malam ini aku tertawa lepas, tapi aku tau hati dan pikiranku tidak tertawa dalam ikatan...
"Baby Wipe your eyes
Cause I don't want to see you cry
I don't want you thinking I'm a bad guy
Sometimes I say some things
That I don't really mean
The last thing that I want is you mad at me
I know I know what I got to do
To get a get a smile out of you
Make my lips touch my nose
Cross my eyes until I go blind
Before I go blind
It tickles me to see your trying not to laugh at me
‘cause we both know your not as tough as you seem
I know you want to laugh come on
Laugh with me come on
You stick your tongue out
I stick mine out too
You roll your eyes
And I laugh at you
You say I hate you
I say I love you
No matter what you do I can stay mad at you
And you can stay mad at me
So what we going to do
Make a funny face
Every time I think your sad I just make a funny face
Even when I make you mad I put on my funny face
I like it when you smile
I love it when you laugh
I love it when you do it to so let me see your funny face"
aku memulainya dengan iringan lagu boysband favourit ku...
aku percaya, seputusasa apapun aku, aku pasti bisa menjalani hari-hariku. Aku tidak mau hanya menyalahkan keadaan.
karena sebenarnya akulah yang membuat keadaan ini mendesakku..
seberat apapun hari-hari ini kujalani, aku tetap harus ikhlas dan tetap tersenyum.
karena berawal dari senyumlah, aku kuat menjalaninya.
Aku percaya seberat apapun hari-hari ini, sesusah apapun diriku menjalani keadaan ini,
aku pasti adalah salah seorang yang lebih beruntung..
Allah itu tidak pernah tidur, Allah itu selalu melihat apapun yang hamba-Nya lakukan.
Aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik..
Berat memang menjalaninya sendirian.
karena aku adalah orang yang paling suka bila sebuah kebingungan datang mengetuk hari-hariku.
aku pun memulai hari dengan kelinglungan, dan kebingungan dalam mengambil keputusan.
Terlalu pemikir dan perfectionist untuk hari-hariku berikutnya...
but i'm not a perfectionist one, i'm an anoyying one.
aku berharap suatu hari ada yang menyanyikan lagu itu untukku...
Thursday, April 29, 2010
Wednesday, April 14, 2010
Spell it up!
Sudah lama gak posting..
Pingin nulis tapi terlalu penuh di otak ini yg perlu di tulis..
Akhirnya...
Semuanya keluar dengan air mata...
Lega...
Meskipun dari kebingunganku, bukan ini yang kuinginkan...
Semuanya berkumpul jadi satu.
Banyak yang ingin kuucap,
tapi bingung selalu menjadi alasan utamaku
mana yang harus ku eja terlebih dulu.
Belajar kusimpan rapatrapat,
biar aku tetap bisa mengepakkan sayapku,
tanpa tuntunanmu...
Tapi aku masi berada di bawah tanganmu...
Aku masih menyuarakan tangisku...
Malu ku karna sayapku yang belum sempurna untuk membawaku terbang...
Namun, perkataanmu yang sabar membuatku merasa kau memang tempat yang tepat untukku kembali...
Air mata ini akhirnya keluar juga...
Diiringi macammacam musik mengalun dari komputerku...
Aku memang belum mengenalmu..
Tapi akhirnya kau berani mengutarakan apa yang ada di benakmu...
Aku tidak menyangka, kau akan mengucapkannya...
Dan perkataanmu benarbenar membuatku tidak menduganya..
Sangat lucu...
Semuanya memang pilihan yang sulit, tapi ak memang harus memilih...
Semuanya kembali lagi padaku...
Bahwa aku masih bingung, dan kita perlu bertemu...
Pingin nulis tapi terlalu penuh di otak ini yg perlu di tulis..
Akhirnya...
Semuanya keluar dengan air mata...
Lega...
Meskipun dari kebingunganku, bukan ini yang kuinginkan...
Semuanya berkumpul jadi satu.
Banyak yang ingin kuucap,
tapi bingung selalu menjadi alasan utamaku
mana yang harus ku eja terlebih dulu.
Belajar kusimpan rapatrapat,
biar aku tetap bisa mengepakkan sayapku,
tanpa tuntunanmu...
Tapi aku masi berada di bawah tanganmu...
Aku masih menyuarakan tangisku...
Malu ku karna sayapku yang belum sempurna untuk membawaku terbang...
