Monday, May 20, 2013

Lodaya

biarkan aku diam merenung meratap tatap bercermin pada gelap pada kaca berbalik pekat

kutatap lekat bola mataku sendiri berbicara dalam diam tersirat ribuan kilat jahat

kutatap lagi ada apa disana? apa yang sedang terjadi? kunikmati berisik malam deru mesin beradu membawa gerbonggerbong dalam malam berjalan di atas rel nya

turunku nanti, kubopong sebongkah nasib di dalam ransel melangkah mendoyong berat beradu di pundakku

bercerminku lagi lalu tertawa apa yang sedang kau tertawakan? nasibmu? kebodohanmu? kedunguanmu? kesombonganmu? aku tetap tertawa berharap tak ada air mata bersembunyi di sana

Bandung, 18052013/19.03

No comments: