Saturday, June 11, 2011
.........mmmm
berpikirlah dengan nalar, maka saya seperti melakukan sesuatu yang siasia karena saya seperti berjalan di atas benang rapuh. namun, berpikirlah manusiawi, bahwa semua ada yang mengendalikan, dan bila waktuku belum tiba, maka saya masih bisa berusaha. tugas saya hanya satu. berusaha, berdoa, memohon dan berpasrah. tapi tak seruwet otak saya, karena pikiran saya ruwet dengan sesuatu yang tidak ilmiah.
saya meyakinkan diri saya, saya sama seperti mereka. meskipun saya berbeda, tapi saya dan mereka adalah sama. tapi seolaholah mereka membedakan saya. saya percayakan diri saya saya bisa berdiri tegak seperti bahkan melebihi mereka. tapi nalar saya mengatakan belum tentu. saya masih berjalan diatas kejanggalankejanggalan yang mungkin tidak akan pernah selesai. karena memang keberadaan saya dan mereka akan selalu begitu adanya. dan tugas saya dan mereka hanya satu, belajar dan mencari.
saya sedang memuaskan diri saya menderaikan air mata. diantara kegigihan saya, diantara kesabaran orang tua saya, diantara dukungan temanteman terbaik saya, diantara dorongan kakakkakak saya, diantara sahabatsahabat saya yang sedikit demi sedikit mulai menjauh. saya mungkin akan menyudahinya dengan cepat, tapi mungkin juga saya akan mencoba bangkit.
Friday, June 3, 2011
not a nothing
it made me smile all night long
where i never been like that before, after all
other side of my heart, finding on something
something to be hopefulness
other thing to make me smile
all the time
blown my heart
burn my cheek
blush my eyes
jump to the air
fly me to the sky
another think to the void
and keep blow me to smile
there you are, here i am
you just beat my heart
a line to madness of killing you
Sunday, April 17, 2011
Tuesday, April 5, 2011
Yes, I Will Be The One and Only
I guess you were lost when I met you
Still there were tears in your eyes
So out of trust and I knew
No more than mysteries and lies
There you were, wild and free
Reachin' out like you needed me
A helping hand to make it right
I am holding you all through the night
I'll be the one
Who will make all your sorrows undone
I'll be the light
When you feel like there's nowhere to run
I'll be the one...
To hold you and make sure that you'll be alright
'Cause my faith is gone
And I want to take you from darkness to light
You need me like I need you
We can share our dreams comin' true
I can show you what true love means
Just take my hand, baby please
I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
To make it alright
I'll be the one
- The One _ Backstreet Boys -
*dengan segala edit*
Lagu lama
Tapi saya sangat suka dan masih suka lagu ini
Saya bisa mengulangnya hingga 3-10 kali di playlist mp3 saya...
Saya tetap suka...
Saya ingat, dulu waktu usia saya masih 12 tahun, saya pernah menyanyikan lagu ini di atas meja. Ketika itu saya sedang mengikuti lomba karaoke di sekolah.. Panggung dadakan dari beberapa meja belajar.. hahaha... Dengan segala rasa percaya diri saya miliki, saya menyanyikan lagu ini sambil menarinari diatas meja disaksikan oleh banyak guru dan temanteman sesekolahan.
Saya memenangkan juara 2!
hahaha...
Saya selalu bersemangat ketika mendengarkan lagu ini...
Bersemangat bernyanyi dan berjogetjoget tentunya... :D
Thursday, March 31, 2011
Wednesday, March 30, 2011
Thursday, March 24, 2011
just be STRONG
Karena tidak yakin, saya pergi ke kampus untuk mencari pengumumannya. Setelah ketemu, saya dapati ada 4 baris nama di sebelah nama saya. Ternyata ada 3 dosen yang akan menguji hasil tugas akhir saya di kolokium 1 nanti. Saya shock, saya menjerit. Ok, I'm gonna be fine, just do my best now. Begitu kata saya saat itu.
Saya heran lagi, setelah saya cari dari sekian banyak nama temanteman saya, hanya nama saya dan seorang kakak senior yang akan diuji oleh 3 dosen. Kenapa hanya 2 orang dari sekian puluhan orang?? Mungkin karena judul Tugas Akhir saya yang 'menarik perhatian'nya. Lalu, bagaimana dengan judul Tugas Akhir si senior? Apa judulnya?? Entahlah..
