Sunday, December 25, 2011

kenangkenangan


Thank you for the sweet photograph. I really love it.. Emotional story.. :)

Dilemma

Sudah hampir 4 minggu saya bekerja. Bekerja di sebuah showroom interior di Kota Surabaya bagian barat. Sebagai marketing tentunya, bukan sebagai desainer. Yap, posisi yang tentunya bukan saya inginkan. Tapi saya memang harus membayar mahal harga sebuah pengalaman. Membayar mahal dengan menanggalkan beberapa hobi kesukaan saya. Demi sebuah hobi baru saya, saya juga harus membayar mahal dengan mencari pekerjaan untuk keberlanjutan hidup saya. Saya ingat, seorang teman baik selalu mengingatkan saya agar tetap menjalani pekerjaan yang ada untuk sebuah pengalaman karena suatu saat nanti saya pasti akan memperoleh pelajaran yang bermakna dari situ. Ya, memang benar. Dimanapun kita akan memperoleh palajaran yang berharga.


Di sisi lain, saya masih berpikir, alangkah membosankannya bekerja di tepat tersebut, suasana yang terlalu modern bagi saya. Sedangkan saya bukan orang yang begitu menyukai hal-hal yang terlalu modern. Tapi bukan berarti saya tidak mau terbuka dengan gadget modern ya.. Saya mengerti bahwa saya masih baru dan perlu banyak belajar. Namun, posisi yang saya dapatkan sekarang mau tidak mau memaksa saya untuk bisa menghadapi para customer dengan gaya hidupnya yang glamour dan bermewahmewah. Menyamankan dirinya dengan segala perabot yang mahal dan terdesain dengan apik. Menyempurnakan hidupnya dengan bangunan rumah yang megah. Hmm.. memang tugas saya sebagai seorang marketing (dan desainer nantinya) untuk memberikan pelayanan terbaik dengan desain yang apik kepada para customer. Tapi ternyata hal tersebut membuat saya menjadi dilemma dengan perasaan saya sendiri.

Saya masih tinggal di rumah kost di sekitar tempat saya kuliah dulu. Di Surabaya bagian timur. Perjalanan yang saya tempuh memang cukup jauh. Kurang lebih sekitar 40 menit. Saya masih berat meninggalkan rumah kost ini. Rumah kost yang terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Memang taruhannya saya harus menempuh perjalanan yang jauh dan cukup melelahkan bila terjebak macet. Perjalanan jauh inilah yang membuat saya merasa dilemma.

Di perjalanan, saya akan menemui beberapa perempatan lampu merah. Dan beberapa diantaranya, para pengendara akan disuguhi oleh tontonan yang tak mengenakan tentunya. Para pedagang koran yang menjajakan korannya tanpa alas kaki atau bahkan terhitung masih anakanak, pengemis dengan menggunakan kruk, atau bahkan sekeluarga tuna wisma yang menengadahkan tangannya di pinggir jalan, dan bermacammacam lainnya. Miris memang.

Seperti ketika saya melihat daftar para customer yang alamatnya ratarata berada si residence, apartment, dan beberapa perumahan elit di Surabaya, saya langsung ingat mereka yang di jalanan sana. Alangkah jauhnya perbandingannya. Sedangkan saya berada dalam perasaan yang dilematis harus berbuat apa. Saya sendiri tidak lahir dari keluarga berpunya, hanya saja saya beruntung berada di antara keluarga yang berkecukupan. Lamanya saya tinggal di Surabaya memberikan saya banyak pelajaran, tidak hanya dari kuliah, tapi juga dari kehidupan. Secara tidak langsung, kuliah saya membuat saya berpikir, bahwa ada langit di atas langit.

Saya memang sering bepergian meskipun tidak keluar kota, hanya sebatas Surabaya saja, tapi saya menikmati setiap perjalanan saya. Saya menikmati ketika saya harus berlarilari mengejar waktu untuk membeli sebuah Aquarell di sebuah toko yang cukup jauh dari kampus kemudian setiba di kost, saya langsung demam sedangkan tugas kuliah harus segera diselesaikan. Ketika saya harus berpuasa makan siang hanya untuk membeli pohon mungil untuk isi maket saya padahal saya lapar setengah mati. Saya harus segera mendapatkan kawat strimin tapi tibatiba ban motor saya bocor ditengahtengah macet. Dan masih banyak lainnya. Hahaha… saya jadi rindu. Kembali lagi ke topik. Saya menikmati perjalanan saya dimana saya akan menemukan berbagai macam orang dan polah tingkahnya di jalanan.

Suatu hari saya akan bepergian dengan seorang teman dan berhenti di perempatan lampu merah. Tibatiba ada seorang anak perempuan mendatangi kami sambil menengadahkan tangannya. “Mbak, nyuwun duwike mbak.. belum makan tiga hari mbak… sakwelase mbak…”. What??? Belum makan tiga hari tapi lu sempat ya beli gelang manikmanik lucu itu, trus baju lu bagus pula! Sapa sih nyokapnya?? Bego banget!!

“Hah?? Belum makan tiga hari??? Kamu kelas berapa?” kuladeni saja ini pengemis abalabal.

“Kelas tiga mbak..”

“Kamu gak belajar ta?”

“Sudah mbak..tadi..”

“Belajar apa kamu?? Kok sekarang main-main? Gak tidur ta?” kepo banget gue.

“enggak mbak… kan nyari uang…”

“lhoh? Lha ibukmu dimana lho? Kok kamu yang nyari uang??”

“disana mbak..” sambil nunjuk suatu arah

“berapa nilai matematikamu?” gue nanya apaan coba.

“Mbak…minta uang mbak..”

“Lhoh, aku tanya gak kamu jawab.. aku gak mau kasih uang”

“Ayo ta mbaak…minta uang…”

“Gak mau aku. Kamu lho gak belajar” apaan sih?

“Mbak…minta uang…” masih menengadah memelas. 20 detik lagi lampu hijau. Buruburu saya ambil selembar seceng di saku (‘seceng’, berasa terkontaminasi sama obrolan di kantor).

Kuberikan uang itu pada si anak perempuan, “jangan lupa rajin belajar ya.. biar pinter… biar nanti duitnya banyak..”. Si anak perempuan langsung berlalu.

Setiap perjalanan saya selalu mencoba melaju dalam kecepatan rendah dan menengok kanan dan kiri hanya untuk menikmati apaapa yang ada di sana. Mmm.. tidak selalu. Saya pernah membayangkan, bagaimana bila suatu saat nanti saya mencoba menjalani hidup seperti mereka. Mengamen di perempatan atau taman kota, mengemis di jalanan, atau bahkan tidur di trotoar, merasakan seperti apa yang mereka rasakan.

Saya adalah orang yang beruntung hingga saat ini. Sekurang apapun keadaan saya, masih banyak mereka yang lebih kurang beruntung daripada saya. Maka, hendaklah saya menjadi orang yang pandai bersyukur.

Saya ingat, seorang teman pernah bercerita, ia ingin sekali menjadi salah seorang tim sukarelawan korban bencana alam, atau tim sukarelawan apapun. Pikiran itu juga pernah hinggap di benak saya beberapa tahun lalu. Tapi sempat menghilang karena terlalu sibuk dengan tugas kuliah saya. Dan karena teman saya itu, pikiran itu muncul lagi. Hanya saja saya tidak tahu harus memulainya darimana. Menolong itu sangat menyenangkan, apalagi bila pertolongan itu disertai dengan ketulusan. Sedangkan menjadi seorang sukarelawan itu merupakan anugerah, tapi saya masih belum tahu saya harus berbuat apa.

