Wednesday, November 14, 2012

Biru untuk Kamu





hei, kamu di sana yg suka langit biru. aku punya biru untukmu. 
langit biru ini sampai di depan mataku



Satu kalimat tertera dalam benak ku kala itu.
'kamu di sini'

 Senyum ini tak pudar. 
Ketika itu.
Sejauh mata memandang, laut biru.
Sejauh mata menatap, langit biru.
Hari itu cerah.
Semua biru.
Seperti maumu.

Benakmu di sana.
'Kau butuh bersenangsenang.
Bersenangsenanglah.
Aku tidak ingin mengganggumu.
Berbahagialah. Lupakan aku.
Walau sekejap.'

Benakku di sini.
Bagaimana aku bisa melupakanmu walau sekejap?
Hamparan langit, biru menjulang.
Sepanjang mata memandang, laut biru terbentang.
Bukankah kau akan senang dengan segala biru ini?

Sayangnya, kadang mendung mengelabui biru.
Kemudian hujan.
Kemudian reda.
Kemudian diam.
Bahkan emasnya senja pun tak sanggup menengok.

Merekahkah senyummu bila kau lihat segala biru ini?
Apa yang akan kau perbuat dengan segala biru ini?
Kau akan membayar mahal demi biru ini. Maukah kau?

Bila saja mata ini bisa merekam dalam sekejap,
Kau pasti bisa melihatnya melalui mataku.
Tidak. Kau harus melihatnya sendiri.

Biru yang indah.
Biru, biru, biru dan biru...




Friday, September 21, 2012

A Sailor Back to Home

a sailor back to the land..
a smile never day
back to home
that's the call of "back home"


Aku melihat lautan yang sangat indah
Jutaan pelaut menghabiskan waktu di sini
Aku melihat makna kehidupan yang sederhana yang telah dikorbankan,
kedamaian
kesejahteraan dan kebahagiaan
Aku melihat hati yang menonjol dari mereka
Dan hati yang bersatu dari mereka
Generasi di sana, sejauh hal yang terbaik,
dan sejauh ini yang ku lakukan
Yang pernah mereka ketahui
Dan aku..
Sudah Kembali...

-Ulum Heryanto-


Tuesday, September 18, 2012

Berat Badan ("-_-)



“Lus, kamu kok kurusan? Sepertinya kamu harus banyak makan lagi”
Begitu kata seorang teman baik lelaki saya. Ada sedikit rasa malu di dalam hati. Tapi tak apalah, dia teman baik saya yang sudah mengenal saya seperti gimana.
“ya, stress mungkin?”
Jawab saya simple.
Tidak sedikit yang menegur saya dengan perkataan sejenis. “Nduk, kamu kok kurus?” kata teman ibu saya. “Hei, Lusy... kamu kok keliatan kurus??” kata sahabat saya. Yang paling mengena di benak saya adalah pernyataan teman kantor saya beberapa bulan lalu ketika melihat beberapa foto di Facebook saya. “Hah?? Lusy, ini beneran kamu?? Kamu disini keliatan gendutan loh.. kamu kok bisa sekurus ini sekarang??” hmm...saya tidak bisa menjawab, hanya menaikkan alis dan bahu saja.


Bagian paling menonjol bila saya terlihat kurus terdapat pada bagian pipi saya. Tirus. Begitu singkat dan jelas. Bentuk badan? Aman. Begitu kata sahabat saya. Sahabat saya beberapa kali berseru, “enak yo Lus, awakmu.. mangan akeh gak mikir.. awak e sik pancet ae!” teman saya iri dengan bentuk badan saya yang aman dan jarang terlihat perubahan yang begitu signifikan bila saya makan tidak terkontrol. Teman baik saya yang lelaki itu juga pernah bilang, “kamu tirus banget. Kamu kurusan deh kayaknya.” Ah.. lucu juga. Disaat sekeliling saya banyak yang mengeluh ingin menurunkan berat badan, saya justru memendam kebingungan saya untuk menaikkan berat badan saya.


Saya pernah mengalami perubahan berat badan yang cukup mengejutkan. 2 kg dalam waktu 2 minggu. Selama 2 minggu itu saya beranikan diri mengkonsumsi jus alpukat malam hari, sebelum tidur. Pencernaan saya jadi lancar, dan berat badan saya meningkat. Itu terjadi ketika saya berada pada masa peralihan SMA menjelang mahasiswa. Masih belum puas, saya ngoyoh lagi, tapi tidak terjadi perubahan apapun. Mungkin karena tugastugas kuliah saya yang membuat saya sering begadang hingga pagi. Jadi meskipun saya makan porsi kuli ala kampus, tapi tetap saja tidak ada perubahan yang terjadi. Tetap seperti itu selama beberapa tahun.


Sunday, September 16, 2012

Trauma (?)


Siang itu saya berdiam diri tiduran di kamar. Diam saja. Tidak melakukan apapun. Saya tidak bernafsu makan, tidak bernafsu menonton tivi, membaca buku, online, menggambar atau apapun yang saya sukai. Saya mengingat sekelebat kejadian di detikdetik terkahir sebelum saya resign dari kantor gila itu. Lalu saya flash back perkataanperkataan bijak bapak dosen saya yang menjadi salah satu masukan untuk saya bertahan sementara di kantor itu. Lalu saya teringat kejadiankejadian lain yang membuat saya muak dengan Si Nyonya Bos yang menurut saya, temanteman dan juga para pendengar cerita saya adalah psycho. Ya, sejenis sakit jiwa. Dan saya teringat akan janji saya dan seorang teman baik di kantor saya untuk jadi lebih baik dan tidak melakukan hal yang sama di kantor berikutnya dan di tempat kerja manapun.

Saya ingat malam itu saya tak bisa tidur garagara kopi hangat pemberian teman kantor saya di depan minimarket tengah malam itu. Memikirkan keputusan dan segala resiko yang akan terjadi dan efeknya terhadap temanteman baik saya di kantor gila itu. Lalu saya tersentak, “ah, ngapain mikirin yang sudah terjadi? Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Hidup saya sekarang adalah pilihan saya. Resikonya saya yang terima, saya juga yang jalani. Lebih baik saya memikirkan masa depan saya saja.” Tapi ternyata, saya hanya diam saja dan tidak ada perubahan sedikit pun dalam hidup saya. Tidak mencari kerja lagi ataupun tidak melakukan apapun yang dapat menghasilkan untuk masa depan saya.

