Tuesday, December 2, 2014

Potong Poni Dewe

Selamat soreee
Selamat jalan headache...

Seharian di kost dengan ditemani sakit kepala yang luar biasa itu rasanya...... huft banget.
Bolos kuliah karena sakit kepala. Demi dapat mengejar tugas UAS yang akan datang, saya merelakan diri utk istirahat total. Sakit kepala yang luar biasa tak tertahankan.
Semakin siang sakit kepala tak kunjung pergi mesti kepala sudah mengistirahatkan otak setelah 3 malam begadang demi tugas presentasi yang akhirnya dicela tanpa pertimbangan di depan temanteman sekelas.

Bukan hanya saya yang merasakan itu, temanteman yang lain juga merasakan hal yang sama.
Bapak dosen yang terhormat mencela tugas kami tanpa mendengarkan atau bahkan memperhatikan terlebih dahulu apa yg telah kami presentasikan. Ah.. si Bapak... yang bener aja Pak.. jadi jangan salahkan kami bila hasil kuesioner akademik tiap akhir semester untuk bapak ternyata membuahkan hasil buruk ya Pak.. Maaf, lho Pak.. kami sudah membayar mahal semester ini utk mendengarkan celaan Bapak terhadap kami.. tak ada apresiasi sedikit pun, bahkan kata yang lebih manis utk didengar.. Trimakasih lhoh Pak.. huft!

Sudahlah abaikan si Bapak yang ngeselin itu.
Siang ini setelah sepanjang pagi saya tidur, saya membeli makan dan obat. Iya, saya menyerah pada keadaan sakit kepala ini, saya segera membeli obat, yang sama artinya dengan saya membunuh tubuh saya perlahanlahan. Lhah, mau gimana lagi.. saya sudah ndak kuat, sudah kebelet baca artikel buat tugas yang lainnya. Setalah makan siang dan minum obat, saya memilih rebahan dengan membaca buku psikologi bebas.

Source by google
Bukunya cukup menarik, meski sedikit sakit mata karena banyak halaman menggunakan warna merah genjreng! tetapi cukup membuat pembacanya atraktif untuk berpikir lebih baik untuk dirinya sendiri.
Ngapain saya baca buku itu?? karena otak saya sedang bermasalah dan saya tak punya cukup uang untuk membayar psikolog. HAHAHAHA.. bukan itu juga sih masalahnya.. banyak aja gitu.

Alihalih membaca buku, saya memilih tiduran. Lalu membuat puding stroberi yang masih nangkring cantik di kulkas. jadi ya saya belum mau mempotonya untuk dipamerkan disini..

Saya baru ingat, semalam saya tidur mimpi aneh. Saya mimpi mandi. Ngaaaps??? kaga tau sist!
Silahkan saja googling apa arti mimpi A, mimpi B, mimpi C dsb dsb dsb.
Demi yang katanya orang buang sial, saya gak mampu untuk potong rambut saya ke salon. Akhirnya saya memilih potong poni sajalah. Potong poni sendiri. Setelah keramas, saya ke kamar menyiapkan cermin, sisir dan gunting. Dan jadilah saya memotong poni saya. Yang awalnya saya tidak memiliki poni setelah potong rambut terakhir, kini jadi memiliki poni. Hasilnya?? Gak bagus kok. Biasa aja. But it feel better when I think I'm cool then not at all. Hahahahaha...!

 

Gak banyak yang dipotong, tapi cukup signifikan hasilnya! *halah*
Semacam hasil data yang signifikan dengan menggunakan p-value >.05
HASTAGAH! 
Plis laahh... ini cuma tulisan bebas di blog. bukan hasil penelitian.. RRrrrrrhhhh.....