Namun, perkataanmu yang sabar membuatku merasa kau memang tempat yang tepat untukku kembali...
Air mata ini akhirnya keluar juga...
Diiringi macammacam musik mengalun dari komputerku...
Aku memang belum mengenalmu..
Tapi akhirnya kau berani mengutarakan apa yang ada di benakmu...
Aku tidak menyangka, kau akan mengucapkannya...
Dan perkataanmu benarbenar membuatku tidak menduganya..
Sangat lucu...
Semuanya memang pilihan yang sulit, tapi ak memang harus memilih...
Semuanya kembali lagi padaku...
Bahwa aku masih bingung, dan kita perlu bertemu...
Monday, March 15, 2010
bolehkah saya kecewa?
Sudah 2,5 tahun saya tinggal di Surabaya, mengemban ilmu demi cita-cita.
Berusaha mengembalikan apa yang sudah bapak dan ibu berikan pada saya.
meskipun tidak akan pernah bisa kembali, setidaknya membuat mereka tersenyum ikhlas saja saya sudah bahagia.
Ketika itu saya di bangku SMA.
polemik remaja saya hadapi seperti remaja pada umumnya.
saya pernah menyulut api, lalu saya terbakar.
saya tidak pernah mau mengulanginya lagi.
saya takut karma.
sesuatu yang sudah saya bakar itu sudah hangus dan menjadi abu lalu pergi bersama angin.
saya tidak mau mengulanginya lagi.
apalagi saya pun dibakar amarah oleh seseorang.
Waktu itu saya adalah remaja yang penuh masalah.
Masalah yang rumit..menurut saya..
Sejak kecil saya pernah punya sahabat.
tapi ternyata ciriciri orang munafik yang saya pelajari pada mata pelajaran agama saat SD, ada pada diri sahabat saya.
saya kecewa, dan saya menghindarinya... meskipun sampai sekarang saya masih berteman baik dengannya.
Seiring dengan waktu, sahabat saya berganti dan bertambah.
Saya mengenali banyak sahabat sekarang.
tapi tidak ketika di bangku kuliah.
Saya lelah.
Saat kuliah, saya hengkang dari masalahmasalah yang dulu.
saya meninggalkan masalah SMA.
saya siap menghadapi masalah baru.
tapi tentu saja, saya lebih senang bila saya tidak memiliki masalah.
dan saya benarbenar tidak memiliki masalah selain masalah dengan kuliah.
masalah pertemanan, sistem organisasi kampus, saya anggap aksentuasi kehidupan.
saya adalah orang yang paling santai hingga saat ini.
saya pikir saya findfind saja.
ternyata tidak.
masalah remaja berulang lagi.
kali ini dengan seorang sahabat yang sangat saya sayangi.
Saya punya satu sahabat baik.
Kami sahabat pena.
pena elektronik tepatnya.
dia mengajarkan pada saya tentang banyak hal.
kami selalu saling sharing dan berbagi cerita.
Tapi tidak untuk saat ini.
saya sedang bersedih.
sepertinya saya bermasalah dengan dia.
saya sedikit tersinggung dengan sikapnya.
tapi mungkin dia lebih tersinggung dengan ucapan saya.
sejauh kami bersahabat, saya pikir kami baikbaik saja.
ternyata tidak.
saya adalah remaja yang biasa saja yang banyak menyakiti orang karena ucapan saya.
saat ini saya sedang instrupeksi diri.
tapi sahabat yang selalu mendukung saya tibatiba menjauh.
saya tidak tahu alasannya.
menurut pikiran saya,
saya berucap seperti itu karena dia yang membuat saya terpaksa mengucapakan..
saya tersinggung dengan sikapnya.
tapi ternyata dia lebih tersinggung dengan ucapan saya.
lalu mana yang benar?
mengingat saya selalu didesaknya bila ada sesuatu yang janggal dengan saya untuk bercerita.
sedangkan saya tidak bisa berbuat apaapa bila ia tidak mau cerita.
padahal saya cerita karena saya terpaksa, saya juga ingin tidak mau cerita seperti dia.
saya juga ingin minta waktu berpikir sendiri dan tidak mau cerita seperti yang dia lakukan.
untuk hal ini, "lalu aku kamu anggap apa?" tidak berlaku.
saya kecewa..
Berusaha mengembalikan apa yang sudah bapak dan ibu berikan pada saya.
meskipun tidak akan pernah bisa kembali, setidaknya membuat mereka tersenyum ikhlas saja saya sudah bahagia.
