Wednesday, November 14, 2012

Biru untuk Kamu





hei, kamu di sana yg suka langit biru. aku punya biru untukmu. 
langit biru ini sampai di depan mataku ♥



Satu kalimat tertera dalam benak ku kala itu.
'kamu di sini'

 Senyum ini tak pudar. 
Ketika itu.
Sejauh mata memandang, laut biru.
Sejauh mata menatap, langit biru.
Hari itu cerah.
Semua biru.
Seperti maumu.

Benakmu di sana.
'Kau butuh bersenangsenang.
Bersenangsenanglah.
Aku tidak ingin mengganggumu.
Berbahagialah. Lupakan aku.
Walau sekejap.'

Benakku di sini.
Bagaimana aku bisa melupakanmu walau sekejap?
Hamparan langit, biru menjulang.
Sepanjang mata memandang, laut biru terbentang.
Bukankah kau akan senang dengan segala biru ini?

Sayangnya, kadang mendung mengelabui biru.
Kemudian hujan.
Kemudian reda.
Kemudian diam.
Bahkan emasnya senja pun tak sanggup menengok.

Merekahkah senyummu bila kau lihat segala biru ini?
Apa yang akan kau perbuat dengan segala biru ini?
Kau akan membayar mahal demi biru ini. Maukah kau?

Bila saja mata ini bisa merekam dalam sekejap,
Kau pasti bisa melihatnya melalui mataku.
Tidak. Kau harus melihatnya sendiri.

Biru yang indah.
Biru, biru, biru dan biru...




Friday, September 21, 2012

A Sailor Back to Home

a sailor back to the land..
a smile never day
back to home
that's the call of "back home"


Aku melihat lautan yang sangat indah
Jutaan pelaut menghabiskan waktu di sini
Aku melihat makna kehidupan yang sederhana yang telah dikorbankan,
kedamaian
kesejahteraan dan kebahagiaan
Aku melihat hati yang menonjol dari mereka
Dan hati yang bersatu dari mereka
Generasi di sana, sejauh hal yang terbaik,
dan sejauh ini yang ku lakukan
Yang pernah mereka ketahui
Dan aku..
Sudah Kembali...

-Ulum Heryanto-


Tuesday, September 18, 2012

Berat Badan ("-_-)



“Lus, kamu kok kurusan? Sepertinya kamu harus banyak makan lagi”
Begitu kata seorang teman baik lelaki saya. Ada sedikit rasa malu di dalam hati. Tapi tak apalah, dia teman baik saya yang sudah mengenal saya seperti gimana.
“ya, stress mungkin?”
Jawab saya simple.
Tidak sedikit yang menegur saya dengan perkataan sejenis. “Nduk, kamu kok kurus?” kata teman ibu saya. “Hei, Lusy... kamu kok keliatan kurus??” kata sahabat saya. Yang paling mengena di benak saya adalah pernyataan teman kantor saya beberapa bulan lalu ketika melihat beberapa foto di Facebook saya. “Hah?? Lusy, ini beneran kamu?? Kamu disini keliatan gendutan loh.. kamu kok bisa sekurus ini sekarang??” hmm...saya tidak bisa menjawab, hanya menaikkan alis dan bahu saja.


Bagian paling menonjol bila saya terlihat kurus terdapat pada bagian pipi saya. Tirus. Begitu singkat dan jelas. Bentuk badan? Aman. Begitu kata sahabat saya. Sahabat saya beberapa kali berseru, “enak yo Lus, awakmu.. mangan akeh gak mikir.. awak e sik pancet ae!” teman saya iri dengan bentuk badan saya yang aman dan jarang terlihat perubahan yang begitu signifikan bila saya makan tidak terkontrol. Teman baik saya yang lelaki itu juga pernah bilang, “kamu tirus banget. Kamu kurusan deh kayaknya.” Ah.. lucu juga. Disaat sekeliling saya banyak yang mengeluh ingin menurunkan berat badan, saya justru memendam kebingungan saya untuk menaikkan berat badan saya.


Saya pernah mengalami perubahan berat badan yang cukup mengejutkan. 2 kg dalam waktu 2 minggu. Selama 2 minggu itu saya beranikan diri mengkonsumsi jus alpukat malam hari, sebelum tidur. Pencernaan saya jadi lancar, dan berat badan saya meningkat. Itu terjadi ketika saya berada pada masa peralihan SMA menjelang mahasiswa. Masih belum puas, saya ngoyoh lagi, tapi tidak terjadi perubahan apapun. Mungkin karena tugastugas kuliah saya yang membuat saya sering begadang hingga pagi. Jadi meskipun saya makan porsi kuli ala kampus, tapi tetap saja tidak ada perubahan yang terjadi. Tetap seperti itu selama beberapa tahun.


Sunday, September 16, 2012

Trauma (?)


Siang itu saya berdiam diri tiduran di kamar. Diam saja. Tidak melakukan apapun. Saya tidak bernafsu makan, tidak bernafsu menonton tivi, membaca buku, online, menggambar atau apapun yang saya sukai. Saya mengingat sekelebat kejadian di detikdetik terkahir sebelum saya resign dari kantor gila itu. Lalu saya flash back perkataanperkataan bijak bapak dosen saya yang menjadi salah satu masukan untuk saya bertahan sementara di kantor itu. Lalu saya teringat kejadiankejadian lain yang membuat saya muak dengan Si Nyonya Bos yang menurut saya, temanteman dan juga para pendengar cerita saya adalah psycho. Ya, sejenis sakit jiwa. Dan saya teringat akan janji saya dan seorang teman baik di kantor saya untuk jadi lebih baik dan tidak melakukan hal yang sama di kantor berikutnya dan di tempat kerja manapun.