Saya benarbenar merenung siang itu. Apa yang saya inginkan? Mau seperti apa hidup saya nantinya?? Saya tidak bisa tinggal diam menunggu pangeran kaya raya untuk menopang hidup saya. Saya tidak bisa terusterusan bergelayutan di tangan orangtua saya. Saya harus bekerja. Tapi sisi lain diri saya tidak ingin bekerja ikut orang lagi. Ada apa dengan saya ini?? Kenapa saya tidak bergerak sedikitpun dari tempat nyaman saya?? Lalu kemana passion saya?? Hobi saya? Entahlah harus saya apakan mereka. Saya ini kenapa?? Lalu entah dari mana tibatiba muncul kata ‘trauma’ di pikiran saya.

Monday, September 3, 2012

My First Maccaroni Scottel

Saya sedang kalut seharian. Tapi saya tidak ingin terlalu terbawa. Waktu saya siasia bila saya terlalu terbawa. Saya bukabuka buku resep, lalu segera beranjak membeli bahanbahan, lalu segera membuatnya.

Maccaroni Scottel pertama buatan saya..
Taraaaaaa..............




Rasanya... Lumayan..
Resep saya dapatkan dari teman baik saya yang jago banget bikin kue..


Selanjutnya mau bikin apa lagi yaaa...?? Hmmm.....
:D

Friday, August 17, 2012

Wednesday, June 27, 2012

Kita dalam sketsa

Tidak. Kali ini untuk memulainya bukan dengan yang manismanis. Biasanya mereka memulainya dengan yang manismanis, happyhappy. Tapi kali ini tidak. Semua tidak semanis yang kamu bayangkan.

Memang benar. Sebuah hubungan tidak selalu dimulai dengan yang indahindah. Mereka bisa memulainya dari suatu masalah, kemudian ada rasa ingin saling melindungi dan memiliki.

Tapi aku tidak pernah membayangkan hal ini. Aku pun tidak pernah berharap semua seperti ini. Aku ingin memulainya dengan indah.

Kau pikir aku mau seperti ini? Aku pun tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa semuanya akan seperti ini. Semua yang kulihat, bayanganku, ada di dirimu, buyar seketika.

....

Ini baru permulaan. Kita tidak pernah tahu seperti apa nantinya kita, kecuali proses, cara kita menjalaninya, membawanya kepada yang indah atau yang sedih. Tidak apalah kita memulainya dengan yang tidak pernah kita harapkan. Semoga semuanya berakhir dgn indah.

Kau tau, dia bagai duri yang berbalut bunga yang semerbak.

Tak berbeda jauh denganmu. Dia pun bagai belati yang berbalut sutera. Ak pun tidak pernah menyangka aku akan menemuinya. Padahal aku jauh lebih mengenalmu.


Sunday, June 3, 2012

4+

it like whispered to me ... so slowly...

when you accompany me to a painting gallery event
when you help me for a task about sketches
when we talk and laugh about nothing
when you are worried me that not eat yet
when you bring me around the city
 when you say thank you for a nothing snack
when you ask me so much thing and let me tell you so much nothing to say
when you ask me for a first ice cream
when you know how i do love chocolate
when you bring me a blackforest at a stretch night

when you ask me about us and let me tell you about nothing
when you think that nothing and i think i left something
 when you ask me to find a shoes for your family
when you help me to finished my injured task all night long
when we hide from all peoples
when you ask me who am i for you
when you bring me an ice cream to support my great task for a semester
when you never forget to say happy birthday on time
when you pick me up on the train station that night
when we promised to those leather jacket
 when you are worrying about me to be carefull on the way home
when you told me you are selfish and dumb
when so much thing happened
when I know you are happy now
suddenly



when I started to heal those words:

wherever I'll fly, wherever I stand, in fact, I always come back to you. It's just, we'll never know, where do we stand.


I wish nothing but the best for you... :)







Monday, May 14, 2012

-

sepercik api jadi buai
segaris air melantun manja
terdiamku dalam kelam
termenungku atas remang

bersukasuka kita melangkah
selamat pagi kita bersua
selamat tidur kita terpisah
bagai tiada topang kepala
kita acuhkan kata mereka

kau dan aku melaju terlalu kencang
kita terlalu naif untuk bernaif dalam realita
kau dan aku terlalu senang pada andai
kita seperti terpuruk pada asa

ucapkan makna pada sebuah kata
maka arti adalah sebuah batas
sebut saja mereka merengkuh kita
sedang kita berlari bersama peluh

Sunday, May 6, 2012

Ampel Malam Ini

Malam ini saya baru pulang dari Ampel.
Ya. Ampel!
Mungkin terkesan 'kebangetan', lama tinggal di Kota Pahlawan ini, tapi gak pernah menjajaki daerah Kampung Arab, Ampel. Bukan tidak pernah, pernah, tapi dulu banget. Waktu saya masih kelas 6 SD. Sudah 10 tahun yang lalu. lama sekali. saya sudah hampir lupa.

Sedang sebal membaca buku yang meng-imingiming-i saya untuk pergi, seketika saya langsung pergi. Tanpa arah dan tujuan, siang tadi saya berkeliling kota Surabaya dengan mengendarai motor saya. Cuaca siang tadi mendung. Tapi saya tetap melaju.
Lelah di jalan, saya memutuskan untuk ke toko buku saja. Sudah memilih buku, perut saya lapar.
Saya memutuskan untuk kembali ke kost saya dulu, di ITS, hendak mengganggu temanteman yang sedang TA. hahaha...

Melihat mereka tidak sedang mengerjakan laporan, saya pikir saya ajak saja ke Ampel. Mereka menyambut bahagia. Saya pun tersenyum lebar. Dengan segera kami lajukan motor kami ke arah Surabaya Utara. Sebelum berangkat, temanteman meminjamkan saya jilbab dan memakaikannya. Tapi bukan berarti saya tidak bisa memakainya ya.. Tujuan menggunakan jilbab ini untuk menghormati budaya masyarakat Ampel yang kental dengan Islam, para wanita dianjurkan menggunakan Jilbab. Ada pula yang mengatakan, bagi para wanita yang tidak mengenakan jilbab, dilarang memasuki kawasan Makam Sunan Ampel. Tidak ingin mengambil resiko, saya memilih menggnakan jilbab yang ternyata membuat saya makin cantik! #eh


Friday, May 4, 2012

This Friday



"What a nice Friday! 
Just get your pain out, and let the tears fall down, so you can feel peaceful, girl! 
But don't forget, you are beautiful when you are smiling."





 Now Listening : Fergie - Big Girl Don't Cry

Thursday, April 26, 2012

Asmara Nusantara

Malam ini saya baru saja menemukan sebuah lagu yang begitu romantis..
entah mengapa bisa terasa begitu romantis..
tapi rasanya memang romantis di telinga saya!

