
you will unaware that you will fill the emptyness with what should be there
and then you will awake and feel your lonliness
and find the point

Friday, October 29, 2010

step your feet up

this is how it feels... how it feel when you dancing in your own f**kin' dirty mind i'm on my way to be a daughter.. but no other way to standing in my f**kin' feet dance


begitulah perasaan saya setelah beberapa jam lalu melihat sebuah movie dambaan..
beberapa bulan lalu saya sudah berjanji akan melihat film ini setelah melihat trailer nya di cineplex
perasaan itu semakin kuat ketika saya memutar ulang 2 film sebelumnya di laptop saya
maka saya berjanji saya akan menyisihkan uang jajan saya demi movie 3d di sebuah bioskop.

akhirnya terlaksana juga meskipun tidak ramairamai
hanya dengan seorang teman emosional ketika nonton film bersama
dan film ini begitu emosional
salut

step up
what's my step to up??
i'm just step up on my mind

film ini semakin mendorong saya untuk kembali ke diri saya yang lalu
ya saya merindukan diri saya yang lalu
saya dulu seorang penari
meskipun saya bukan penari profesional
namun, ketika saya sekolah, sempat terpikir dibenak saya untuk menjadi seorang penari profesional
penari, memiliki kesan memang bukan dunia kerja yang menjanjikan
namun saya hanya sekedar ingin menyalurkan hobi

rasanya usia saya sudah terlambat untuk melanjutkan hobi saya ini
tapi film ini membakar emosi saya
rasanya saya marah
tapi saya bisa marah pada siapa?

saya sisihkan sedikit uang jajan saya untuk menonton film ini
demi mengobati rasa sakit saya
ya, memang terobati meskipun tidak terlampiaskan
what a great movie!! damn!! "well, hey you Mr. Bald. it's a bullshit. thanks for support me to reach my f**kin' dream. but it's hurt me anyway. you don't need to know my own privacy. it's a deal for you!!"


















this is about a harmonization
this is about a dynamica
this is about a beautiful movement
this is about an expression
this is about an emotion
this is about a step your feet up
and this is about a pride.

yang ada di benak saya saat ini,
saya hanya ingin mengambil hak saya kembali
sebagai seorang penari
entah bagaimana caranya
ditengahtengah tugas riset yang terus menggebu
saya juga ingin kembali pada dunia saya yang lalu
sebagai penari
modern dance, traditional dance, classical dance, samba dance, street dance, cheerleader(?) or what ever
terimakasih banyak bila saja ada yang mau mengajari saya breakdance
tapi itu sama saja dengan menyetorkan nyawa saya
hahaha

This is a beautiful country, Indonesia I need to learn your dancing, hey Indonesia! it's a damnfull beautiful dancing bring me to the dancefloor, please.. take me back to the training dance i need it soon


so, where is your way stepped out?

Sunday, August 22, 2010

Biasa

Banyak orang bilang, "I'm just an ordinary people".
Begitu pula dengan saya. Saya juga orang biasa.
Saya hanya manusia biasa, yang seperti biasanya orang yang biasabiasa saja terkadang ingin sesuatu yang luar biasa.
Begitu pula dengan saya.
Saya yang manusia biasa ini terkadang juga menginginkan sesuatu yang luar biasa.
Benarbenar diluar dari kebiasaan saya.
Tapi, untuk menjadi luar biasa itu, saya memerlukan sesuatu yang diluar dari biasanya saya.
Dan untuk memperoleh luar biasa itu, saya belum mampu untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa itu. Karena memang benarbenar diluar biasanya saya.
Memang saya berharap saya bisa menjadi luar biasa dari biasanya saya. Meskipun luar biasa itu tidak se luar biasa mereka yang sudah luar biasa untuk yang lain.
Saya hanya ingin menjadi luar biasa untuk diri saya sendiri.
Tapi untuk menjadi luar biasa ini, saya jg harus bisa menerima hal yang diluar dari biasanya yang saya terima.
Dan saya belum siap menerima itu.
Saya hanya ingin menjadi luar biasa, cukup untuk diri saya sendiri.
Dan mereka, terserah mereka mau bilang apa.



210810/03.12

Wednesday, August 4, 2010

ya.. saya hanya manusia biasa

sedih...?
ya..
sedih melihat orang lain salah persepsi tentang persahabatan yang saya jalin..
saya tersinggung?
tentu..
padahal saya tidak perlu tersinggung...
tapi saya sedih bila persahabatan ini pada akhirnya merugikan bahkan menyakiti orang lain...
dan tentu saja, ini bukan maksud dan tujuan saya..
tidak pernah sekalipun terpikirkan di benak saya...
naudzubillahimindzalik...

mari berpikir labih dewasa, sob!
siapa yang seharusnya mengerti tentang keadaan yang sebenarnya?

Lillahita'alaa...

Wednesday, July 14, 2010

mereka bilang saya aneh

banyak hal berkecamuk dalam pikiran saya
tidak satupun yang mampu keluar dari mulut saya
tidak satupun juga yang ingin dikeluarkan
pikiran ini terlalu sempit untuk memikirkan banyak hal
karna banyak hal yang begitu rumit untuk dipikirkan
lalu saya memilih bersuara dalam diam

suatu hari saya menemukan kata 'badmood'
apa arti kata badmood?
saya temukan artinya
lalu saya ingin tahu lagi
seperti apakah badmood itu?
saya tahu rasanya
kini saya bertanya lagi
kenapa badmood itu ada??
saya masih belum tahu jawabannya

seperti saat ini
saya sedang mempersulit otak saya sendiri
terkadang suatu masalah yang begitu sepele saya pertanyakan ulang
pertanyaan yang saya ajukan tidak terlalu sulit
ironisnya saya tahu jawabannya
tapi saya masih menanyakan ulang pada orangorang disekeliling saya

seperti saat ini
saya sedang sebal [ini juga menjadi pertanyaan, kenapa sebal itu ada??]
kenapa masih ada orang yang berkeluhkesah atas apa yang sudah dia miliki??
dia sudah diberi kecukupan, cukup punya banyak teman, cukup punya banyak kegiatan, cukup ada seorang pacar yang begitu perhatian, cukup ada keluarga yang begitu penyayang...
lalu kenapa dia masih berkeluh kesah yang menurutnya mereka tidak mengerti dia??
saya juga heran
kenapa banyak orang menanggapi sesuatu dengan berlebihlebihan?
saya rasa saya sudah cukup mengerti, maka saya berusaha sesederhana mungkin
tetapi kenapa mereka bilang saya berlebihan??
padahal pikiran mereka yang berlebihan
lalu, dalam hal seperti ini, siapa yang bersalah?
atau, apakah hal seperti ini perlu dipersalahkan??

suatu ketika
saya ingin menyampaikan sebuah pendapat
pendapat yang menurut saya unik
pendapat yang menurut saya tidak perlu menjadi bahan ejekan
lalu seorang teman menanggapi dengan senang hati
lalu seorang teman yang lain mengatakan saya sedang berlebihan
padahal saya hanya ingin mengungkapkan pemikiran saya
dan selanjutnya akan menjadi bahan ejekan untuk saya


saya pernah mendapat nasehat dari seorang teman
human is unique
maka setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangannya masingmasing
untuk itu, menghargai hal sekecil apapun disekeliling kita itu indah