Hari H pun tiba. Kolokium 1 dengan 3 orang dosen penguji dan seorang dosen pembimbing. Ternyata salah satu dosen penguji tidak datang, ibu dosen yang disinyalir sangat memahami konsep dari judul Tugas Akhir yang saya angkat. Dengan percaya diri saya presentasikan didepan 2 orang bapak dosen dan seorang ibu dosen. Meskipun pada akhirnya presentasi saya di jatuhkan oleh seorang dosen, tapi saya masih bisa mengatasinya. Ya, ada manis dan ada kecut. itu sudah biasa.
Entah kenapa hari itu saya terlalu santai dan tidak memikirkan bagaimana dengan seorang dosen penguji yang tidak masuk itu. Saya Pulang.
Keesokan harinya, saya membuka pembicaraan dengan seorang teman baik yang sudah lulus semester lalu. Dia mendorong saya untuk segera menghubungi dosen koordinator untuk melanjutkan di Kolokium 2. Dengan bergegas saya mengirim pesan pendek ke ibu dosen, lalu segera berangkat ke kampus. Besok saya akan diuji seorang diri oleh Sang Ibu Dosen. Saya harus bisa lebih yakin dari hari sebelumnya.
Tiba waktunya saya untuk diuji di kolokium 1 seorang diri di meja kerja sang ibu dosen. Hari ini. Sanggahansanggahan kecil mulai tampak di tengahtengah presentasi. Saya masih bertahan. Menginjak penampilan sketsa perspektif desain saya, mulai muncul sanggahansanggahan yang sedikit menohok pertahanan saya. Dan akhirnya mulai datang bertubitubi berbagai sanggahan, bantahan yang menghantam saya. Saya baru mulai goyah.
Sebenarnya saya paham, apa yang beliau katakan, jauhjauh hari saya sudah mengerti. Karena semua yang ada di uneguneg saya mulai terkuak satu persatu. Bimbingan yang saya dapat dari satu semester yang lalu terasa seperti abstrak. Saya justru mendpat bimbingan yang benar dari sang ahli. Meskipun merasakan di'bantai habishabisan', tapi saya juga merasakan adanya titik terang. Hanya saja masih ada beberapa hal yang memang saya merasa kesulitan untuk membenarkannya.
Semakin terkuak, rahasiarahasia kecil sedikit menganga. Saya tidak tahu apakah yang lakukan ini benar atau salah. Tapi saya merasa baikbaik saja. Semoga saya tidak menyesal dan terus bersyukur. Tanpa saya sadari, ada yang mengembun di mata saya, lalu mengalir lembut ke pipi saya. Kata maaf pun meluncur dari mulut saya, sang dosen bilang sedikit terharu. Entah apa ini. "Ini kolokium, ato asistensi, ato curhat sih?"
Tapi dari dalam hati saya, saya jujur, saya lega.
Keluar dari ruangan, saya masih belum berhenti mengeluarkan air mata. Terima kasih temanteman, tapi saya lebih tahu keadaan saya, saya lebih mengenal diri saya.
Terlalu banyak yang ada di pikiran saya, terlalu banyak target yang mereka minta, terlalu banyak revisi yang harus saya kerjakan, terlalu banyak ragam karakter mereka. Dan jujur, terlalu sulit untuk menyeimbangkan keinginan mereka berlima(3 dosen penguji, 1 dosen pembimbing dan 1 dosen koordinator) untuk dijadikan satu kesatuan yang indah. Karena mereka terlalu kuat. Dan saya begitu berbeda dengan mereka yang berjalan dengan 4 dosen saja.
Tapi saya percaya, saya dilahirkan untuk menjadi kuat.
I WAS BORN TO BE STRONG!
Sunday, March 13, 2011
where am i for some last year??
Saya sudah 3,5 tahun lebih duduk di bangku kuliah dan bertemu dengan komunitas baru setelah 12 tahun lebih berada di bangku sekolah dimana saya sekolah di satu kota yang saya akan menemukan orangorang yang sama dengan dimana saya tinggal.
Duduk di bangku kuliah dengan bertemu temanteman dari berbagai macam asalusul dan daerah yang berbeda serta membawa berbagai kultur dan berbagai macam semangat dalam berkarya.
Hanya sebatas basabasi, saya adalah salah satu orang aneh yang tidak terlalu perlu untuk dibahas dan tidak terlalu penting untuk diramaikan. Saya hanya sebuah aksentuasi dari berbagai banyak manusia dan kulturnya di kelas saya.
Sistem orientasi dan birokrasi kampus membuat perut saya mual dan kepala saya pusing. Di dukung dengan kondisi iklim lokal kampus serta keadaan lingkungan sekitar yang bisa dikatakan dapat membunuh diri perlahanlahan, saya bukan orang yang bersemangat memperjuangkan sesuatu selama kuliah. Saya hanya seorang yang pasrah dan belajar ikhlas.
Berbagai macam kebusukan mulai terkuak satu persatu di balik tirai nama besar sebuah perguruan tinggi.
Saya lihat dari perjuangan temanteman kuliah saya-yang pada akhirnya memutuskan untuk mempercepat satu semester masa kuliahnya-ketika harus memenuhi satu persyaratan kelulusan. Mereka bilang, ''UUD, ujung ujungnya duit''.
Saya memiliki seorang teman. Dia adalah seorang pejuang. Dia berusaha keras melawan panasnya kota dibalik atap mobilnya yang sudah pesok sanasini, berusaha bertahan ketika mimisan menyerang karena meningkatnya suhu kota ditengahtengah tugas kuliah yang mendera, berjuang begadang bersama di sebuah restoran fastfood sambil cucimata. Dan beberapa jam setelah tulisan ini selesai, ia akan melaksanakan wisuda. Dan kemudian akan kembali ke kota asalnya dengan segera-menaiki mobil perjuangannya-bersama keluarga yang sudah menjemputnya. Alasan ia ingin segera lulus hanya satu dan sangat sederhana. Dia hanya ingin segera pulang dan kembali berada ditengatengah keluarganya yang hangat. Menurut dia keadaan di kota ini tidak kondusif dan tidak sesuai dengan dirinya. Tentunya saya juga berpikiran yang sama.
Sebelum dia pulang, 24 jam lebih sebelumnya, saya mendatangi rumahnya untuk menagih janjinya. Meminjami saya beberapa buku bagus untuk melengkapi laporan tugas akhir kuliah saya. Dan ya adanya, bukunya memang bagusbagus.
Bukan buku dengan hardcover atau harga yang mahal, tapi buku dengan kualitas isi yang tidak pernah saya dapat ketika kuliah. Hanya buku dengan fotokopifotokopi yang tentunya dilarang oleh undangundang. Tapi kami hanya mahasiswa yang ingin mendapatkan ilmu maksimalis dengan modal yang minimalis.
Beberapa bulan yang lalu sebelum ia menjalani sidang akhirnya, ia berpesan pada saya untuk memaksimalkan fasilitas perpustakaan pusat di kampus selama masih kuliah, banyak buku bagus disana tapi kita tidak pernah tahu dan terlalu sibuk mencari hasil indeks prestasi yang tinggi agar masuk daftar peringkat 5 besar di jurusan.
Benar adanya bukubuku yang saya bawa pulang darinya adalah bukubuku yang harus saya miliki. Ketika saya sedang iseng membukanya di kamar kost saat terjaga, bukubuku ini membuka pikiran saya. ''kemana saja saya beberapa tahun ini?? Oh, ibuk, bapak.. Ijinkan aku untuk menambah satu semester lagi agar bisa mendapatkan bukubuku sejenis ini dari perpustakaan kampus... Kemudian saya akan menjadikannya sebuah perpustakaan mungil dalam rumah... Tapi ibuk, beberapa hari yang lalu kau mengatakannya...''
Jujur saya tidak menyangka, teman saya yang begitu periang dan sangat cuek tapi juga genit ini ternyata punya dedikasi yang tinggi terhadap bukubuku di perpustakaan setelah beberapa tahun yang lalu ia sempat menyumpahserapahi kampus tempatnya kuliah. Saya tertawa saja. Ia juga sempat ogahogahan mengenal Negerinya sendiri. Tapi sepertinya tugas akhir kuliah membuat perubahan pada pola pikirnya. Ia akan keliling Nusantara karena banyak hal yang tersirat dari setiap suku dan budaya yang ada. Ia akan semakin tahan banting di tempat perjuangan selanjutnya setelah satu semester ia berhadapan dengan dosen pembimbing yang membuatnya menangis hampir putus asa di sidang akhirnya. Dan akhirnya ia mempelajari budaya Jawa di tugas akhirnya setelah empat semester ia bermain dengan modern chic, modern natural, dan futuristis.
Selamat jalan, teman...
Selamat kembali ke rumahmu yang hangat...
Semoga kau sukses disana!
Jangan lupa layangkan selembar pemberitahuan di hari bahagiamu... ;)
Indonesia menunggumu untuk kau puji...