Melalui bbm (blekberimesenjer ya ini.. bukan bahan bakar minyak), saya langsung cerita ke sahabat saya, cukup satu kata darinya: "syempeelll"
alias sempel, alias gila!
diikuti dengan komentar : mungkin dengan potong di poni otak di jidat bisa lebih kebuka gitu kali ya :D
ini hipotesis darimanaaah???
*halah hipotesis!*
Yang ada malah jidat ketutup poni mulu kalee.. bukan makin kebukaa

Selalu ada cara untuk membahagiakan diri kita sendiri kan?
Sahabat saya tahu, saya sedang stress. Dan bagian dari buku yang baru saja saya baca tadi memberikan quotes yang cukup memotivasi saya.


Saya ingin membeli baju baru, tapi tak mampu membeli karena tak ada uang sepeser pun.
Maka saya pikir, saya memilih memotong rambut saya sebagian agar setiap kali saya bercermin saya berpikir, this is cool! and I am cool of this!

Haha.. tak apalah ya narsis dikit. Weits, tapi ini bukan narsis loh yaa.. ini hanya sebuah motivasi! hehehe
Apa? ingin tahu hasil poninya??
PM ya sist...
Sori kebanyakan baca online shop di instagram. Hweheheheheeee


Ada harapanharapan baik untuk membuang keburukankeburukan di setiap helainya

*Ceritanya, tulisan itu tuh quotes hari ini setelah potong poni.. hehehehe
tapi berasa kayak iklan susu deh bacanya. biarin lah! hehehe




Semoga dengan selesainya tulisan apasih hari ini, bisa menjadi moodbooster untuk membaca artikelartikel, dan menghilangkan sisasisa sakit kepala.. amin!








Saturday, November 29, 2014

cermin dan skenario

Entah sadar atau tidak, ternyata saya suka bercermin.
"jangan seringsering bercermin, nanti cantiknya ilang dihisap cerminnya". Beneran deh ini mitos darimana saya juga gak tau. Beneran gak masuk akal, tapi lucu.
Gak usah dihisep cermin, gue emang gak cantek kalee.. kalo cermin bisa ngisep (kayak vampir aja), cermin juga gak mau ngisep 'kecantikan' gue.. hahaha..

Entah sejak kapan saya suka bercermin. Tapi harus saya akui, saya suka.
Sepertinya tidak seorang pun teman saya tahu kalo saya suka bercermin.
Karena setiap kali kami bercermin barengbareng, misal di toilet bioskop, mall, atau entah dimana pokoknya yg barengbareng, saya paling cepat bercermin.
Tapi saya paling lama bercermin kalo saya sendirian. Karena saya cukup melihat wajah saya seoranglah yang paling cantik di cermin. hahahaha
Berasa kayak dongeng putri salju nih.

Saya menikmati lama bercermin, bukan untuk melihat kecantikan saya *halah*. Tapi saya menikmati berbicara di depan cermin. Berbicara sendiri di depan cermin. Berhadapan dengan cermin.
Saya cukup membayangkan dengan siapa saya bertatap, lalu skenario pembicaraan saya buat sendiri, mengikuti karakter siapa orang dibayangan saya, dan cerita saya mengalir begitu saja.

Cermin seperti sahabat sejati saya. Bila sahabat saya tak ada yang bisa diandalkan untuk berbagi, atau tak ada waktu untuk saya, maka saya berbagi dengan cermin. Saya marah, senang, gundah, sedih, dan sebagainya, saya menikmati bercengkrama dengan cermin. Cermin seperti mendengarkan apa isi hati saya, ia seperti tau apa yang saya rasakan.

Saya orang yang suka berimajinasi. Temanteman saya kadang tak habis pikir dengan jalan pikiran saya yang liar entah kemana, jauh dari bayangan biasa. Berimajinasi memang menyenangkan, tapi ketika kamu kembali dari dunia jin itu, realita tak semanis yang kita bayangkan. Ough! sakit..
hahaha rasain deh..