Mari dengarkan ;)

berikut liriknya..

waktu itu kamu pakai baju merah
yang ku tahu aku pakai baju putih
kita bergandengan menyusuri kota
dan cinta kita seperti indonesia


walau kini kau ada di wakatobi
yang jelas-jelas aku di raja ampat
luasnya lautan memisahkan kita
oh indahnya bercinta di nusantara


kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
tak mudah didapat
perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
seperti pahlawan


kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
asmara kau dan aku di bumi khatulistiwa


kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
tak mudah didapat
perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
seperti pahlawan


kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
kita nyatakan saja pada mereka dengan sebuah lagu

kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
dimana kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
asmara kau dan aku di bumi yang indah di khatulistiwa


lagu ini milik Budi Doremi. Judulnya Asmara Nusantara.
Entah kenapa si Budi selalu bisa membuat lirik yang sederhana, kreatif namun menyenangkan untuk didengarkan. meskipun pasti banyak dari mereka mengatakan Budi Doremi itu...bla...bla..bla...
Bagus itu obyektif. tergantung penilaian setiap orang.
Saya bilang Budi Doremi ini asyik! hehe


Wednesday, April 11, 2012

Manis!



"loh... kok yang ini sih?? yang lantai bawahnya.... bukan yang inii... coba aku liat... nah... yang itu..." sambil senyumsenyum. "Wah, kamu salah layout ya sayang? hahahaha.... bikin lagi deh dari awal....hahaha..."

Ah, si nyonya bos ini yaa.... kan kemarin Miss bilang study room... selalu tagih study room..bukan home office, maam.... Gosh!! Saya ngakak gak berhenti... Temanteman juga ngakak. Ini karena otak saya atau karena kebanyakan proyek yah?? Entahlah... tapi saya tertawa lepas sore ini.

Sepulang kerja, ponsel saya ber'tungtingtungting' ria.






  

 

what a great night!!

You also can find the magazine here


 "Local people is your lonely planet"

 :)

Sunday, April 8, 2012

Marah Teman Saya

Pernahkah kamu menerima kemarahan dari teman baikmu?
Saya pernah.. baru saja.. kemarin..
Dia marah, saya disindir olehnya. Marah semarahmarahnya.
Saya dibentakbentak olehnya. Saya diam saja.
Dia menyindir saya. Saya diam saja.
Menurut dia saya salah, menurut saya ini pilihan saya.
Tapi dia begitu marah.
Saya tidak pernah dimarahi teman saya seperti ini sebelumnya.
Hingga dia mengeluarkan ultimatum pada saya agar tidak berteman lagi, dan tidak berhubungan lagi.
Tentu saja saya tidak mau, saya tidak ingin kehilangan seorang teman satupun. Tapi saya diam saja. Saya biarkan dia berbicara apa maunya.
Saya meminta maaf padanya.
Saya mual, karena saya sedang sakit kemarin.
Dia berbicara marahmarah panjang lebar pada saya.
Saya diam saja. Bukan karena saya kalah, saya hanya mengalah.
Karena saya tahu dia sendiri sedang dalam masalah.
Saya biarkan dia berbicara.
Bila dia sudah diam, maka saya meminta kesempatan padanya untuk berbicara.
Sulit memang menghadapi teman saya yang cukup emosional ini.
Tapi saya senang, teman saya jadi beragam. :)
Saya jadi belajar banyak hal dari temanteman baik saya.
Ketika emosinya sudah reda, maka saya utarakan maksud dan tujuan saya.

Saya menyayangi teman baik saya ini. Saya juga menyayangi temanteman saya lainnya.
Saya tahu tujuan kemarahannya adalah demi kebaikan kami, memang waktunya tidak tepat menurut dia.
Hingga saat ini saya masih merasa kemarahan teman saya kemarin.
Betapa hebatnya dia marah, membentakbentak saya. Terbawa ke dalam pikiran saya.
"Kau begitu marah padaku, maka maafkan ulahku yang menurutmu aku salah, tapi ini adalah pilihanku, aku masih menghormatimu dan dia"

Ah..teman, jagalah dirimu baikbaik disana.
Bahagiakan dirimu itu. Dirimu itu baik, bila kau mau menyayangi dirimu sendiri.
Hidupmu terlalu indah bila kau lewati dengan pikiranpikiran burukmu itu.
Kemarilah, bila tak ada yang mau mendengarmu, aku siap mendengarmu.
Kau hanya perlu tersenyum dalam kelammu.
Kamarmu terlalu suram untuk kau tinggali dengan resahmu.
Bukalah jendela kamarmu, sambutlah pagimu dengan senyum ikhlasmu.
Langkahkan kakimu tanpa beban, carilah alam yang menurutmu itu indah.
Kau sedang merindukanNya. Tapi kau tak pernah tahu itu.

Doa terbaik dariku di sini untukmu di sana.
Semoga Allah memberikan hidayah untukmu.
Agar kau tahu bahwa kamu terlalu baik untuk mengalami yang buruk.
Karena kamu begitu berharga!

Saturday, April 7, 2012

workaholic?

Minggu pertama di tempat kerja baru... Shocked!
Tapi tidak boleh shock juga, karena pekerjaan ini sudah terasa sejak kuliah. Bedanya, saya masih bisa ulurulur deadline dengan dosen, tapi kali ini saya harus bertanggung jawab dengan komitmen deadline. Siapsiap aja dengerin si nyonya bos itu berkoarkoar besok senin. Yes!

Hari pertama kerja, such a great welcome party.. mm.... no, it's not a welcome party seperti jaman ospek kuliah dulu. Ini semacam seuprit surprise untuk si nyonya bos yang ultah sabtu kemarin. White clothes dan Blue jeans tema hari itu. Look! we just get in to the home! Teman saya yang seminggu lebih dulu kerja di situ memberi tahu saya dan sang induk semang (teman saya yg juga kerja di situ) untuk memakai dresscode. Party dan fotofoto pun sudah. Feeling saya rada gak enak inih.. beneran.. ada deadline hari itu juga. Touch your soul of american style, Lusy... Adem panas badan saya! Oke, baiklah... hari pertama saya mbleset 1,5 jam dari jadwal pulang kerja.