Ketika itu saya di bangku SMA.
polemik remaja saya hadapi seperti remaja pada umumnya.
saya pernah menyulut api, lalu saya terbakar.
saya tidak pernah mau mengulanginya lagi.
saya takut karma.
sesuatu yang sudah saya bakar itu sudah hangus dan menjadi abu lalu pergi bersama angin.
saya tidak mau mengulanginya lagi.
apalagi saya pun dibakar amarah oleh seseorang.
Waktu itu saya adalah remaja yang penuh masalah.
Masalah yang rumit..menurut saya..
Sejak kecil saya pernah punya sahabat.
tapi ternyata ciriciri orang munafik yang saya pelajari pada mata pelajaran agama saat SD, ada pada diri sahabat saya.
saya kecewa, dan saya menghindarinya... meskipun sampai sekarang saya masih berteman baik dengannya.
Seiring dengan waktu, sahabat saya berganti dan bertambah.
Saya mengenali banyak sahabat sekarang.
tapi tidak ketika di bangku kuliah.
Saya lelah.
Saat kuliah, saya hengkang dari masalahmasalah yang dulu.
saya meninggalkan masalah SMA.
saya siap menghadapi masalah baru.
tapi tentu saja, saya lebih senang bila saya tidak memiliki masalah.
dan saya benarbenar tidak memiliki masalah selain masalah dengan kuliah.
masalah pertemanan, sistem organisasi kampus, saya anggap aksentuasi kehidupan.
saya adalah orang yang paling santai hingga saat ini.
saya pikir saya findfind saja.
ternyata tidak.
masalah remaja berulang lagi.
kali ini dengan seorang sahabat yang sangat saya sayangi.
Saya punya satu sahabat baik.
Kami sahabat pena.
pena elektronik tepatnya.
dia mengajarkan pada saya tentang banyak hal.
kami selalu saling sharing dan berbagi cerita.
Tapi tidak untuk saat ini.
saya sedang bersedih.
sepertinya saya bermasalah dengan dia.
saya sedikit tersinggung dengan sikapnya.
tapi mungkin dia lebih tersinggung dengan ucapan saya.
sejauh kami bersahabat, saya pikir kami baikbaik saja.
ternyata tidak.
saya adalah remaja yang biasa saja yang banyak menyakiti orang karena ucapan saya.
saat ini saya sedang instrupeksi diri.
tapi sahabat yang selalu mendukung saya tibatiba menjauh.
saya tidak tahu alasannya.
menurut pikiran saya,
saya berucap seperti itu karena dia yang membuat saya terpaksa mengucapakan..
saya tersinggung dengan sikapnya.
tapi ternyata dia lebih tersinggung dengan ucapan saya.
lalu mana yang benar?
mengingat saya selalu didesaknya bila ada sesuatu yang janggal dengan saya untuk bercerita.
sedangkan saya tidak bisa berbuat apaapa bila ia tidak mau cerita.
padahal saya cerita karena saya terpaksa, saya juga ingin tidak mau cerita seperti dia.
saya juga ingin minta waktu berpikir sendiri dan tidak mau cerita seperti yang dia lakukan.
untuk hal ini, "lalu aku kamu anggap apa?" tidak berlaku.
saya kecewa..
Saturday, March 13, 2010
slow pop-techno music
Saya sedang mendengarkan pop-techno musik yang cukup slow...
where that time she remember how a girl are, for some months ago..
only for a while
that's the point how she found her life
she must find and try and feel
she had walk and laugh and happy with her friends
she thought she was happy, no one can made her happy on that day
she had walk and laugh and happy, she found her new world by her new friend
she thought that it was her new another world
she had walk and laugh and happy, and she shocked
she found a beautiful blink bottle in the middle of the colorfull LED light
she heard how noise the music around her
she play, she sing, and she dance
she found a beautiful back where she had search for long time
she used her mask and play and sing and dance
she had walk and laugh and happy
she felt the coldnight with her new another world
she had laugh and felt the moonlight pale
she sing and she dance
she used her another clothes
she shout her another soul
she got her orange juice and she smiled bitterly
she sing and smile and dance
she had walk and laugh and happy
she found her beautiful blink bottle was broken
she kept smile and sing and dance
she found a back hand and warm her hand
she smiled
she felt another bottle's hand around her back and wiped softly
she amused and smiled and she dance
she felt that bottle exhale around her ear and she smile
she was out from her daily and silent
she thought and smiled
she felt a warmness and she smiled and she cry and she disappointed
she would back home and she smiled
she still want to be she must be
where that time she remember how a girl are, for some months ago..
