Saturday, November 1, 2014

Pasta Gigi dan Jilbab


Saya pernah mendengar sebuah pertanyaan,
"apa yang Anda rasakan ketika Anda tahu sebuah desain yang pernah Anda bayangkan dulu dan belum pernah sampai Anda wujudkan, kemudian Anda menemui desain yang pernah Anda bayangkan tersebut jadi, diproduksi dan bahkan dapat Anda sentuh dan pegang. Bagaimana perasaan Anda?"

Saat itu yang ada di benak saya, saya akan menjawab, "Hloh?! ini kan ide yg dulu pernah aku bayangin??!!"
Dan hal itu terjadi. Hahaha..

Siang ini saya ke swalayan untuk membeli sabun ber-moisturizer. Tentunya atas saran dokter.
Ya, sebelum pergi ke swalayan saya memang periksa ke dokter karena ada alergi yg tak jelas apa sebabnya. Sedangkan alergi yang saya miliki adalah alergi dingin, debu dan angin. Macam orang elit yee...? Gak juga. Namanya penyakit gak ada yang elit. Lalu, setelah saya tanya mengenai pengaruh dengan sabun mandi, Bu Dokter yang sudah senja usianya itu menyarankan untuk menggunakan sabun ber-moisturizer. Beliau menyarankan sabun dove. Hahaha.. sebut merk. Biarin.
Sepulang dari klinik, saya mampir ke swalayan hendak membeli sabun tersebut. Saya menemukan sabun ini.. yang tentunya menarik perhatian saya.



Apa sih yang menarik?
Tempat sabun tersebut terbelah menjadi dua bagian. Yang transparan adalah honey, sedangkan yang putih adalah milk. Lubang dalam botol tersebut juga ada dua. Lubang untuk honey dan milk.


"Lho, ternyata ada ya perusahaan yang bikin ginian?! hahaha..." begitu yag ada di pikiran saya seketika.
Baiklah, saya tidak akan mengulas botol sabun ini secara desain, bentuk, ergonomi, estetika, atau apalah. Saya hanya ingin bercerita tentang ide saya ini yang dulu pernah liar menarinari di otak saya bahkan sebelum saya mengenal apa itu desain, apalagi setelah saya tau saya akan kuliah desain.

Saat itu, belum banyak di pasaran tentang sabun cair. Apalagi sabun dengan jenis seperti yang saya beli barusan. Saya hanya melihat iklan pasta gigi yang isinya berwarna belangbelang. yang sangat menarik perhatian saya adalah belangbelang dari kombinasi warna hijau atau biru transparan dan warna putih atau biru. Itu baru 2 kombinasi warna pasta gigi. Bahkan ada yang 3 kombinasi warna. Sebut saja pasta gigi close-up, pepsodent, dan sebagainya.. hahaha... sebut merk lagi.



Saya makin gregetan dan sebal lagi, ketika iklannya, dengan sempurna menunjukkan kombinasi warna itu dengan sempurna tanpa cacat, jembret sana sini, atau gagalnya kombinasi warna ketika pasta gigi tersebut di pencet. Padahal kemungkinan itu sangat besar adanya. Apalagi, pengguna pasta gigi tidak terlalu memperhatikan bagian mana yg dipencet agar keluarnya si pasta ini bisa sempurna kombinasinya. Hahaha... namanya juga iklan, pasti ada efek komputer lah ya... Jaman itu sih, saya bilangnya efek komputer aja sih.. kan belum tau kalo ada aplikasi bernama Adobe dan sebagainya.

Ternyata saya gelisah, kepikiran, tidak tenang. Saya terus memikirkan, ada apa sih dibalik bungkus pasta gigi itu? Kok bisa ya, meskipun dipencet secara acak, kok keluarnya si pasta sempurna banget kombinasinya, gak rusak sedikit pun loh! Apakah di dalam bungkusnya itu ada pembataspembatas untuk si pasta gigi agar keluarnya sempurna? atau bagaimanakah? Kalo ada pembatasnya, pasti ini bungkus pasta gigi pasti tebel banget dong... dan pastinya kalo mau mencet si pasta gigi akan lebih susah karena kerasnya.. saya benarbenar gelisah penasaran. Kegelisahan saya makin bertambah ketika ibu saya membeli produk pasta gigi tersebut. Lalu saya ikut menggunakannya. "Kalo aku pencet beneran, bakal sempurna seperti di tv ato gak ya??" Dan hasilnya adalah...... sempurna sodarasodaraaaaa...!!!! hahahaha.... makin kesel!! hahahahaha
Kok bisa siihhh??? KZL.