Hari kedua kerja, si nyonya bos sering panggil saya, "Lusyy...gimanaa?? udah??" saya adalah anak buah teman saya, dia bilang, "revisi girl bedroom, boy bedroom juga". ah! this is the sense of art to doing this job! seems like no time to smile, even to breath! No, I'm breath! hehe
kata teman saya, "kamu serius banget, gak ngguyu blas!" hahaha... mana sempat?? ini deadline... Sorenya, asyikkk... si nyonya bos berkoarr...rraawwrrr...
saya pilih pulang tepat waktu untuk inhale-exhale yaa...tapi...... bawa kerjaan pulang!! sama aja kalee... --"

Hari ketiga kerja, gak usah tanya lagi saya ngapain, jelas kerja donk!! lembur deh, pulang jam 10 malam. hahaha... but wait, si nyonya bos nan gaul ini traktir kami makan!! rencana makan malam di luar batal karena hujan deras. malam itu kantor masih ramai pada lembur. pesanan makan datang, kami makan setelah sekretaris si nyonya bos yang juga baru masuk itu menyisipkan doa semoga cepet dapat jodoh untuk si nyonya bos. Amin si nyonya bos paling kenceng! nah loh...?
sesi makan diakhiri dengan foto pose chibi, si nyonya bos ikutan pose sambil teriak, "gilaaa... aku dua sembilan tahuuuunnn..." hahahahaaaa right pose in the wrong moment.. gak apa, miss... awet muda...hehe

hari keempat kerja (this is the end of this week), lemburr lagii sampe jam 10.30 malam. sedihnya, saya ngerjain sendirian, teman saya harus meeting ke Kota Malang. Rasanya pingin ditendang ke langit terus di lempar ke laut, begitu tau teman saya yang baru pulang dari Malang jam 10 malam itu bilang kalo dia punya library of american style motives!! hell!! saya njengking seketika di depan dia!! dia tertawa... puaasss??? saya adem panas ngerjain itu american style yg bikin perut saya mual sejak hari kedua kerja sampe saya nulis tulisan ini.

wah...long weekend iniii.... si nyonya bos pergi ke Bali sejak kemarin Kamis, entah untuk apa? mungkin meeting.. mungkin meeting dengann....mmm.... hahahaha....
long weekend untuk saya?? ngantorr sendirian!! this is nice long weekend, huh? yes, it is! amin..

kemaren tanggal merah, jam 10 siang malasmalas saya semangat berangkat ngantor, bekal ransel isi laptop, kaos oblong, celana pendek, dan sendal gunung. Kata si mbak yang masakannya enak itu, "mbak, kowe koyok anak ilang ae klambian ngono.." saya ketawa saja, saya nyaman memakainya. :P

Ini mengingatkan saya di tahuntahun terakhir saya mengerjakan proyek Tugas Akhir Kuliah dulu. Setiap hari berhadapan dengan laptop saya, pagi siang malam hingga pagi lagi. Muka saya tidak pernah terlihat berseri, selalu lecek. Ketika penat berkunjung, saya telpon bapak atau ibuk di rumah sekedar untuk minta didengar saja tangis saya. Ah, saya masih manja. Semangat dari temanteman dan sahabatsahabat saya juga tidak pernah putus.

Beberapa kali saya ditegur oleh kerabat dekat saya, "dek, kamu ini workaholic banget...istirahat dek..." ini bukan workaholic...ini kewajiban...hahaha

Lalu semalam, saya bertukar pesan dengan sahabat pena saya dari seberang pulau jauh sana. kata dia, "gilaaaaaa...... kamu workaholic, lus!!" hahahaa.... saya jadi tak asing lagi dengan sebutan itu... banyak sekali yang menyebut saya seperti itu, saya senyumsenyum saja. Kata sahabat saya dulu, "wes noonn...ojo tugas teruuss...ndang golek pacarr..." hahahaha....gemes deh pingin cubit pipinya sampe dowerr... :D

all the things that I learned is, This is your choice, this is what you want. So just enjoy your risk, because you will enjoy the results later. And I smile for these things... :)


sayangnya tidak ada kiriman es krim vinetta secara tibatiba seperti jaman kuliah Riset dulu... *blushing*


Wednesday, March 21, 2012

The Beginning


Good things come to those wait, but better things come to those who are patient… - Viera


Kabar baik ini datangnya dari kata 'sabar'. Meskipun dilema meng-ekor, tapi adanya kesempatan yang baik itu diberikan Allah untuk merubah takdir kita. Semuanya sudah suratanNya. Syukur yang tidak habishabis untukNya. Sekarang tinggal saya saja bagaimana mempertahankannya.

Dilema ini memang konyol, kelihatannya. Ketika saya sudah memutuskan sesuatu, nyatanya ada pilihan lain di depan mata. Dan pilihan ini 'nyata' adanya. Sudah pasti untuk saya namun saya masih men-dilema-kannya. Hahaha... Semuanya itu simple, hanya mindset kita saja yang membuatnya jadi nggak simple... *tsah*
Kata teman baik saya, ''everything happens for a good reason''. Jadi, memang Sang Kuasa lah yang merencanakan semuanya, dan tidak ada cela atau alasan buruk apapun dariNya. Well, memang benar adanya, victory need sacrifice. Dan dari sinilah semuanya akan di mulai, insyaAllah...

Oke. Kita lihat, seperti apa nanti kantor baru saya, dan saya harus bisa bertahan hingga 2 tahun kedepan... :)

Wednesday, March 7, 2012

Menang dari Diri Sendiri

Pulang kerja tadi saya merasa jenuh. Ya, j-e-n-u-h. Bosan tiada terkira. Berbicara dengan seorang teman mungkin mengobati perasaan saya. Ternyata tidak. Makan es krim kesukaan, ternyata juga tidak. Hingga akhirnya saya melihat sebuah tulisan yang membuat saya tersenyum kecut. Tulisan dari sebuah blog yang saya ikuti. Saya posting ulang disini ya...

***

Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya.


Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar, namun anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati. Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja.


Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.


Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.


Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing.


Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.


Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main.


Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.


Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah? Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya.


Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi, tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti.


Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat. Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja nomor 23.


Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami.


Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya tumbuh ini. Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah "Humor anak-anak" dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram kembali.


Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya. Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek.


Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.


Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggeris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.


Ketika pulang, jalanan macat dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio masing-masing.


Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga. Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun mengajar.


Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku. Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris.


Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu. Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan.


Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: “Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Dia pelan-pelan melanjutkan: “Ibu, aku tidak mau jadi pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan.” Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.


Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika. Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini.


Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.


Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik.


Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami?

***

Seharusnya saya tahu apa yang saya mau, lalu apa yang lebih baik saya lakukan. Karena ternyata memikirkannya saja itu tidak berguna. Lebih baik melakukan sesuatu. Yang sesuai dengan diinginkan lah minimal... Teman baik saya bilang, "setidaknya apa yang sudah kamu lakukan itu tidak siasia." Maka setidaknya bisa membuat saya tersenyum. Karena nyatanya bagi saya, "kemenangan adalah ketika kita berhasil melawan ketakutan dan kekhawatiran-kekhawatiran kita sendiri." Saya pernah memenangkannya, saat ini saya sedang kalah, dan harus memenangkannya lagi.