only for a while
that's the point how she found her life
she must find and try and feel
she had walk and laugh and happy with her friends
she thought she was happy, no one can made her happy on that day
she had walk and laugh and happy, she found her new world by her new friend
she thought that it was her new another world
she had walk and laugh and happy, and she shocked
she found a beautiful blink bottle in the middle of the colorfull LED light
she heard how noise the music around her
she play, she sing, and she dance
she found a beautiful back where she had search for long time
she used her mask and play and sing and dance
she had walk and laugh and happy
she felt the coldnight with her new another world
she had laugh and felt the moonlight pale
she sing and she dance
she used her another clothes
she shout her another soul
she got her orange juice and she smiled bitterly
she sing and smile and dance
she had walk and laugh and happy
she found her beautiful blink bottle was broken
she kept smile and sing and dance
she found a back hand and warm her hand
she smiled
she felt another bottle's hand around her back and wiped softly
she amused and smiled and she dance
she felt that bottle exhale around her ear and she smile
she was out from her daily and silent
she thought and smiled
she felt a warmness and she smiled and she cry and she disappointed
she would back home and she smiled
she still want to be she must be
Friday, March 5, 2010
Diam dan Berpikir
Sedihnya melihat berita di tivi hari ini.. menggunjingkan polah mahasiswa Makassar yang ricuh, ricuh membawa alibi ulah pemerintahan yang tidak tegas mengambil keputusan.
Sedih pula merenungkan diri selama ini.. bagai manusia yang terbentuk dari organ yang busuk yang kemudian disusun membentuk manusia yang tidak berotak seperti aku..
Sedihnya.. berlagak orang paling hebat dari yang lain tapi hanya bermodal ucapan tanpa tindakan yang kongkrit dari ucapan itu..
Sedih yang amat karena semangat yang hilang bagai debu oleh hembusan angin..
Berpikir dan berbicara itu gampang, bertindak itu sulit..
Kau yang ada disana, sudahkah Anda merenungkan dari kata-kata Anda, apa yang sudah Anda perbuat? Apakah sesuai dengan makian Anda terhadap orang disekeliling Anda??
Kau yang ada disana, sudahkah Anda menyadari seperti apakah polah tingkah yang sudah Anda perbuat?? sesuaikah dengan ucapan Anda yang Anda katakan sebagai prinsip yang tidak memalukan??
Kau yang ada disana, sudahkah Anda mengetahui berapa banyak orang yang sudah Anda rugikan karena perbuatan Anda?? sesuaikah dengan nasehat yang Anda andalkan untuk menasehati orang lain??
Berpikirlah dua kali sebelum bertindak, apapun itu.
Sedih pula merenungkan diri selama ini.. bagai manusia yang terbentuk dari organ yang busuk yang kemudian disusun membentuk manusia yang tidak berotak seperti aku..
Sedihnya.. berlagak orang paling hebat dari yang lain tapi hanya bermodal ucapan tanpa tindakan yang kongkrit dari ucapan itu..
Sedih yang amat karena semangat yang hilang bagai debu oleh hembusan angin..
Berpikir dan berbicara itu gampang, bertindak itu sulit..
Kau yang ada disana, sudahkah Anda merenungkan dari kata-kata Anda, apa yang sudah Anda perbuat? Apakah sesuai dengan makian Anda terhadap orang disekeliling Anda??
Kau yang ada disana, sudahkah Anda menyadari seperti apakah polah tingkah yang sudah Anda perbuat?? sesuaikah dengan ucapan Anda yang Anda katakan sebagai prinsip yang tidak memalukan??
Kau yang ada disana, sudahkah Anda mengetahui berapa banyak orang yang sudah Anda rugikan karena perbuatan Anda?? sesuaikah dengan nasehat yang Anda andalkan untuk menasehati orang lain??
Berpikirlah dua kali sebelum bertindak, apapun itu.
Sunday, February 28, 2010
Cinta dan sakit gigi
Malam ini aku terhenyak di atas kasur di istana paling indah.. Ditemani suara tivi dan laptopku..
Beberapa jam yang lalu hingga saat ini aku merasakan sakit yang sangat. Sakit gigi..
Bukan sakit hati seperti yg mereka keluhkan di status di facebook karena malam minggu yang sepi.
Beberapa hari yang lalu kurenungkan kembali, cinta tak memiliki teori.
Bila cinta itu dijabarkan, maka diktat ribuan halaman mungkin tidak akan menyelesaikannya.
Ribuan?? Lalu bagaimana dgn jutaan??
Hahaha...
Beberapa menit yang lalu, kudengar sebuah kabar gembira. Bila kuberani mengambil keputusan itu, maka hilanglah kesempatanku meraih cita-citaku saat ku SMA. Tapi bila aku berani mengambil keputusan itu, maka cita-citaku ketika ku kecil pun tercapai. Ku tunggu kesempatan itu satu setengah tahun lagi bila Tuhan masih memberiku kesempatan, dan tentunya aku tidak mau gigiku menjadi masalah dalam meraih kesempatan apapun itu.
Beberapa hari kedepan, aku harus bersiap untuk merubah langkahku. Bukan langkah untuk berlari, tapi langkah untuk sebuah perubahan. Perubahan yang menentukan.
Melangkah ditemani sakit gigi dan segala tenggat waktu yang tersisa dengan melawan arus ketidakmampuan yang memang harus diselesaikan.
Allah... Engkau Maha Besar...
Lapangkan dadaku...
Ibu, Bapak... Doa dari kalian benar-benar kuharapkan...
Sahabat... Semangat darimu benar-benar sebuah berlian untukku saat ini...
Cinta... Aku tidak butuh kau saat ini...
Gigiku... Cepatlah sembuh...
Beberapa jam yang lalu hingga saat ini aku merasakan sakit yang sangat. Sakit gigi..
Bukan sakit hati seperti yg mereka keluhkan di status di facebook karena malam minggu yang sepi.
Beberapa hari yang lalu kurenungkan kembali, cinta tak memiliki teori.
Bila cinta itu dijabarkan, maka diktat ribuan halaman mungkin tidak akan menyelesaikannya.
Ribuan?? Lalu bagaimana dgn jutaan??
Hahaha...
Beberapa menit yang lalu, kudengar sebuah kabar gembira. Bila kuberani mengambil keputusan itu, maka hilanglah kesempatanku meraih cita-citaku saat ku SMA. Tapi bila aku berani mengambil keputusan itu, maka cita-citaku ketika ku kecil pun tercapai. Ku tunggu kesempatan itu satu setengah tahun lagi bila Tuhan masih memberiku kesempatan, dan tentunya aku tidak mau gigiku menjadi masalah dalam meraih kesempatan apapun itu.
Beberapa hari kedepan, aku harus bersiap untuk merubah langkahku. Bukan langkah untuk berlari, tapi langkah untuk sebuah perubahan. Perubahan yang menentukan.
Melangkah ditemani sakit gigi dan segala tenggat waktu yang tersisa dengan melawan arus ketidakmampuan yang memang harus diselesaikan.
Allah... Engkau Maha Besar...
Lapangkan dadaku...
Ibu, Bapak... Doa dari kalian benar-benar kuharapkan...
Sahabat... Semangat darimu benar-benar sebuah berlian untukku saat ini...
Cinta... Aku tidak butuh kau saat ini...
Gigiku... Cepatlah sembuh...
Saturday, February 20, 2010
Cerah dan Mendung

Pagi ini cerah. Setelah seharian kemarin hujan turun mengguyur Surabaya. Mendung hebat menghitamkan kota. Cuaca yang mendukung untuk merebahkan diri di atas kasur di bawah selimut. Terlupakan janjiku pada seorang teman untuk mendiskusikan tugas kuliah.
Pagi ini cerah. Setelah seharian kemaren mendung menemani hatiku yang tidak jelas apa maunya.
Kadang mendung tiba, kadang mendung pergi.
Pagi ini memang cerah. Tapi tak secerah hatiku. Entah apakah mendung akan datang lagi hari ini. Semoga tidak. Kusiapkan hatiku untuk setiap hariku. Menghadapi hari yang akan datang.
Kusiapkan hatiku menerima cercaan sahabat. Aku sudah biasa.
Kusiapkan hatiku menghadapi sosokmu. Mencoba biasa saja.
Thursday, February 18, 2010
Bahuku dan Bahumu
Lihatlah sosoknya...
Ia begitu tampan...
Ia tinggi...
Ia atletis...
Namun Ia tidak sombong...
Lihatlah dirinya...