Hei Cermin. Sayang yah, kamu gak punya tangan dan kaki agar aku bisa mengajakmu kemanapun pergi, dan selalu siap mendengarkan ceritaku. Akan lebih menyenangkan lagi bila ternyata kamu bisa menanggapi segala ocehanku. Karena gak ada seorangpun yang bisa kuandalakan lagi selain diriku sendiri. Tapi kamu benarbenar teman yang baik buatku.
Ah.. tapi lebih baik seperti itu. Diam, tak ada kaki tak ada tangan, tak dapat berbicara. Cukup mendengarkanku saja. Seperti itu sajalah kamu, agar aku bisa selalu bersahabat dengan cermin dimanapun berada. Hehehehe...

Iya tau, sekarang banyak cermin saku yang bisa dibawa kemanamana. Tapi itu tidak akan berlaku untuk saya. Saya lebih menikmati cermin sendirian di ruangan saya. Kecil pun tak apa, besar akan lebih baik. hihihihiii...

"Woi! digarap tugase!" kata cermin.

Iya, aku tau kamu selalu bilang begitu bila aku gundah gulana dan mengadu padamu.
Duh, cermin... Hahahahahaaa






Thursday, November 6, 2014

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tulisan ini hanya untuk renungan saja, bagi siapapun yang membacanya.
Terutama untuk penulisnya, saya.


Tiga hari yang lalu, sebuah pembicaraan dgn seorang teman baik di tengahtengah kuliah umum. Ia menyampaikan pada saya apa yang pernah disampaikan oleh guru mengajinya dulu.

"Intisari dari dunia itu ada di dalam Al-Quran.
Intisari dari Al-Quran itu ada pada Surat Al-Fatihah.
Intisari dari Surat Al-Fatihah itu ada pada kata Bismillahirrohmanirrohim

(  بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ  )
Sedangkan intisari dari kata Bismillahirrohaminrrohim ada pada huruf pertama, Ba ( ب ).
Dan intisari kata Ba terdapat pada titiknya."


Saya termenung mendengarnya.
Sebuah titik yang memiliki makna penting. Saya masih belum paham maknanya.

Pembicaraan ini dimulai ketika dalam diskusi perkuliahan tersebut sedang membahas hilangnya mata kuliah Kesenian Islam yang sebenarnya sangat penting dan sangat berkaitan dengan perkembangan dunia seni saat ini.

Postingan ini saya buat tanpa ada tendensi apapun, apalagi mengenai SARA.

Saturday, November 1, 2014

Pasta Gigi dan Jilbab


Saya pernah mendengar sebuah pertanyaan,
"apa yang Anda rasakan ketika Anda tahu sebuah desain yang pernah Anda bayangkan dulu dan belum pernah sampai Anda wujudkan, kemudian Anda menemui desain yang pernah Anda bayangkan tersebut jadi, diproduksi dan bahkan dapat Anda sentuh dan pegang. Bagaimana perasaan Anda?"

Saat itu yang ada di benak saya, saya akan menjawab, "Hloh?! ini kan ide yg dulu pernah aku bayangin??!!"
Dan hal itu terjadi. Hahaha..

Siang ini saya ke swalayan untuk membeli sabun ber-moisturizer. Tentunya atas saran dokter.
Ya, sebelum pergi ke swalayan saya memang periksa ke dokter karena ada alergi yg tak jelas apa sebabnya. Sedangkan alergi yang saya miliki adalah alergi dingin, debu dan angin. Macam orang elit yee...? Gak juga. Namanya penyakit gak ada yang elit. Lalu, setelah saya tanya mengenai pengaruh dengan sabun mandi, Bu Dokter yang sudah senja usianya itu menyarankan untuk menggunakan sabun ber-moisturizer. Beliau menyarankan sabun dove. Hahaha.. sebut merk. Biarin.
Sepulang dari klinik, saya mampir ke swalayan hendak membeli sabun tersebut. Saya menemukan sabun ini.. yang tentunya menarik perhatian saya.