''next journey mau kemana??'' :D








Tuesday, February 1, 2011
oh Aaron..
hahaha...
semalam saya tidur dengan keadaan super duper sumpek... selalu ada yang mengganggu pikiran saya, tapi saya tidak tahu ada apa... itu selalu menjadi pertanyaan saya... penyakit..
karena pikiran saya terganggu, jadilah saya tidur diiringi sebuah novel dan ditemani lampu 5watt berwarna kuning. lengkap sudah suasana remangremang pengantar tidur di kamar saya.. haha
akhirnya saya tertidur pulas setelah membaca 5 halaman novel.. sukses!
tibatiba saya berada disuatu tempat. familiar. owh... dirumah almarhum mbah... tapi kenapa saya berada di dalam mobil box buluk??? ahh... apaapaan ini?? saya keluar sajalah! menyeberang jalan lalu mencari angkutan umum atau bis atau motor untuk pulang. disini juga banyak orangorang yang melihat saya dengan pandangan aneh. oke saya pergi... saya dapat bis!
setiba dirumah, banyak kerumunan orang di perempatan sebelah rumah.. ada apa sih?? rame amat?? saya penasaran saya datangi. saya malah di datangi seorang tak dikenal dan disuruh membantu mereka melakukan sesuatu. saya heran, ada apa sih?? saya ngikut aja. tibatiba datang sebuah bis putih (heran, kok bisa ada bis masuk di komplek perumahan yang saya tinggali ya?? padahal gang nya cukup smpit!). keluarlah 2 sosok artis bule melambailambaikan tangan mereka. yang satu tinggi agak chubby, yang satu kurus agak pendek. mereka berambut pirang. saya merasa kenal mereka. tidak, tidak ramai seperti yang kau bayangkan. hanya ada sekitar 20 orang dan mereka tidak terlalu mengeluelukan kedua artis tersebut. mereka hanya melihat kedua artis tersebut. beberapa orang berteriak histeris, mengajak foto, meminta tanda tangan, bahkan meminta menyanyikan sedikit lagu tanpa musik. mereka adalah tetanggatetangga saya. hahahaha..... dan kedua orang tersebut menyanyikan lagu mereka masingmasing bergantian tanpa alunan musik, karena keadaannya mereka berada tepat di perempatana jalan! hahahaha... dan warga setempat ada yang sedang mengurus anak mereka, ada yang sedang menyapu halaman, dan beberapa hanya memperhatikan mereka berdua beratraksi diatas aspal. hahahaha.... benarbenar konyol dan saya heran. saya memilih pergi kembali kerumah. kemudian seorang datang menghampiri saya dan berkata, "hei, mau kemana kau?? ayo kesana! itu kan kakak beradik Nick dan Aaron Carter?? bukankan kamu salah satu pengurus di acara itu?? itu kan acara meet and greet yang langka?? gratis tanpa dipungut biaya!! bukankah kamu sangat mengidolakan mereka?? ayo kesana!!"
saya tidak menggubris apa kata orang itu, saya hanya masuk rumah saja. setiba diruang keluarga saya melangkah lunglai sambil berpikir. "ini meet and greet yang langka tanpa dipungut biaya. artisnya bule idola saya. Nick dan Aaron Carter. dan saya panitia! kenapa saya tidak mendapatkan sesuatu apapun dari mereka??? ini adalah kesempatan langka".
tanpa berpikir panjang saya berputar balik dan berlari sambil berpikir, "tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang tetangga saya, maka saya harus mendapatkan sesuatu dari Aaron Carter! ".
ketika dekat dengan sang idola, sisi lain saya berkata, "kenapa Aaron Carter?? kenapa bukan Nick Carter yang lebih ku idolakan ya? dan juga kenapa Aaron Carter ini terlihat lebih muda?? bukankan dia sekarang tidak setampan dirinya semasa umur belasan tahun ya?? Aaron Carter seorang pemabuk dan sekarang sedang melakukan rehabilitasi diri. kenapa bukan Nick Carter??"
entahlah. saya sudah berada di depan Aaron Carter. kemudian saya menggamit lengannya seraya berkata, "please take a photo with me... just one please...". dan dia menjawab, "okay okay". entah kenapa saat itu semua penggemar menjauh dari kami dan seorang sahabat saya yang sedang sekolah di luar negeri, Vika datang membantu saya untuk mengabadikan gambar saya dan Sang Idola. tapi dia terlalu banyak bicara dan lama, Aaron Carter sudah mulai bosan dan gusar. kemudian penggemar yang lain datang dan mengejarnya. menyebalkan. dia berlari meninggalkan kami. lari terbiritbirit. entah kenapa. vika berkata, "sudahlah ada Nick Carter, biarkan saja Aaron.. toh dia tak tahu kawasan sini, kemanapun dia pergi pasti kembali lagi".