Saturday, February 25, 2012

Secangkir Kopi [senyum] Hangat




Tiga hari saya seperti underpressure. malam pertama, saya masih dibawah kontrol. Malam kedua, saya menangis sejadinya. Saya kira itu normal. Malam ketiga, saya lajukan motor saya dengan kecepatan... tidak usah disebutkan, menyanyi kencang dengan iringan dentuman musik dibalik earphone saya. Tiba di rumah, saya tersenyum lepas. Tuhan itu Maha Adil memang. Lelah saya terobati melihat sebungkus Kopi Bandrek asli Bandung, oleholeh dari sahabat tersayang membuat senyum saya kembali. Tanpa pikir panjang, saya menyeduhnya bersama Bapak dan Kakak saya. Kami bertiga memang penyuka kopi.

Kopi Bandrek hangat dari sahabat tersayang diseduh dalam cangkir tua milik embah bersama keluarga di rumah. Rasa kopi yang berpadu dengan aroma rempahrempah yang cukup kental, masih terdapat sedikit ampas rempahrempah yang menambah harum aroma rempahnya. Menghangatkan tubuh, melepaskan senyum! Mungkin hangatnya lebih pas ketika diseduh saat hujan ya.. hehehe...




Terima Kasih, Sahabat... :)



Monday, February 6, 2012

aku adalah aku

aku ingin seperti burung..
agar aku bisa membawamu terbang kemanapun
aku ingin seperti mentari
agar aku dapat menyinari setiap langkahmu
aku ingin seperti bulan
agar aku bisa menemanimu di kelamnya malam
aku ingin seperti embun pagi
agar aku dapat menyegarkan lengan jiwamu
aku ingin seperti batu karang
agar aku dapat melindungimu dari ganasnya kehidupan
aku ingin seperti selimut
agar aku dapat menghangatkanmu setiap saat
aku ingin seperti seorang pujangga
agar aku dapat membuat syair yang indah untukmu
tapi... aku lelah....aku ingin menjadi diriku sendiri
agar aku dapat mencintaimu sepenuh hati


___________________________

saya senyumsenyum sendiri baca tulisan ini. entah darimana saya bisa menulis katakata seperti itu. tidak tersemat tanggalnya disana. tapi saya ingat, saya sedang apa saat itu.
anyway, saya memang sedang bukabuka diary saya. ternyata banyak banget tulisan disana. hahaha
cinta.. saya masih belum tahu apa itu cinta. tapi saya lebih tak tahu lagi, kenapa ada cinta disana.
tapi ini bentuk penghargaan atas diri saya selama ini. itu saja. tidak lebih. :)

Sosok itu

Meskipun hati ini tak bersua
Meskipun langkah ini tak tertuju
Meskipun mata ini tak bertatap
Meskipun mulut ini tak berkata
Namun gundah ini tak akan pernah sirna

Meskipun kata ini tak tertulis
Meskipun detik t'lah berubah menjadi tahun
Meskipun raga ini membisu
Namun, kharismanya selalu datang mengingatkanku

Seiring dengan mentari pagi
Sehangat belaian samudera
Sewangi mawar berduri
Sekedip mata menyanyi
Sesongsong fajar menjemput
Sepejam mata terjemput mimpi
Setiap detik berjalan
dan
Setiap helai nafasku berhembus...
Sosoknya tak akan pernah pergi kemanapun dari sudut hati...




280707/17.11



Ah, apa kabar kau disana? semoga baikbaik saja. Kamu benarbenar sebuah pelajaran untukku. Karena darimulah aku memulai semuanya, dan darimulah aku mendapatkan pesan yang sangat berharga. Ku harap kau menjadi seseorang yang bermanfaat bagi kedua orang tuamu. Berhentilah kebutkebutan, aku juga sudah berhenti. Berhentilah mematamatai, aku juga sudah berhenti. Berhatihatilah di jalan, aku pun sedang berusaha. Jadilah anak baikbaik. Mandirilah. Karena kau pria. Semoga Tuhan selalu melindungimu. :)

Thursday, February 2, 2012

"victory need sacrifice"


........

"....mauny gak cpt2 ***... tp emak dan bapak ingin melihatku selese kuliah... pdhl mreka tak tahu kegalauanku... T_T"

".... ya org tua mana yg g pngn lyt anakny d wisuda, lbh cpt lbh baik kata mereka...
Setelah ngeliat ankny d wisuda, ortu mana yg g pngn lyt anaknya married... :P ..."

"... Waduh,ortumu pgn liat km merit ta ***??
Pere single tu agak sensi ngomongin yg merit2 gt.. #eaaa #curcol"

"... No way, rarely happen to boys, mostly to girls.. i know its going to be sensitive, thats why i mentioned it.. hehe"

"... yeah.. experience that can make me so stress!! Hahaha
he, resek! mau membangunkan macan tidur yah?? #halah
it feel so sick when daddy permit me to hiking as long as i'm go with my boy. And no one there.. hahaha
So, who is yours, ***? :D "

"Experience always cost something, though.. that phrase is the lil' bro of "victory need sacrifice" phrase..
In my case, it mean spent more than 4yrs in bachelor degree.. :-P (find an excuse..)
ahahaha.. no im not, but ur dad already did, he woke up the tiger. haha..
Plus, u got no time to go hiking now :-D
im a free man, n always be, haha..
at least till i get bored of it..
(kind a selfish n dumb)"

"syit.. hahahaha lol
look, holiday in a middle of a busy day gonna be something special, cuz we struggle to got it! Hehe #defending
i am a free woman, and you'll see! :P
#findanotherjob :D"

"When it gonna happen? or it just imaginary holiday?
Well, im always in the same place tryin to see
dunno girl, seems we both miss something..
U miss ur holiday..
May i know ur workplace's address?"

"No. It kind a decision, an appreciation, an enjoyment. Haha
yes. see and you'll feel it later
Yes.. I miss my holiday.. and u miss me.. looking for my workplace's address to find me.. ahahahaa :P
just kidding boy.."

"enjoyment.. haha, guess it'll come later
ya.. ya.. ya.. kurang lebihlah, mau kasih ga?"

"... Kurang lebih? lebih jg gapapa kok.. hahaha :P ...."

"lebih wez..
...."

........


30122011

Wednesday, February 1, 2012

Uang dan Rumah

Nyut..nyuuutt... begitu rasanya kepala saya siang ini. Siang ini mau tidak mau saya harus menghitung uang kas. Menghitung uang adalah hal yang paling saya tidak suka. Mmm, selain tidak suka, saya juga tidak berani. Tidak suka bukan berarti benci. Tidak suka, itu saja. Tapi bukan pula berarti saya tidak mau menghitung keuangan di rumah tangga saya nantinya, tapi menghitung keuangan yang ini memang benarbenar bukan keahlian saya.