Apa sih yang menarik?
Tempat sabun tersebut terbelah menjadi dua bagian. Yang transparan adalah honey, sedangkan yang putih adalah milk. Lubang dalam botol tersebut juga ada dua. Lubang untuk honey dan milk.


"Lho, ternyata ada ya perusahaan yang bikin ginian?! hahaha..." begitu yag ada di pikiran saya seketika.
Baiklah, saya tidak akan mengulas botol sabun ini secara desain, bentuk, ergonomi, estetika, atau apalah. Saya hanya ingin bercerita tentang ide saya ini yang dulu pernah liar menarinari di otak saya bahkan sebelum saya mengenal apa itu desain, apalagi setelah saya tau saya akan kuliah desain.

Saat itu, belum banyak di pasaran tentang sabun cair. Apalagi sabun dengan jenis seperti yang saya beli barusan. Saya hanya melihat iklan pasta gigi yang isinya berwarna belangbelang. yang sangat menarik perhatian saya adalah belangbelang dari kombinasi warna hijau atau biru transparan dan warna putih atau biru. Itu baru 2 kombinasi warna pasta gigi. Bahkan ada yang 3 kombinasi warna. Sebut saja pasta gigi close-up, pepsodent, dan sebagainya.. hahaha... sebut merk lagi.



Saya makin gregetan dan sebal lagi, ketika iklannya, dengan sempurna menunjukkan kombinasi warna itu dengan sempurna tanpa cacat, jembret sana sini, atau gagalnya kombinasi warna ketika pasta gigi tersebut di pencet. Padahal kemungkinan itu sangat besar adanya. Apalagi, pengguna pasta gigi tidak terlalu memperhatikan bagian mana yg dipencet agar keluarnya si pasta ini bisa sempurna kombinasinya. Hahaha... namanya juga iklan, pasti ada efek komputer lah ya... Jaman itu sih, saya bilangnya efek komputer aja sih.. kan belum tau kalo ada aplikasi bernama Adobe dan sebagainya.

Ternyata saya gelisah, kepikiran, tidak tenang. Saya terus memikirkan, ada apa sih dibalik bungkus pasta gigi itu? Kok bisa ya, meskipun dipencet secara acak, kok keluarnya si pasta sempurna banget kombinasinya, gak rusak sedikit pun loh! Apakah di dalam bungkusnya itu ada pembataspembatas untuk si pasta gigi agar keluarnya sempurna? atau bagaimanakah? Kalo ada pembatasnya, pasti ini bungkus pasta gigi pasti tebel banget dong... dan pastinya kalo mau mencet si pasta gigi akan lebih susah karena kerasnya.. saya benarbenar gelisah penasaran. Kegelisahan saya makin bertambah ketika ibu saya membeli produk pasta gigi tersebut. Lalu saya ikut menggunakannya. "Kalo aku pencet beneran, bakal sempurna seperti di tv ato gak ya??" Dan hasilnya adalah...... sempurna sodarasodaraaaaa...!!!! hahahaha.... makin kesel!! hahahahaha
Kok bisa siihhh??? KZL.

Karena lelah memikirkan itu, maka saya abaikan saja. Hingga akhirnya, suatu hari saya membeli pasta gigi sejenis tersebut ketika saya kuliah. Kuliah di jurusan desain tepatnya. Beberapa kali saya menggunakan pasta gigi yang sama, akhirnya saya menemukan ketidak sempurnaannya! hahahaaa... kadang keluar yang transparan aja ya keluar yang warna padat aja. Dan itu sangat menentukan kesehatan gigimu tentunya! Hahahahaha.... saya ketawa puas! Akhirnya saya jarang membeli lagi pasta gigi sejenis itu. Begitu pula ibu saya. Hehehehe...


Dan ternyata saya membeli sabun mandi dengan botol yang terbelah dua untuk jenis sabun yang berbeda di dalamnya, honey and milk. Bwahahahaha.... beneran keinget masa kecil dulu deh. Hahaha...