Karena lelah memikirkan itu, maka saya abaikan saja. Hingga akhirnya, suatu hari saya membeli pasta gigi sejenis tersebut ketika saya kuliah. Kuliah di jurusan desain tepatnya. Beberapa kali saya menggunakan pasta gigi yang sama, akhirnya saya menemukan ketidak sempurnaannya! hahahaaa... kadang keluar yang transparan aja ya keluar yang warna padat aja. Dan itu sangat menentukan kesehatan gigimu tentunya! Hahahahaha.... saya ketawa puas! Akhirnya saya jarang membeli lagi pasta gigi sejenis itu. Begitu pula ibu saya. Hehehehe...


Dan ternyata saya membeli sabun mandi dengan botol yang terbelah dua untuk jenis sabun yang berbeda di dalamnya, honey and milk. Bwahahahaha.... beneran keinget masa kecil dulu deh. Hahaha...

Tidak hanya terjadi pada pasta gigi dan sabun mandi saja. yang lainnya adalah model Hijab ala Dian Pelangi. Seperti apa sih jilbab ala Dian Pelangi yang ku maksud?? Seperti ini..

Dulu sewaktu saya kecil, masih baca Iqro', saya pernah bermainmain dengan kerudung saya. Saat itu masih booming jilbab instan yang seperti peci atau menggunakan tali di belakang leher dan keduanya ada payetpayet cantik di bagian depannya.


yah.. kurang lebih seperti itu lah yg jaman dulu itu.. hehehehe
tapi saya juga memiliki kerudung berbentuk segitiga dengan motif abstrak dan jenis kain sifon dengan neci tidak rapi di tepinya. Dan pada saat itu lagi happening banget lah.. Lalu saya merengek ke ibu saya untuk dibelikan kerudung tersebut. Dan ibu saya membelikannya dengan syarat, rajin mengaji. Gak usah dikasih syarat gitu, saya emang udah rajin ngaji sih.. dulu.. hehehe

Penggunaan kerudung tersebut saat itu sangat sederhana. Hanya kedua ujung kerudung hanya di sampirkan ke bahu kanan dan kiri, atau dengan peniti di leher. Sudah, itu saja. Tapi karena penggunaannya yang tidak rapi, dan saya malah sering membuatnya untuk mainan ketika mengaji, atau malah untuk bonekabonekaan saat bermain, saya malas menggunakannya lagi. Saya lebh memilih krudung yang instan digunakan.

Tapi saya lagilagi gemas dan penasaran. Kenapa sih orangorang gak bosen pake krudung dengan model yang ituitu aja?? Aku sih bosan! lalu saya mainkan krudung segitiga itu. Didepan cermin rias saya berkaca. Saya pin jilbab seperti standar pada umumnya. Lalu saya lepas. Lalu saya pindah entah dimana. lalu saya gesergeser posisi peniti hingga akhirnya menemukan posisi di samping. Iya, di samping, sebelah pipi, seperti Dian Pelangi. Hahahaha... Persis banget! "Ih.. kenapa sih orangorang gak pake kayak gini aja?? kan bagus!! jadi gak gitugitu aja pakenya. gak bosenn..!!" Bahkan saat itu saya juga mencobacoba model yang.... yah... puter sana, puter sini, lipat sana lipat sini. Sampe leher saya keiket. Eh, malah sekarang jadi trend hijab masa kini. hahahahaaa...

Oalaahh... Saya jadi tau rasanya sekarang.
"hloh?! ini kan yang dulu pernah saya bayangin.... ini kan yang dulu pernah saya cobaaa...!"
hahahahaaa





*tidak ada endorse atau iklan di postingan ini. Semuanya hanya kebetulan dan tidak disengaja. hehehe



Wednesday, October 29, 2014

sup jagung dan kaos kaki

hallo, malam..
halloo, blog ku..
hallooo, yang bacaa...
(sapaa?? gak tau deh, ada apa nggak. hahaha)

judulnya kok.....????
hahahaha... abaikan. karena gak ngerti mau ditulis apa. hehehe

ini musim apa sih??
ini hari kedua Bandung diguyur hujan..
Bandung? mm... lebih tepatnya sih di daerah Dago lah yaa.. Karena saya pernah melihat berita di tv kalo di wilayah lain Bandung bahkan sudah ada yang banjir. itu kabar berita beberapa minggu yang lalu. wew....