Saya ingat malam itu saya tak bisa tidur garagara kopi hangat pemberian teman kantor saya di depan minimarket tengah malam itu. Memikirkan keputusan dan segala resiko yang akan terjadi dan efeknya terhadap temanteman baik saya di kantor gila itu. Lalu saya tersentak, “ah, ngapain mikirin yang sudah terjadi? Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Hidup saya sekarang adalah pilihan saya. Resikonya saya yang terima, saya juga yang jalani. Lebih baik saya memikirkan masa depan saya saja.” Tapi ternyata, saya hanya diam saja dan tidak ada perubahan sedikit pun dalam hidup saya. Tidak mencari kerja lagi ataupun tidak melakukan apapun yang dapat menghasilkan untuk masa depan saya.

Saya benarbenar merenung siang itu. Apa yang saya inginkan? Mau seperti apa hidup saya nantinya?? Saya tidak bisa tinggal diam menunggu pangeran kaya raya untuk menopang hidup saya. Saya tidak bisa terusterusan bergelayutan di tangan orangtua saya. Saya harus bekerja. Tapi sisi lain diri saya tidak ingin bekerja ikut orang lagi. Ada apa dengan saya ini?? Kenapa saya tidak bergerak sedikitpun dari tempat nyaman saya?? Lalu kemana passion saya?? Hobi saya? Entahlah harus saya apakan mereka. Saya ini kenapa?? Lalu entah dari mana tibatiba muncul kata ‘trauma’ di pikiran saya.

Monday, September 3, 2012

My First Maccaroni Scottel

Saya sedang kalut seharian. Tapi saya tidak ingin terlalu terbawa. Waktu saya siasia bila saya terlalu terbawa. Saya bukabuka buku resep, lalu segera beranjak membeli bahanbahan, lalu segera membuatnya.

Maccaroni Scottel pertama buatan saya..
Taraaaaaa..............




Rasanya... Lumayan..
Resep saya dapatkan dari teman baik saya yang jago banget bikin kue..


Selanjutnya mau bikin apa lagi yaaa...?? Hmmm.....
:D

Friday, August 17, 2012

Wednesday, June 27, 2012

Kita dalam sketsa

Tidak. Kali ini untuk memulainya bukan dengan yang manismanis. Biasanya mereka memulainya dengan yang manismanis, happyhappy. Tapi kali ini tidak. Semua tidak semanis yang kamu bayangkan.

Memang benar. Sebuah hubungan tidak selalu dimulai dengan yang indahindah. Mereka bisa memulainya dari suatu masalah, kemudian ada rasa ingin saling melindungi dan memiliki.

Tapi aku tidak pernah membayangkan hal ini. Aku pun tidak pernah berharap semua seperti ini. Aku ingin memulainya dengan indah.

Kau pikir aku mau seperti ini? Aku pun tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa semuanya akan seperti ini. Semua yang kulihat, bayanganku, ada di dirimu, buyar seketika.

....

Ini baru permulaan. Kita tidak pernah tahu seperti apa nantinya kita, kecuali proses, cara kita menjalaninya, membawanya kepada yang indah atau yang sedih. Tidak apalah kita memulainya dengan yang tidak pernah kita harapkan. Semoga semuanya berakhir dgn indah.

Kau tau, dia bagai duri yang berbalut bunga yang semerbak.

Tak berbeda jauh denganmu. Dia pun bagai belati yang berbalut sutera. Ak pun tidak pernah menyangka aku akan menemuinya. Padahal aku jauh lebih mengenalmu.


Sunday, June 3, 2012

4+

it like whispered to me ... so slowly...

when you accompany me to a painting gallery event
when you help me for a task about sketches
when we talk and laugh about nothing
when you are worried me that not eat yet
when you bring me around the city
 when you say thank you for a nothing snack
when you ask me so much thing and let me tell you so much nothing to say
when you ask me for a first ice cream
when you know how i do love chocolate
when you bring me a blackforest at a stretch night

when you ask me about us and let me tell you about nothing
when you think that nothing and i think i left something
 when you ask me to find a shoes for your family
when you help me to finished my injured task all night long
when we hide from all peoples
when you ask me who am i for you
when you bring me an ice cream to support my great task for a semester
when you never forget to say happy birthday on time
when you pick me up on the train station that night
when we promised to those leather jacket
 when you are worrying about me to be carefull on the way home
when you told me you are selfish and dumb
when so much thing happened
when I know you are happy now
suddenly



when I started to heal those words:

wherever I'll fly, wherever I stand, in fact, I always come back to you. It's just, we'll never know, where do we stand.


I wish nothing but the best for you... :)







Monday, May 14, 2012

-

sepercik api jadi buai
segaris air melantun manja
terdiamku dalam kelam
termenungku atas remang

bersukasuka kita melangkah
selamat pagi kita bersua
selamat tidur kita terpisah
bagai tiada topang kepala
kita acuhkan kata mereka

kau dan aku melaju terlalu kencang
kita terlalu naif untuk bernaif dalam realita
kau dan aku terlalu senang pada andai
kita seperti terpuruk pada asa

ucapkan makna pada sebuah kata
maka arti adalah sebuah batas
sebut saja mereka merengkuh kita
sedang kita berlari bersama peluh