Tidak hanya terjadi pada pasta gigi dan sabun mandi saja. yang lainnya adalah model Hijab ala Dian Pelangi. Seperti apa sih jilbab ala Dian Pelangi yang ku maksud?? Seperti ini..

Dulu sewaktu saya kecil, masih baca Iqro', saya pernah bermainmain dengan kerudung saya. Saat itu masih booming jilbab instan yang seperti peci atau menggunakan tali di belakang leher dan keduanya ada payetpayet cantik di bagian depannya.


yah.. kurang lebih seperti itu lah yg jaman dulu itu.. hehehehe
tapi saya juga memiliki kerudung berbentuk segitiga dengan motif abstrak dan jenis kain sifon dengan neci tidak rapi di tepinya. Dan pada saat itu lagi happening banget lah.. Lalu saya merengek ke ibu saya untuk dibelikan kerudung tersebut. Dan ibu saya membelikannya dengan syarat, rajin mengaji. Gak usah dikasih syarat gitu, saya emang udah rajin ngaji sih.. dulu.. hehehe

Penggunaan kerudung tersebut saat itu sangat sederhana. Hanya kedua ujung kerudung hanya di sampirkan ke bahu kanan dan kiri, atau dengan peniti di leher. Sudah, itu saja. Tapi karena penggunaannya yang tidak rapi, dan saya malah sering membuatnya untuk mainan ketika mengaji, atau malah untuk bonekabonekaan saat bermain, saya malas menggunakannya lagi. Saya lebh memilih krudung yang instan digunakan.

Tapi saya lagilagi gemas dan penasaran. Kenapa sih orangorang gak bosen pake krudung dengan model yang ituitu aja?? Aku sih bosan! lalu saya mainkan krudung segitiga itu. Didepan cermin rias saya berkaca. Saya pin jilbab seperti standar pada umumnya. Lalu saya lepas. Lalu saya pindah entah dimana. lalu saya gesergeser posisi peniti hingga akhirnya menemukan posisi di samping. Iya, di samping, sebelah pipi, seperti Dian Pelangi. Hahahaha... Persis banget! "Ih.. kenapa sih orangorang gak pake kayak gini aja?? kan bagus!! jadi gak gitugitu aja pakenya. gak bosenn..!!" Bahkan saat itu saya juga mencobacoba model yang.... yah... puter sana, puter sini, lipat sana lipat sini. Sampe leher saya keiket. Eh, malah sekarang jadi trend hijab masa kini. hahahahaaa...

Oalaahh... Saya jadi tau rasanya sekarang.
"hloh?! ini kan yang dulu pernah saya bayangin.... ini kan yang dulu pernah saya cobaaa...!"
hahahahaaa





*tidak ada endorse atau iklan di postingan ini. Semuanya hanya kebetulan dan tidak disengaja. hehehe



Wednesday, October 29, 2014

sup jagung dan kaos kaki

hallo, malam..
halloo, blog ku..
hallooo, yang bacaa...
(sapaa?? gak tau deh, ada apa nggak. hahaha)

judulnya kok.....????
hahahaha... abaikan. karena gak ngerti mau ditulis apa. hehehe

ini musim apa sih??
ini hari kedua Bandung diguyur hujan..
Bandung? mm... lebih tepatnya sih di daerah Dago lah yaa.. Karena saya pernah melihat berita di tv kalo di wilayah lain Bandung bahkan sudah ada yang banjir. itu kabar berita beberapa minggu yang lalu. wew....

Anyway. Seharian kemarin tugas UTS benarbenar menyiksa. 14 jam yang melelahkan. Sekedar ingin menulis, melepas rindu jemari menari. Iya, kemarin wilayah Kota Bandung di guyur hujan. Siang hujan, lalu berhenti. Hingga malam hujan lagi, sampai larut. Saya terjebak di kost teman saya setelah mengerjakan tugas UTS selama 14 jam. Duduk, nyemil, mikir hingga perut saya membesar isi angin karena kamar teman saya yang sangat sejuk dan berangin. Ketika saya sudah tiba di kamar kos hampir tengah malam,maka keluarlah kentut menderu setelah belasan jam duduk bertugas UTS. Hahahaha.... legaaaaaa......