Anyway. Seharian kemarin tugas UTS benarbenar menyiksa. 14 jam yang melelahkan. Sekedar ingin menulis, melepas rindu jemari menari. Iya, kemarin wilayah Kota Bandung di guyur hujan. Siang hujan, lalu berhenti. Hingga malam hujan lagi, sampai larut. Saya terjebak di kost teman saya setelah mengerjakan tugas UTS selama 14 jam. Duduk, nyemil, mikir hingga perut saya membesar isi angin karena kamar teman saya yang sangat sejuk dan berangin. Ketika saya sudah tiba di kamar kos hampir tengah malam,maka keluarlah kentut menderu setelah belasan jam duduk bertugas UTS. Hahahaha.... legaaaaaa......

Dan pagi ini, saya bangun kesiangan, buruburu berangkat ke pasar demi bertahan hidup dengan uang seratus ribu hingga terima kiriman uang lagi. Belanja bahan makanan untuk isi perut hingga bulan berganti. Ah... uang tinggal segini, hidup di Bandung serba mahal, laptop mulai memberi sinyal usia yang tua, handphone sudah mulai cari garagara pula. Ah... apalah saya ini mengeluh saja.

Puaspuasin dulu saja menulis bebas di blog. Karena beberapa bulan ke depan saya akan menulis terstruktur di tampilan MsWord. Hasil jenuh, lelah, melepas stress hari ini adalah............


Sup Jagung Manis Uhuy
Iya, masak menjadi pelarian ketika stress. Kemudian makan dan tidur. Olahraga? gak pernah. Gendut? Iya. Dan baru kali ini saya mendapat panggilan 'ndut'. Baiklaaah... sukasuka anda saja lah ya.. Yang penting hidup tetap senang dan baikbaik saja.

Bandung lagi dingin nih. Sudah 2 hari hujan turun.
"Seperti es", begitu kata seorang teman saya yang tidak sengaja tersenggol kaki saya yang sangat dingin. Atau ada yang terkejut, "Buset! Apaan tuh tadi?? Dingin banget!". Saya jawab saja sekenanya, "Es batu".
Iya. Kaki saya dengan cepat terasa dingin seperti habis keluar dari kulkas bila cuaca mendingin. Seperti malam ini. Celana saya tak panjang, tapi kaos kaki tetap saya pakai agar sedikit menghangatkan kaki saya. Tidak nyaman saja bila tidur tapi kaki saya terasa dingin. Mengganggu. Hehehe..

yang dingin cuma kaki

Well, saya ingin mulai mencaricari jurnal untuk bekal thesis saya nanti. Tapiii..... blogging terlihat lebih menyenangkan daripada googling.Musuh kita yang sebenarnya adalah diri kita sendiri. Butuh kekuatan yang luar biasa untuk melawan musuh kita itu. Menyedihkan lagi ketika mengetahui bahwa minat membaca orang Indonesia itu rendah sekali. Ya seperti saya ini. Hehehehe.....

Ah, sudahlah. Mari berdoa dan berbuat yang baikbaik saja. Minimal untuk diri sendiri. Maksimal untuk banyak orang. Hahaha...
Cuaca makin dingin, selimut saya ingin dipeluk oleh saya. Meskipun saya tahu, laptop saya lebih menghangatkan (atau lebih tepatnya overheat), tetapi selimut saya lebih menyamankan.

hhoooaaaaeeemmmmm


Selamat malam..
Selamat memimpikanmu...

kisskiss




Thursday, July 17, 2014

Rindu #heythere

I found this on twitter two days ago.
This is about "rindu"
Written by Alexander Thian, or known as aMrazing.

@aMrazing: Every time you start the conversation with ‘how was your day’, I wanted to say, ‘perfectly missing you’ but I couldn’t. #Heythere

@aMrazing: Your single ‘hi’ brightens my gloomiest day. Loving you, is something I shouldn’t do. Missing you, is something I can’t run from. #heythere

@aMrazing: The hardest thing to do is missing someone with every cell in your body and realising you can’t have them. #heythere

@aMrazing: “I miss you.”
“I miss you.”
“I miss you.”

I typed those words a thousand times, but never have the gut to send them. #heythere

@aMrazing: If loving you is a joke, then missing you must be the drop dead silence of the most unfunniest joke. Both are not healthy for me. #heythere

@aMrazing: Us, walking side by side, fingers intertwined, laughing gleefully. I ended up punching myself because I hate my imagination #heythere

@aMrazing: The perks of missing you is that you don’t have to know how much it hurts every time I see you. #heythere

@aMrazing: The scent you left on my pillow lingers on. How can I not miss you? #heythere

@aMrazing: I tried to runaway to forget about us. About you. Yet, you’re every where I go. #heythere

@aMrazing: It’s the morning breeze. It’s the afternoon haze. It’s the late night sighs. It’s the restless image of you running in my head. #heythere

@aMrazing: Something as simple as saying “I miss you” could be the hardest thing to do. #heythere

@aMrazing: Two teaspoon of sugar. One part of the milk. That’s how you love your coffee every morning. 540 glassess. 0 words of “I miss you.” #heythere

@aMrazing: It’s the warmth of your breath and the comfort when I placed my head on your shoulder. Can I feel it one more time? #heythere

@aMrazing: I’m gasping for air when the feeling of missing you choke me hard, leave me breathless. I love how the pain is slowly killing me #heythere

@aMrazing: Jika satu spasi tercipta setiap kali aku merindukanmu, seluruh buku di dunia akan hampa tanpa aksara. #heythere

@aMrazing: When you finally finished counting the stars, do you know that’s only the beginning of the pain of missing you? #heythere

@aMrazing: You know the saying, “nasi padang tak pernah salah”? Well, missing you makes every single thing tasteless. #heythere

@aMrazing: That night, I heard someone was calling out your name. But I was completely alone. It’s my heart, telling me how much I miss you. #heythere

@aMrazing: We hugged in my dream. It felt so real I didn’t want to wake up. And in my dream, we were so happy. #heythere

@aMrazing: Missing you makes me extremely sad. But it also makes me extremely happy at the same time. #heythere

@aMrazing: I listen to our song when I miss you. Every notes make me miss you more. #heythere

@aMrazing: The thing about being alone is I can easily feel lonely. And then I miss you. And then I feel better. And then it got worse. #heythere

@aMrazing: Baca tweet #heythere sambil denger If It Kills Me nya Jason Mraz, deh. :3

@aMrazing: To sum up my life lately:

I love you
I miss you
I hate you

but

I love you
and then
I hate you
and
I miss you

#heythere

@aMrazing: I miss you

And I like the second paragraph :)

Wednesday, May 21, 2014

(---)

Ini tengah malam, dan air mata tak kunjung berhenti mengalir.
Aku tahu, Engkau sedang menguji kesabaranku.
Tidak ada sedikitpun dariMu meninggalkanku dari kegelapan.
Segala uji dan coba akan terus Kau beri dan tak akan berhenti.
Aku hanya harus bersabar.
Seperti inilah Kau selalu mencobaku.
Seperti ini dan mungkin tidak akan berhenti.
Aku tahu, Engkau akan memberiku sebuah keindahan nanti.
Seperti dengan syarat, caraMu begitu berat.
Kau tunda semua keinginanku.
Kau ingin aku menjadi lebih baik.
Kau ingin aku selalu memelukMu..
Kau ingin aku lebih bersabar.
JanjiMu pada hambaMu, Kau tidak akan pernah ingkar.
Bahwa Kau akan memberiku bahagia.
Namun, seperti inilah harus kubayar di muka.
Seperti air mata ini yang tak berhenti, seperti inilah cobaMu mengalir.
Suatu saat nanti, Kau pulalah yang akan menghentikan.
Engkaulah Maha Memiliki segala apapun yang ada di dunia ini.
KepadaMu lah aku berpasrah.
Dengan kuasaMu pula lah, aku berharap kekuatan agar aku lebih kuat.
Kuat untuk menghadapi apa yang sedang Kau uji.
Sungguh hidayaMu kunantikan.
Seperi setiap sel yang bergerak dalam tubuhku adalah kuasaMu.
Laaillaaha illallaaah...
Allahuakbar...