Selisih duapuluhenamribu! Kepala saya nyutnyutan seketika. Periksa lagi, lagi, lagi, lagi dan lagi. Butuh 5 jam bagi saya untuk memeriksanya kembali. Seperti ada pencerahan, karena ada perubahan. Selisih mengalami perubahan. Dan jeng jeng jeng jeeeeennngggg...... selisih menjadi enampuluhsaturiburupiah!! Gila! Saya seperti orang kesetanan. Stres seketika. Ingin teriak, tapi percuma. Akutansi bukan dunia saya!

Pencerahan datang dari teman saya. Teman seperjuangan di kampus. Tapi dia paham akutansi. Baguslah. Saya akhirnya bisa kembali tersenyum bak orang gila seperti biasanya. Butuh waktu 30menit bagi saya untuk menghilangkan nyutnyutan di kepala saya.

Kabar 'baik' tiba. Tanpa tedeng alingaling, dengan senyum polos, melalui seberang telpon, request lembur pun datang. Oke, baiklah. Dan saya benarbenar gila seperti biasanya.

Ini hasil karya saya hari ini. Penggabungan dari memori permainan masa anakanak dengan keterbatasan imajinasi visual yang mulai berkarat dalam pena 3warna, plus saya sedang gila.


Semasa saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kakak saya mengajarkan saya membuat rumahrumahan dari selembar kertas origami dibantu cutter dan lem. Kurang lebih seperti ini. Tapi tentu tidak seramai ini 'dekorasi' nya. Tibatiba saja saya tadi ingin mengulang membuatnya. Saya tersenyum dan tertawa. Gila seperti biasanya. Begitu kata teman baik saya. :)


Oh, February.. Be nice to me, please...


 

Saturday, January 28, 2012

Hitam milik saya



Tibatiba saja tampilan blog saya berubah. Dari warna hitam pekat menjadi sangat berwarna seperti ini. Bukan karena imingiming atau sejenisnya, tapi lebih kepada bosan saja. Bosan itu saja. Bosan. Hitam, ada berbagai makna yang tersembunyi di balik warna hitam. Hitam itu bukan warna. Tapi banyak orang menyebutkan hitam itu warna.


Menurut Kobayashi, pada imageboard nya yang terkenal, sifat warna di bagi menjadi 4 kutub. Soft, warm, hard, dan cool. Warna hitam termasuk dalam kutub Hard dan sebagian pada kutub warm dan cool. Di setiap kutubnya memiliki berbagai macam sifat warna yang memberikan kesan masingmasing dari yang ditimbulkan. Kesan yang ditimbulkan pada warna makanan, warna pakaian, komposisi warna dalam lukisan maupun fotografi, komposisi warna dalam interior, dan sebagainya dan sebagainya.

Color chart - Kobayashi (1996)


Bila dilihat dari colorchart di atas, warna hitam memiliki sifat gorgeous, dynamic, provocative, vibrant, luxurious, wild, masculine, sharp, straight, formal, modern bahkan chic. Namun, sebagian orang menilai bahwa warna hitam memberikan kesan gelap, kusam, kelam, gothic, bahkan emo. Menurut saya, warna hitam itu misterius, karena ia dapat memberikan banyak makna di berbagai kondisi. Seperti pada desain interior, warna hitam memberikan kesan netral, minimalis, elegan, luxurious, anggun, dan juga formal. Kemudian secara dinamis, warna hitam bisa bersatu dengan warna apapun dan ia akan memiliki kesan dan makna yang berbedabeda di setiap perpaduannya.

 Hitam. Ya saya penyuka warna hitam. Saya pikir temanteman saya sudah banyak tahu itu. Namun bukan berarti hidup saya hitam, kelam, kusam, gothic, emo. Tunggu. Gothic merupakan karakter style arsitektur yang cukup terkenal pada masa Renaissance sebelum style Classic berjaya. Entah bagaimana mulanya, nama gothic bisa menjadi style fashion dalam make-up. Warna gothic dalam arsitektur  selain hitam juga ada abuabu dan krem, ngeblok, seperti itulah kurang lebih. Kemudian Emo. Saya juga masih bingung darimana kata emo ini muncul. Ada yang bilang Emo merupakan kependekan dari kata EMOsional dan banyak remaja masa kini menggunakan kata EMO sebagai style fashion mereka. Entahlah. Baiklah kembali lagi. Saya penyuka warna hitam dalam halhal tertentu. Nyatanya saya cenderung memilih warnawarna "warm" dengan karakter casual, dynamic, flamboyant, bahkan warna etnik dalam desain interior dan fashion daripada minimalis atau modern.

Style Gothic pada arsitektur dan interior

rame kan? warnawarni!! :D


Teman saya pernah gemes melihat saya selalu memilih warna hitam dalam sebuah pilihan. Lalu suatu ketika saya beralih memilih warna cokelat ketika saya memilih suatu barang bersama dia. "Tumben cokelat? Biasanya hitam", begitu katanya. "Yah, lebih mending lah ada warnanya daripada hitam terus. Tapi tetep, lempenglempeng aja." Hahaha.. baiklah...
Bukan berarti saya penyuka hitam lalu semuanya serba hitam atau cokelat lalu semuanya serba cokelat. Tidak. Dalam hal tertentu saya memilih warnawarna tersebut. Warna tersebut netral. Lalu bisa saya padupadankan dengan warnawarna lain yang berwarnawarni. Itu maksud saya.

Warna blog saya yang lalu berwarna hitam itu juga bukan berarti saya kelam, misterius, kusam, galau (istilah ini benarbenar musim saat ini), suram. Saya hanya sedang bosan saja dengan warna hitam. Kata penikmat desain dan seni, karya visual bila diletakkan/dimonting dengan frame warna hitam, bisa memberikan efek dramatis. Mungkin beberapa sependapat, mungkin beberapa yang lainnya tidak. Tapi saya sependapat. Setiap karya saya bila di frame berwarna hitam berasa dramatis (apalagi kalo dosen saya memberi nilai A+, begitu amat sangat dramatis! Hahahaha). Jangan bicara soal nilai dalam karya seni. Semuanya subjektif! Tidak ada bagus tidak ada jelek. Tergantung mata memandang.

Jadi, kalau blog saya berwarna hitam, bukan berarti saya kelam. Blog boleh hitam, tapi hidup tetap berwarna. Rasarasanya warna ini hanya sementara. Saya agak sakit mata melihatnya. Tapi konyol memang, saya suka saja. So, selamat menikmati warna kesukaanmu.. :)


Friday, January 27, 2012

Omong Kosong

Bukan.. Bukan tentang cerita cinta. Saya belum pernah menemukan cinta. Yang saya tahu tidak ada cinta di dunia ini, selain cinta padaNya.

Suatu ketika saya sedang mengerjakan suatu pekerjaan, tibatiba rasa bosan datang menggerogoti otak saya. Ya, tibatiba saja. Rasa bosan yang tibatiba datang ketika saya sedang serius itu menyebalkan. Selalu mengganggu harihari indah saya. Agar hari indah itu kembali, saya memilih untuk memikirkan yang indahindah saja. Atau saya memilih tertawa.

Memikirkan yang indahindah itu bermacammacam. Lalu saya memilih memulai dengan intipintip blog temanteman untuk dibaca. Tentu baca blog teman ketika bapak menejer yg terhormat tidak ada di tempat. Makan gaji buta? Katakan saja ya, lalu Anda juga akan mencari kesempatan yang sama ketika merasakan yang saya alami. Kembali lagi. Ketika blog itu terasa menyesakkan perasaan saya, saya memilih intip blog yang lainnya. Banyak peer untuk menikmati blogblog yang menampilkan videovideo gila! Gila aja, video dibikin dari ribuan foto selama sejam. Saya lebih memilih melanjutkan perjalanan, mungkin. Tapi hasil videonya begitu ciamik! Cukup membuat saya iri karena tidak mempunyai kemampuan seperti itu. Ah, jadi merindukan jalanjalan.

Ya, akhirnya pikiran saya beralih merencanakan perjalanan yang selanjutnya. Merencanakan itu menggunakan pikiran. Pikiran itu menggunakan perkiraan juga. Itu berarti saya berkhayal. Seperti yang sudahsudah, saya hanya berkhayal. Karena pada kenyataannya, saya harus menahan niat saya untuk berjalanjalan. Sedih memang, tapi masih ada kewajiban yang harus saya kerjakan.

Saya ingat suasana rumah yang kacaubalau. Sudah 3 bulan. Manis di luar, asam di dalam. Tidak, ini bukan tentang lagu pop 90an -madu dan racun. Ah, menata rumah itu butuh berpikir dan banyak perhitungan, berpikir itu tidak untuk kepentingan sendiri, tapi banyak pihak, penghuni rumah lainnya. Mungkin saya sudah penat, hingga sesekali saya memilih mendengarkan musik, ato menulis, ato bahkan menggambar sambil menahan diri untuk tidak mencari pensil warna.

Menggambar itu butuh kreativitas. Ah, terlalu berat bila membahas kreativitas. Berat karena kreativitas saya seperti di belenggu. Saya sendiri hampir mati kutu berhadapan dengan excel, tidak tahu apaapa, sedangkan saya lebih berminat menarik garis atau menggoreskan cat air meskipun tidak ahli. Ideide segar itu diperlukan untuk keberlangsungan kesehatan otak saya.

Menggambar, menulis, menari, merajut, dll utk mengisi waktu saya. Mmm, otak saya yang mulai berkarat. Berkarat memikirkan banyak hal. Berpikir saja, tidak ada yang dijalankan, itu semacam omong kosong, kata bule, "Bullshit". Memang butuh proses, tapi nyatanya yang tau kemajuan proses itu hanya diri saya. Jadi rindu masamasa kuliah yang tidak pernah berhenti mengerjakan tugas. Sampah serapah bermunculan dari mulut. Namanya sumpah serapah tak seindah lagu Farid Harja, "ooouwoooo aku rindu...katakan padanya, aku rinduu... Oh, buruung.. nyanyikanlah....katakan padanya aku rinduuu..."

Bicara rindu, rindu itu saya pernah ingin sampaikan pada sesorang. Tapi saya urungkan. Niat saya memberikannya syal hangat agar bisa menemani menghangatkan tubuhnya ketika di perjalanan juga saya urungkan. Pikiran saya pendek, sependek poni rambut saya yang membuat muka saya terlihat aneh -padahal sudah adanya begitu memang aneh- seperti kuku jari manis kiri saya yang lebih pendek dari jari manis kanan. Rindu ini lebih pantas saya sampaikan pada yang layak mendapatkannya. Tapi bukan anak tante 'macam itu' yang berniat mengajak ibu saya menjadi besan. Lebih padanya yang mau menemani saya menumpahkan ide gila saya. Maaf tante, saya yakin tante tau saya sedang menulis apa.

Saya pernah punya ide gila ketika musim FIFA World Cup 2010, musim lagu Wafin Flag. Lukis wajah kami, lalu kami akan meneriakkan Wavin Flag di perempatan kota. Berlari dan mengibarkan bendera kedamaian, kami kibarkan juga semangat keadilan. Halah! Yah, memang ide gila yang terlaksana di khayalan saja, tapi saya masih penasaran rasanya mengamen di taman kota. Atau mungkin kembali menari melakukan pacakgulu. Hahaha, terlalu banyak yang ada di khayalan saya. Saya rasa itu wajar, karena to be different is to be out of the box. Dan to be different saya ini baru sebatas khayalan saja. To be out of the box? Yah, saya memang beruntung, Tuhan memberi saya otak yang bisa gila dan bisa normal. Jadi saya tidak perlu melankolis terhadap benangbenang rajut untuk syal yang tak bertuan itu. Masih banyak hal yg bisa saya lakukan selain jalanjalan. Jalanjalan menjelajahi blog nya. Ah, itu nyesek, bodoh! Pikirkanlah yang indahindah. Yang indah hanya satu ternyata, Indonesia itu indah. Dan 'kamu' jg indah. Hahaha

Baiklah sobat, saya belum memerlukan pendamping untuk kukatai bahwa kau indah. Belum perlu pendamping untuk to be different. Dan untuk 'kamu', tidak perlu bersusahsusah menyelami hati saya, saya masih brengsek. Seperti saya yang laulalu, saya masih congkak. Biarlah. Biarkan saja mereka bermainmain dengan otak saya. Tapi mereka tidak perlu bersusahsusah mengintimidasi saya. Seperti rumah saya yang kacaubalau. Tenang saja. Dan biarkan ''look at my BRAin, not my BRA'' itu muncul. Terkesan seronok memang. Tapi katakata itu muncul begitu saja. Ternyata pikiran saya sedang bermainmain mengintimidasi pikiran saya sendiri. Ya, seperti kata "ada PENDEK dalam PENDEKatan, lalu untuk apa berlamalama?" Hahaha gak nyambung memang. Tapi nyatanya saya menikmati masa itu, bodoh? Ya begitulah adanya. Bukan bodoh, tapi terlalu polos. Ah, saya bukan perempuan lugu, bukan LUcu-GUoblok tentunya. Saya kadang terlalu dewasa, mendewakan sesuatu yang tidak perlu. Saya memang polos? Saya sudah dewasa? pikirkan saja lagi.