Dan pagi ini, saya bangun kesiangan, buruburu berangkat ke pasar demi bertahan hidup dengan uang seratus ribu hingga terima kiriman uang lagi. Belanja bahan makanan untuk isi perut hingga bulan berganti. Ah... uang tinggal segini, hidup di Bandung serba mahal, laptop mulai memberi sinyal usia yang tua, handphone sudah mulai cari garagara pula. Ah... apalah saya ini mengeluh saja.

Puaspuasin dulu saja menulis bebas di blog. Karena beberapa bulan ke depan saya akan menulis terstruktur di tampilan MsWord. Hasil jenuh, lelah, melepas stress hari ini adalah............


Sup Jagung Manis Uhuy
Iya, masak menjadi pelarian ketika stress. Kemudian makan dan tidur. Olahraga? gak pernah. Gendut? Iya. Dan baru kali ini saya mendapat panggilan 'ndut'. Baiklaaah... sukasuka anda saja lah ya.. Yang penting hidup tetap senang dan baikbaik saja.

Bandung lagi dingin nih. Sudah 2 hari hujan turun.
"Seperti es", begitu kata seorang teman saya yang tidak sengaja tersenggol kaki saya yang sangat dingin. Atau ada yang terkejut, "Buset! Apaan tuh tadi?? Dingin banget!". Saya jawab saja sekenanya, "Es batu".
Iya. Kaki saya dengan cepat terasa dingin seperti habis keluar dari kulkas bila cuaca mendingin. Seperti malam ini. Celana saya tak panjang, tapi kaos kaki tetap saya pakai agar sedikit menghangatkan kaki saya. Tidak nyaman saja bila tidur tapi kaki saya terasa dingin. Mengganggu. Hehehe..

yang dingin cuma kaki

Well, saya ingin mulai mencaricari jurnal untuk bekal thesis saya nanti. Tapiii..... blogging terlihat lebih menyenangkan daripada googling.Musuh kita yang sebenarnya adalah diri kita sendiri. Butuh kekuatan yang luar biasa untuk melawan musuh kita itu. Menyedihkan lagi ketika mengetahui bahwa minat membaca orang Indonesia itu rendah sekali. Ya seperti saya ini. Hehehehe.....

Ah, sudahlah. Mari berdoa dan berbuat yang baikbaik saja. Minimal untuk diri sendiri. Maksimal untuk banyak orang. Hahaha...
Cuaca makin dingin, selimut saya ingin dipeluk oleh saya. Meskipun saya tahu, laptop saya lebih menghangatkan (atau lebih tepatnya overheat), tetapi selimut saya lebih menyamankan.

hhoooaaaaeeemmmmm


Selamat malam..
Selamat memimpikanmu...

kisskiss




Thursday, July 17, 2014

Rindu #heythere

I found this on twitter two days ago.
This is about "rindu"
Written by Alexander Thian, or known as aMrazing.

@aMrazing: Every time you start the conversation with ‘how was your day’, I wanted to say, ‘perfectly missing you’ but I couldn’t. #Heythere

@aMrazing: Your single ‘hi’ brightens my gloomiest day. Loving you, is something I shouldn’t do. Missing you, is something I can’t run from. #heythere

@aMrazing: The hardest thing to do is missing someone with every cell in your body and realising you can’t have them. #heythere

@aMrazing: “I miss you.”
“I miss you.”
“I miss you.”