Modern. Ah, Indonesia ini memang terlalu cantik untuk disandingkan dengan kata modern. Banyak nilainilai tradisional yang teramat indah dibandingkan dengan modern. Modern seolah membatasi ruang gerak budaya kita. Padahal budaya di Nusantara ini tak terkira nilainya. Dan ini yang membuat idealisme saya seperti berteriak. Padahal idealisme ini bisa jadi tidak berlaku dalam dunia kerja. Aahh… saya jadi ingin jalanjalan lagi, menikmati perjalanan, bertemu dengan banyak teman baru dan mengenal budaya baru. I hope it’s not only in a words, but I will did it, although I never know when it will be.

Mudahkan hidupnya hiasi dengan belai-Mu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Terangi harinya dengan lembut mentari-Mu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka

Sheila On 7 - Lihat Dengar, Rasakan


Saya memang bukan orang yang terlalu memikirkan ada atau tidak adanya uang, yang penting saya bahagia dengan cara saya. Saya terlalu belel untuk jadi orang glamour, tapi saya juga tidak bisa untuk menjadi gembel (saya ingat percakapan saya dan teman kantor saya kemaren, “Er, mana ya tempat cuci motor paling dekat daerah sini? Motorku ‘the-kill’ and ‘the-kumel’ nih..”. “iya kayak orangnya.. haha.. bercanda mbak..”. lah tapi emang bener). Saya pikir, saya lebih baik bekerja dulu. Bila ada kesempatan untuk berkuliah lagi, saya akan lanjutkan. Saya masih mencari peluang untuk menjadi mereka atau membantu mereka. Tapi saya memang harus bersabar menghadapi celotehan para klien di kantor saya. Sebenarnya hal tersebut membuat saya mual setiap kali bangun pagi. Tapi saya harus merasa baikbaik saja. Demi mengumpulkan uang untuk ide gila selanjutnya. Dan saya masih mencari partner.


*sedang memutar : Sheila On 7 : Khaylila's Song*

Saturday, December 24, 2011

woman

"Eh, dear. Inget ya... kita sudah gak bicara lagi tentang cewek dan cowok.. kita bicara tentang pria dan wanita"

"Itu sama saja menunjukkan bahwa kita sudah menjelang lapuk"

"Bukan menjelang lapuk, sayang.. kita dewasa"

"Ahaa.. ya. kita dewasa dan bebas bergaul dan menggauli siapa saja, bukan?"

"Kamu gila!"

"Iya aku gila. Dan kau butuh seseorang untuk membelaimu! hahaha..."

"Sampah! Kau pikir kau tidak?! hahaha...", tertawa lepas.

"Kita sampah, tapi sampah yang sudah terdesain dengan kualitas mahal. Bukan sekedar sampah daur ulang!"

"Hahahaha..." tertawa bersamaan.

"Cheers!" *ting*


Surabaya, December 20, 2011

Thursday, December 22, 2011

Ibuk..

hari ini, beberapa menit lagi, sebelum tanggal ini habis, saya harus menulis, meskipun hanya beberapa baris..



Saya bukan orang yang pandai mengucapkan bahkan mengungkapkan rasa sayang
Tapi saya mau menunjukkan pada mereka bahwa saya sangat menyayangi mereka

Ibuk..
Selamat hari ibu...
I love you..

the very first time.. by sms..

saya tidak perlu mengucapkannya setiap hari, seperti itu yang mereka ajarkan pada saya..
mereka hanya ingin melihat saya seperti apa yang mereka harapakan..
tapi saya masih belum bisa menjadi seperti apa yang mereka inginkan..



Terlalu banyak luka yang membuatnya menganga karena ucapanku
Terlalu banyak perih yang mengiris karena perbuatanku
Tapi kau tidak pernah berhenti menyiramiku dengan caramu tanpa permintaan sepeserpun

Ada satu titik dimana kau terluka, disaat itu aku hanya bicara dalam diamku
Kau begitu pandai menyimpan segala laramu sendiri di sepanjang waktumu
dan aku hanya melihat
Tidak berhenti kau menyebut nama kami dalam lantunan doamu
tapi aku hanya diam

Tapi aku tau seberapa besar sakit yang bergumul di hatimu
Seandainya aku bisa, aku akan berusaha untukmu
Tapi aku hanya mampu mengucap dalam diam

Ibuk..
Tunggu aku.. aku akan membawamu kesana..
Bersabarlah..
Aku bernafas disini karenamu..