Saturday, May 17, 2014

Saya rindu kamu, Indonesia

Beberapa hari terakhir saya melihat update terbaru dari beberapa teman saya.
Mereka sedang melakukan perjalanan.
Orangorang menyebutnya traveling.
Kemudian tibatiba ada rindu menyeruak.
Tivi di sebelah sedang memutar lagu Nidji yang Laskar Pelangi itu.
Saya makin rindu..
Iya. Saya rindu Indonesia, dengan segala kekurangannya.
Saya ingin dipeluk Indonesia, saya ingin memeluk Indonesia.
Saya rindu Indonesia, karena hampir setahun saya berkelana di Eropa dan belahan bumi yang lainnya.
Berkelana?? Bukan dalam denotasi, tapi konotasi.
Saya harus mempelajari beberapa hal dari belahan bumi lain sejak duduk kembali di bangku kuliah.
Yah, begitulah.
Saya rindu Indonesia.


Picture by Google Maps


Surat elektronik saya untuk Kau

 

Mendadak ingin beberes blog yang usang ini,
Membersihkan dan mulai merapikan dan mengisi kembali.
Tibatiba bersemangat ingin menulis kembali.
Apapun itu isinya.

Empat hari yang lalu saya bertelpon-ria dengan seorang sahabat di seberang pulau.
Sudah bertahuntahun kami tak bertemu.
Beberapa tahun terakhir, komunikasi cantik lewat telpon dan sms berubah.
Ada Line yang menjadi perantara komunikasi kami.
Kami juga saling stalking status terbaru kami lewat timeline.
Lucunya, kami seolah saling menjaga jarak.
Ia tak ingin kekasihnya cemburu dengan saya.
Begitu pula saya, ingin kekasihnya baikbaik saja dengan persahabatan kami.
Lalu kami saling mengaku di ujung telpon beberapa hari lalu.
Bahwa kami saling merindukan.
Tentunya tak lebih dari sahabat.

Kami sependapat.
Percakapan yang dulunya terdengar emosional, seolah kini berubah sedikit lebih dewasa dan bijak.
Terbesit rasa canggung di benak saya, ada rasa yang tak renyah se-renyah dulu.
Tapi saya baikbaik saja.
Melihat percakapan ini kembali normal, saya sudah senang bukan kepalang.
Dia selalu menunggu tulisan saya.
Inilah alasan saya menggebugebu ingin menulis lagi.
Diamdiam saya berjanji.
Akan saya sampaikan kepadanya apa yang sedang saya tulis.
Saya akan sampaikan apa yang sedang bergulat di otak saya.
Diamdiam pula saya berjanji akan mengunjunginya tahun ini.
Bila Tuhan menghendaki, InsyaAllah..

Hai, Sahabatku di seberang pulau.
Tunggu aku menjengukmu.
Dan Kau harus mau menemaniku berdansa di atas kegelisahan kita!
Tanggalkan pikiranmu tentang usia kita.
Kita punya sisi naif yang meliar.
Kau harus mau dan setuju!



Friday, May 16, 2014

mari berhenti dan mulai lagi


ada kalanya kita bahagia terhadap sesuatu.
mungkin pula seseorang.
ada kalanya kebahagiaan itu menjatuhkan kita.
kemudian membencinya.

ada kalanya kebencian menyelimuti kalbu.
berharap kenangan itu hanya debu.
logika tak bergerak melaju.
kebencian menguasai nafsu.

akan tiba saatnya kita lelah membenci.
membiarkan diam yang memimpin.
melihat kenangan bergerak seperti film.
kemudian meringis sakit sendiri akan perbuatan lalu.

raga telah lelah membenci.
tapi tak bisa hanya diam menyempurna.


hei, kamu.
yang pernah mengendap di malam malam lalu.
bantu aku membersihkan nama baikmu di otakku.
caranya?
beri penjelasan, lalu kita mulai lagi dari awal.
i wonder that would be so great.
minal aidin wal faidzin.. :P

Belum Usai yang Sudah Usai


Kemarin malam saya menemukan tulisan ini di kolom draft.
Tertanggal 1 September 2012, 6:29 WIB
Hanya mengenang...
yang saya tahu, tulisan ini belum selesai, dan terpaksa harus selesai.