terdengar konyol memang, tapi saya berlari ke gang sebelah karena saya meyakini Aaron Carter akan melewatinya, dia pasti tak lari jauh karena takut tersesat. Nick berteriak mencari Aaron, tapi tak ada yang membantunya mencarinya karena sibuk dengan acara meet and greet yang aneh itu.
benar adanya. Aaron Carter melewati gang sebelah, bersembunyi diantara semaksemak karena takut dengan 3 orang remaja perempuan yang mengejarnya. kemudian saya berlari mengejarnya, "Aaron, out from your hidden place... You will save with me! their not maniacs, and so do I! come out!!" herannya dia menurut! dan mendekati saya dengan nafas yang memburu. "okay, good. you will save with me. come go with me. not far from this place.. we can make a little conversation... i'm a good girl.. trust me..". "okay, i trust you".
saya berjalan dengannya, menggamit lengannya dan melakukuan sedikit percakapan.
saya bawa dia ke sekolah belakang gang rumah saya. SMA saya dulu. dimana banyak siswasiswi sedang berlatih basket. tangannya begitu putih dan halus. kulitnya seperti bayi. saya sedikit minder dengan keadaan saya, tapi saya sok percaya diri dengan kulit Indonesia saya. hahahaha....
setelah dia sudah tenang karena berlari tadi, saya ajak dia mengobrol. "i heard you on rehabilitation now, what happen with you?". "I...I...". tibatiba dia menangis. "okay okay, stop talking about this. look, they playing basketball, do you want to play??" lalu dia pergi meninggalkan saya dan mendatangi mereka yang bermain basket. saya tersenyum saja melihatnya tersenyum kembali. dan para siswasiswi tidak ada yang menjerit heboh karena kedatangannya, mereka hanya menyambut Sang Idola dengan melanjutkan permainan.
melihatnya bermain saya ikut tersenyum.
saya mengetik cerita ini dengan diiringi lagulagu di salah satu album Aaron Carter.
Wednesday, January 26, 2011
manusia dalam manusia
seperti ada perasaan marah yang membuncah dari hati dan pikiran saya.
saya hanya manusia biasa yang punya emosi dan amarah yang selama ini saya pendam.
sebisa mungkin serapat mungkin saya simpan amarah saya.
tapi rasanya seperti semuanya serba ingin keluar.
tibatiba saja saya emosi melihat temanteman saya hari ini.
saya lebih emosi lagi dengan teman saya yang suka mengeluh akan keadaan dirinya hari ini.
saya memang kurang suka melihat mereka mengeluh akan nasibnya.
padahal masih banyak mereka yang tidak beruntung tapi tidak pernah mengeluh.
saya heran apa yang ada di otak mereka.
saya selalu mencoba untuk tidak mengeluh.
Allah, tunjukkan pada saya jalan yang terbaik agar saya tidak mengeluh dengan semua yang sudah Engkau berikan didepanku...
itu yang ada di pikiran saya.
saya lebih memilih untuk belajar memposisikan diri saya.
mungkin saya sok tahu.
mungkin saya sok wise.
mungkin saya sok pintar.
tapi itu saya.
terserah apa kata mereka.
saya memang menyebalkan, terserah.
saya memang gak tau diri, terserah.
tapi saya punya jalan dan pikiran saya sendiri tentang diri saya.
seperti mereka punya jalan dan pikiran mereka sendiri mengenai saya.
saya sedang memikirkan diri saya.
saya sadar saya sedang terpengaruh dengan sebuah keputusan seorang teman.
saya sendiri sedang mencari titik jernih di otak dan hati saya.
bila pun keputusan itu saya ambil, saya juga akan menuai manfaatnya.
setelah sekian tahun saya sakit hati dengan mereka.
saya mungkin akan mendapatkan pelajaran yang setimpal yang mungkin belum pernah saya dapatkan.
rasanya saya seperti akan menyudahi dunia saya, maka saya ingin menyudahinya dengan keputusan yang benar dan bermanfaat untuk saya.
saya ini hanya manusia biasa.
saya percaya setiap orang punya sisi negatif yang sama, hanya saja kadarnya yang berbedabeda.
saya punya rasa iri.
saya punya rasa marah.
saya punya rasa kecewa.
tapi saya memilih diam.
mereka tidak pernah tahu apa arti diam saya.
dan selamanya mereka tidak akan pernah tau, bahwa saya diam saya berpikir.
dan selama kaki saya berpijak di'sini', saya tidak akan pernah menemukan seseorang yang bisa memanusiakan saya.
karena bagi mereka saya ini hanya angin.
mereka semua palsu.
mereka semua berdusta.
dan itu adalah konsekuensi bagi saya.