Aku sayang ibuk..
Aku nggak perlu bilang kan, buk?
Tapi aku pasti berusaha gak buat ibuk nangis lagi..
Doakan saja yang terbaik bagiku, aku pun sedang berusaha disini..
Ibuk, jaga kesehatan ya.. jangan darah tinggi lagi, aku bisa sedih..
Bersabar dan ikhlas ya.. aku pasti selalu ada buat ibuk..

_________________________________________

Dari AIR kita belajar KETENANGAN...
Dari BATU kita belajar KETEGARAN...
Dari TANAH kita belajar KEHIDUPAN...
Dari KUPU-KUPU kita belajar MERUBAH DIRI MENJADI LEBIH BAIK...
Dari PADI kita belajar RENDAH HATI...
Dari RASULULLAH kita belajar KETELADANAN...
Dari ALLAH kita belajar tentang KESEMPURNAAN...
Ya Rabb..
Tuntunlah aku dan saudaraku ini untuk menyempurnakan kekurangan kami,
Sebagai wanita, istri, dan ibu.
Aamiin.. 'HAPPY MOTHER DAY'

by: Bunda baru, Bundanya Hafshah - Aghita

Friday, December 16, 2011

katakan

sesosok berbalut sukma
berjalan dalam hembusan asa
menatap langkah balutan angkuh
mengucap kata menipu hati
langkah mengarah mengundang lara
terbujur simpuh dalam tengadah
mengharap Sang Pengasih mendekap erat
namun segumpal ego tetap menguasai jiwa


hati tercipta untuk asa. mengimbangi setiap ego makhluknya.
mengimbangi angkuhnya dunia dalam ranumnya hidup.
ketika hati mengharapkan asa, seolah ego dan rasa berperang.
berlomba memenangkan posisi dalam hidup.
dia yang yang memulai maka ialah yang kalah.

tidak bisakah kita mengucap apa adanya dalam rasa?
seperti kita mudah menyampah pada jiwa.
mengucapkan sajalah atau kita akan kalah pada hidup.
kemudian terpuruk menyesal pada keadaan.

tidak bisakah kita mengucap apa adanya dalam rasa?
seperti kita mudah menjanji pada jiwa.
mengucapkan sajalah atau kita akan menyesal.
menyerah dalam sebuah perjuangan yang tidak ada.

katakanlah bila ingin dikatakan.
jangan diam bila memang akan menusuk sukma.
kemudian gelisah dalam melangkahkan kakimu.
melewati hari dengan ribuan prasangka.
tanggalkanlah ego bila tak mau kalah.
kehidupan berawal dari keputusan.
lupakanlah sejenak segala urusan status sosial.
egokan rasamu agar tak ada sesal.
maka katakanlah selagi kau mampu bicara...


*Switch on : Maliq & d'Essential - Coba Katakan*

Saturday, December 10, 2011

The Messenger

"When you feel your alone, cut off from this cruel world.
Your instincts telling you to run.
Listen to your heart, those angel faces.
They'll see to you they'll be your guide back home"
The Messenger - Linkin Park

lirik lagu bagian ini terasa pas ketika saya sedang badmood
Ketika merasa ingin marah karena keadaan
Ketika merasa ingin menghajar seseorang
Ketika seseorang telah mengobrakabrik hidupku
Ketika hidupku seperti diganggu
But there's always a way to face or solve the problem

Dan suatu malam, demi mencari petunjukNya, saya memilih istikhoroh.
Tentu atas saran seorang teman baik.
Dia pun berpesan,

Biasanya petunjuk Allah itu apa yang tidak membuat ragu di hati
biasanya kemantapan atau ketidakmantapan bisa jadi petunjuk
Bedanya emang tipis, mana yang sumbernya dari Allah, mana yang nafsu kita aja
Trus biasanya keputusan yang baik menurut Allah itu nanti pasti dimudahkan jalannya

Ikhlas itu amalan hati yang pahalanya besar banget
Memang susah, tapi bukan berarti kita gak bisa berusaha kan?