Sebangunku dari tidur, mentari menyambut hangat. Langkahku bagai mambawa sebongkah semangat, untuk menjamah ruang kosong di sana. Secangkir kopi hangat dipersembahkan untuk ucapan selamat pagi beriring dengan asa.Tiap ku melihat jam di tangan, lalu kulihat lagi untuk kedua kalinya, lalu kuhitung. Waktu berselisih. Secercah senyum yang tumpah di wajahku, kupersiapkan setiap waktu untuk hariku. Demi waktu yang tak akan terganti dan tak akan berulang. Tak akan tersiasiakan oleh ulah konyolku untuk mengukir gelak tawa atas nama kenangan.

Disini ada beban berat yang sedang kita jinjing. Tapi aku dan kamu sedang melompatlompat bak anak kecil berlarian. Kita bagai tuli apa kata mereka, bersembunyi terkikik geli mentertawakan dunia. Lalu kita berjalan dan tertawa atas kemenangan kita. Kepalkan tangan kita ke atas langit untuk kemenangan melawan ego kita. Kau dan aku tahu akan sebuah ketentuan, tapi kita berlari melompat terkikik meninggalkannya.

Lihat dirimu. Tinggi dan berisi. Lalu lihat diriku. Hitam dan kurus. Tapi kita menerjang teriknya matahari demi sebuah kata, bahagia. Ada sebongkah ruang kosong di belakangmu. Lalu kau bilang, kemarilah. Disitu kau tuang secangkir teh hangat untuk kuseduh.Sebelum lelap mengganti peluh tadi, kau hempaskan semua caci makimu dalam tawa. Ruangannya menggemakan tawa kita. Tak ada rangkaian kata indah untuk merajuk rayu. Tak ada anyaman janji untuk mimpi yang ternyata palsu. Kau dan aku hanya berjalan beriringan saling bergandengan, menapaki bebatuan di depan kita. Percaya akan buruknya kata menyerah demi sebuah kata bukti.

Itu hariku. Dan ini harimu. Bila ini semangkuk es krim Zangrandi yang legendaris itu, begitu manis dan dirindukan. Bila itu sebuah pentas kesenian, ludruk lah yang menjadi tuan rumah. Bila ini bangunan bersejarah, Kota Pahlawan adalah tujuan. Bila itu makanan tradisional yang dirindukan, lontong balap; rujak cingur; lontong kupang menyesap lidah. Bila kita hendak berlari pada dunia kita, Jogjakarta dengan seni dan budayanya memang istimewa.

Hahaha... Lihat aku, mengkhayalkan perbuatan kita. Tapi kamu melepaskanku pada alunan gamelanmu. Membiarkanku menari bertopang mendak bak kesurupan. Kau sembulkan asap rokokmu, kututup hidung dan meninggalkanmu. Tertawa lepas kau matikan pembunuhmu dan menggamitku. Lalu kita pergi membelah bumi kota kita.

Sayang, tahukah kau apa itu kata 'lengkap'?
aku belum tahu. 



Wednesday, May 14, 2014

Hai, malam..

Hai, malam.
Dua malam sudah kau mengajakku berdansa kembali.
Bernyanyi diiringi bintangbintang.
Kau tersenyum, begitupula ku.
Tapi sedang kupendam tangis.
Untuk mengenangmu, malam.

Selamat malam untuk malam.
Semoga kau bahagia bersama malam.
Malam tetaplah malam.
Aku harus meraih pagiku, siangku, soreku dan malamku yang lain.


Sunday, May 4, 2014

Stay Strong, Lusy..

Ini hari ketiga saya merasakan kegalauan yg begitu mengganggu.
Apa pekerjaan saya selama di kost?
Makan-nonton tv-shopping-tidur-makan-nonton tv-shopping-tidur dst.. dst..
'Shopping'? Don't expect too much.. saya membelanjakan uang saya untuk beli makanan.

What happen?
Too sad to tell. I'm a lil' bit miss home so much.
I want to clear all of sudden.
I want to hug my sister.
I want to cry for my family..
But I do nothing here.

Allah bless my family
Allah save my family
Allah loves my family
That's my faith..
What happen now is because Allah love us..

:')

Stay strong.