I typed those words a thousand times, but never have the gut to send them. #heythere

@aMrazing: If loving you is a joke, then missing you must be the drop dead silence of the most unfunniest joke. Both are not healthy for me. #heythere

@aMrazing: Us, walking side by side, fingers intertwined, laughing gleefully. I ended up punching myself because I hate my imagination #heythere

@aMrazing: The perks of missing you is that you don’t have to know how much it hurts every time I see you. #heythere

@aMrazing: The scent you left on my pillow lingers on. How can I not miss you? #heythere

@aMrazing: I tried to runaway to forget about us. About you. Yet, you’re every where I go. #heythere

@aMrazing: It’s the morning breeze. It’s the afternoon haze. It’s the late night sighs. It’s the restless image of you running in my head. #heythere

@aMrazing: Something as simple as saying “I miss you” could be the hardest thing to do. #heythere

@aMrazing: Two teaspoon of sugar. One part of the milk. That’s how you love your coffee every morning. 540 glassess. 0 words of “I miss you.” #heythere

@aMrazing: It’s the warmth of your breath and the comfort when I placed my head on your shoulder. Can I feel it one more time? #heythere

@aMrazing: I’m gasping for air when the feeling of missing you choke me hard, leave me breathless. I love how the pain is slowly killing me #heythere

@aMrazing: Jika satu spasi tercipta setiap kali aku merindukanmu, seluruh buku di dunia akan hampa tanpa aksara. #heythere

@aMrazing: When you finally finished counting the stars, do you know that’s only the beginning of the pain of missing you? #heythere

@aMrazing: You know the saying, “nasi padang tak pernah salah”? Well, missing you makes every single thing tasteless. #heythere

@aMrazing: That night, I heard someone was calling out your name. But I was completely alone. It’s my heart, telling me how much I miss you. #heythere

@aMrazing: We hugged in my dream. It felt so real I didn’t want to wake up. And in my dream, we were so happy. #heythere

@aMrazing: Missing you makes me extremely sad. But it also makes me extremely happy at the same time. #heythere

@aMrazing: I listen to our song when I miss you. Every notes make me miss you more. #heythere

@aMrazing: The thing about being alone is I can easily feel lonely. And then I miss you. And then I feel better. And then it got worse. #heythere

@aMrazing: Baca tweet #heythere sambil denger If It Kills Me nya Jason Mraz, deh. :3

@aMrazing: To sum up my life lately:

I love you
I miss you
I hate you

but

I love you
and then
I hate you
and
I miss you

#heythere

@aMrazing: I miss you

And I like the second paragraph :)

Wednesday, May 21, 2014

(---)

Ini tengah malam, dan air mata tak kunjung berhenti mengalir.
Aku tahu, Engkau sedang menguji kesabaranku.
Tidak ada sedikitpun dariMu meninggalkanku dari kegelapan.
Segala uji dan coba akan terus Kau beri dan tak akan berhenti.
Aku hanya harus bersabar.
Seperti inilah Kau selalu mencobaku.
Seperti ini dan mungkin tidak akan berhenti.
Aku tahu, Engkau akan memberiku sebuah keindahan nanti.
Seperti dengan syarat, caraMu begitu berat.
Kau tunda semua keinginanku.
Kau ingin aku menjadi lebih baik.
Kau ingin aku selalu memelukMu..
Kau ingin aku lebih bersabar.
JanjiMu pada hambaMu, Kau tidak akan pernah ingkar.
Bahwa Kau akan memberiku bahagia.
Namun, seperti inilah harus kubayar di muka.
Seperti air mata ini yang tak berhenti, seperti inilah cobaMu mengalir.
Suatu saat nanti, Kau pulalah yang akan menghentikan.
Engkaulah Maha Memiliki segala apapun yang ada di dunia ini.
KepadaMu lah aku berpasrah.
Dengan kuasaMu pula lah, aku berharap kekuatan agar aku lebih kuat.
Kuat untuk menghadapi apa yang sedang Kau uji.
Sungguh hidayaMu kunantikan.
Seperi setiap sel yang bergerak dalam tubuhku adalah kuasaMu.
Laaillaaha illallaaah...
Allahuakbar...