Ia begitu penyayang...
Ia sholeh...
Ia pengertian
Namun Ia begitu tegas...
Lihatlah langkahnya...
Ia begitu galau...
Ia melankolis...
Ia menangis...
Namun Ia begitu kuat...
Ia tetap dirinya...
dan tak ada dirinya yang lain...
Ia adalah ia...
tetap tegar melewati puingpuing cobaan...
Kata-katanya begitu indah...
Seindah dirinya ketika menyanyi...
Nasehatnya begitu bijak...
Sebijak dirinya dalam melangkah...
Sikapnya begitu mulia...
Semulia baktinya pada Ibu Bapaknya...
Sahabatku....
Kusediakan telingaku untuk mendengar keluhkesahmu...
Seperti kau sediakan bahumu untukku bersandar...
Katakan apa yang membuatmu bersedih...
Senyummu mengindahkan setiap langkahmu...
Selalu kusediakan tempat sekecil apapun untukmu...
Agar ku juga bisa merasakan sedihmu...
Lalu merasakan senangmu...
Wednesday, February 17, 2010
angkuhku...
Aku melangkah, dengan angkuhku...
Aku melangkah, dengan aroganku...
Aku melangkah, dengan acuhku...
Aku melangkah, dengan diamku...
Aku adalah aku dimana aku berpijak...
Aku bersama diriku tak perlu dirimu...
Aku dan langkahku bersama mauku...
Tak perlu dirimu...
Angkuhku...
Tak membutuhkanmu...
Hanya diriku...
Mereka telah berkata...
Aku dan angkuhku...
Mereka telah menyapa...
Aku dan acuhku...
Mereka telah menegur...
Aku dan mauku...
Aku adalah patung...
Diam dan arogan...
saya sudah mengaku cukup lelah menampik anggapan semua para sahabat saya...
saya terlalu gengsi mengungkapkan bahwa perkataan mereka benar...
sedangkan para sahabat terlalu sabar menunggu saya datang bersama diri saya yang baru...
sudah gatal telinga saya mendengar ucapan mereka...
sudah gatal hati saya ikut berbolakbalik...
tapi saya tetap teguh saya adalah orang yang angkuh...
frontal, kata ini baru saya dengar dari seorang sahabat...
munafik, kata ini juga yang begitu frontal dikatakan oleh seorang yang lain...
saya hanya tersenyum karena speechless...
lalu setiap pembicaraan akan berakhir seperti ini...
"sampai kapan kamu terus begini??"
terus terang saya heran, mengapa mereka begitu pusing memikirkan diri saya??
saya pikir saya baik-baik saja...
maka biarkan saya berjalan apa adanya. dengan langkahku.dengan angkuhku.
suatu saat saya akan membuka hati. saya percaya, sahabat juga percaya.
Aku melangkah, dengan aroganku...
Aku melangkah, dengan acuhku...
Aku melangkah, dengan diamku...
Aku adalah aku dimana aku berpijak...
Aku bersama diriku tak perlu dirimu...
Aku dan langkahku bersama mauku...
Tak perlu dirimu...
Angkuhku...
Tak membutuhkanmu...
Hanya diriku...
Mereka telah berkata...
Aku dan angkuhku...
Mereka telah menyapa...
Aku dan acuhku...
Mereka telah menegur...
Aku dan mauku...
Aku adalah patung...
Diam dan arogan...
saya sudah mengaku cukup lelah menampik anggapan semua para sahabat saya...
saya terlalu gengsi mengungkapkan bahwa perkataan mereka benar...
sedangkan para sahabat terlalu sabar menunggu saya datang bersama diri saya yang baru...
sudah gatal telinga saya mendengar ucapan mereka...
sudah gatal hati saya ikut berbolakbalik...
tapi saya tetap teguh saya adalah orang yang angkuh...
frontal, kata ini baru saya dengar dari seorang sahabat...
munafik, kata ini juga yang begitu frontal dikatakan oleh seorang yang lain...
saya hanya tersenyum karena speechless...
lalu setiap pembicaraan akan berakhir seperti ini...
"sampai kapan kamu terus begini??"
terus terang saya heran, mengapa mereka begitu pusing memikirkan diri saya??
saya pikir saya baik-baik saja...
maka biarkan saya berjalan apa adanya. dengan langkahku.dengan angkuhku.
suatu saat saya akan membuka hati. saya percaya, sahabat juga percaya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