Perbanyak minta kekuatan sama Allah
Yakinkan kalo semua keputusan atas petunjuk Allah itu pasti baik buat kamu
Entah sekarang atau nanti...

Wallahu'alam
.. benar atau salahnya keputusan hanya kamu yang bisa menilai


Saya memang harus ikhlas atas semua yang sudah saya dapatkan..
Tapi saya masih berharap akan kemudahan dari Allah..
Semakin kesini saya merasa dilema, inikah petunjukNya atau hanya nafsu saja?
Saya tidak boleh berhenti meminta petunjukNya.
Saya berharap petunjukNya untuk kami.. agar kami tidak melangkah di jalan yang salah
Saya berharap tidak satupun dari kami putus dari doa..

Monday, November 28, 2011

Nothing last forever

Dan semut pun mulai terbiasa tersenyum menyapa harinya.
Seindah sepoi angin menggoyang dahan.
Sekuat embun pagi bertahan ditempatnya berpijak.
Cahaya lilin bergoyang mengikuti irama hati.
Beriring alunan lagu sendu mengelilingi bumi.
Melangkah dalam dentuman tak pasti, bertahan dalam senyum menipu hati.
Terseokseok memaksa nafas memburu, memaksa kelunya kata menyanyikan melodi cinta.
Kembali daun menguning disetiap masanya.
Berjalan kembali si semut dalam tatapan kosong.
Bersiap angin pantai menjemput ombak pulang.
Berdiri, berjalan dan berlari kembali dalam langkah angkuh...

Thursday, November 17, 2011

Sedang Ingin Mengenang (2)

Indonesia language title with English content :P

I do, I miss the moment in my collage. Where we were getting mad, getting stress, run and run, stay up all night long everyday, and we got the jackpot (under-eye dark circle)! hahahaha

After 3 years we learn and learn, and then we have to do our final project in the last year. Mm, not all student. Some peoples still must do their task. I just the lucky one :D

This is the 3d rendering view of my final project. Not a good design, but I love it! It's like the other side of me.

(the class room - chicken class and duck class)


(the gallery room and the outdoor)


(the cafetaria)


this is my gallery space on the exhibition


and this is the mock-up


and the details are..


-painting class room-


-gallery room-


-cafetaria-

let's draw! make it colorful!

drawing is better than doing nothing :D

thank you so much for this couple, they helped me a lot!
i'm gonna miss those moment, guys! :')
in the moment we were laughed, angry, shouted, serious, getting freak, shared, sleepy, run, eating together, and... "bachelor party"! HAHA
Look at the under left picture, Mr. Mock-up slept there while the exhibiton not yet begun. He was so tired and sleepy. And I also sleep in the opposite of him with his girlfriend! Hahaha
And suddenly, somebody shouted "wake up!! Mr. Adi is coming!!" and then we jumped and put all of our bag and freshen up. Hahaha



when i was waiting on my session
i was so nervous.
guess what?! i was crying in front of the lectures!!
hahaha :")


after some weeks, we have to collect our assignment
and i never forget to took pictures
it's for memorials
and i believe i will never see them anymore
hahaha
this is my battle for a years :')

Interior Design of Painting Studio for Kids “Upadana Young Artist
with Cubism Concept and Modern Casual Nuance


hahaha miss you guys!



never forget to took a picture of me! haha


thank you so much Aldila and Nidya for the picture
thank you so much Wagner Boratto for the cute song! I like it!
thank you so much for everyone around me
and thank you so much Allah, Alhamdulillah, Subhanallah..