Seperti saat ini, yang tidak perlu itu nyatanya selalu eksis, "penting gak penting yang penting penting penting banget", lalu saya sadar, saya ini menulis apaan...

Tuesday, January 24, 2012

"thousand reason to stay"




Kepadanya-lah Rindu itu kusampaikan
Kepadanya-lah senyum ini kupersembahkan







Kepadamu yang sedang berjuang di negeri Renaissance lahir,
masih ada sejuta peluk hangat untukmu di sini
Aku yang akan menjemputmu
atau kau yang akan pulang
Mimpi kita yang dulu masih menunggu untuk dijamah






Masih tersisa jutaan rindu di sini
untukmu semua.. yang ada di Tanah Pertiwi...






*sedang memutar : mocca - on the night like this*

Wednesday, January 18, 2012

Smile!!

Beberapa hari yang lalu saya ubegubeg file di laptop saya. Lihat satu folder yang isinya tentang beberapa file mentahan, hasil scan, fotofoto jaman SMA. Pas itu saya masih bermainmain dengan PC berkekuatan Pentium 2 yang maksa pake corel 11. Kekuatannya superb! Superb lemotnya! Haha..
Eh, saya nemu satu gambar scan. Ini dulu saya gambar pas SMP kelas 3. Saat itu saya belum tahu cara menyimpan karya dengan menyematkan tanggal dan waktunya di sudut karya. Tapi saya sangat ingat betul, konsep awal gambar ini dibuat untuk apa. :)


Well, lihat saja nanti, ini gambar mau saya jadikan apa. :))

Thursday, January 12, 2012

Kepada Si Pembuat Sakit Hati...

Tuhan memang Maha Kuasa.. Ia lah yang berhak membolakbalikkan hati manusia.
seperti saya saat ini, Tuhan begitu paham, hati saya mudah dibolakbalikkan, maka Ia membuat hati saya aduhai.. galau nian.. hahaha

Perasaan ini seperti sebal, kecewa superb! saya merasa saya manusia terbodoh di dunia. ya, kita memang berhak merasa diintimidasi suatu waktu, tapi tidak untuk seterusnya. Bila saya ingat hati ini terasa dipermainkan oleh waktu, maka serasa menciut nyali saya. saya merasa seperti terpuruk.

Masalah itu memang selalu datang, tapi masalah datang agar kita belajar. Ketika saya merasa dihakimi oleh asmara, tibatiba masalah keuangan tidak mau kalah eksis. Lalu si psikis mulai mendaftar. Kemudian keluarga seperti bukan tempat yang tepat untuk berpulang. Sepertinya saya butuh kertas untuk menumpahkan cat poster saya yang mulai mengering.

Ketika saya butuh tersenyum, atau bahkan tertawa, tidak ada seorang pun yang mampu menolong saya. Bukan orang lain, bahkan diri saya sendiri saja tak mampu. Saya bisa tertawa puas, tapi bisa jadi itu palsu. Ketika saya merasa dibodohkan oleh perasaan, maka otak saya tidak berhenti bekerja. Bekerja mencari sesuatu yang membuat saya bodoh, sekaligus mencari kesibukan baru. Sok sibuk. Ya, saya pemikir.

Hati saya sakit, otak saya ikut sakit, badan saya juga sakit, saya terseokseok saat berjalan. Saya ingin menyuarakan, tapi pita suara saya tidak bekerja. Bahkan saya juga tidak mampu mengatakan kepada si pembuat sakit hati. Hanya ingin bilang,
"Saya sakit hati karena ulahmu"
itu saja. Tapi apakah dia punya hati, bahkan untuk membaca tulisan ini? Karena saya tahu si pembuat sakit hati tidak akan mau mendengarkan saya. Atau mungkin ketika melihat nama saya di inbox ponselnya mungkin ia sudah langsung menghapus tanpa membaca bahkan membuka pesannya. Melihat nama saya di layar panggilan ponselnya bisa jadi dia memilih tombol merah. Saya jengkel, saya marah, saya kecewa, saya dibodohi. Tapi apa pedulinya? Karena dia tidak punya hati? kalau dia punya hati, maka dia akan memperbaiki hati saya dengan cara baikbaik dan hatihati tentunya. Toh dia pasti menikmati hariharinya dengan 'saya' yang lainnya tanpa mempedulikan hati saya.

Ah, saya terlalu panjang menulis yang beginian. Tidak bisa bersuara, tapi jari saya hanya bisa menari diatas tuts keyboard saja.
Seperti perang dalam tulisan.
Abaikan saja. Tidak penting, seperti saya kok.

Tuhan yang Maha Kuasa tahu, kalau saya ingin si pembuat sakit hati tahu bahwa saya sakit hati, saya juga tahu kalau Tuhan tahu saya ingin Tuhan menyampaikan rasa sakit hati saya ini kepada si pembuat sakit hati dengan caraNya yang indah...

Allahualam...

ps: kata teman saya, mungkin saya sedang PMS :O

Monday, January 9, 2012

Ruang kotak kecil hangat

Ruang kotak kecil ini terasa dingin, tak sehangat biasanya..

Isilah kotak itu dengan satu hal lagi..

Tidak bisa. Ia terasa dingin, karena ia tahu, aku akan meninggalkannya

Ia menggigil, hawanya terasa pucat pasi, sedikit terlihat sesekali tetesan air, yang entah apakah itu karena embun, tetesan hujan, ataukah ada hal lain,.

Ia mengembun karena hujan turun, menyambut malam tanpa bintang, pucat pasi karena bersih. Bahkan tempatku merebahkan diri pun tak menolong..

Adakah dia juga merasa apa yg kamu rasakan malam ini, dan tahukah kamu bahwa kotak itu telah menapaki jejak waktu yang begitu panjang bersama mu, lalu tiba-tiba saja kau putuskan untuk enyah. Merasa kah kau betapa bergetar luruh dirinya..?

Ia bicara dalam diamnya. Ia melihat dalam bisunya. Ia tahu apa yang menjadi hidupku. Dan aku tahu ia akan begitu seterusnya hingga waktunya tiba. Ia akan hidup melihat dan mendengar bersamaku yang lainnya..

Dan, tulislah sebait kata di sudut-sudut nya.

"I'll never forget u, we've spent much time together, always love you ever after"

your dearest one
"Aloysia"

Sudah kutinggalkan goresan pensil sesosok wajah, berbagai jenis perekat, segala rasa sayang. Biarkan aku yang baru menikmati apa adanya. Karena keculasan si penakluk bisa menghapus segalanya. Biarkan ia terekam dalam memori rasa, tergambar dalam guratan digital :)
aku memang melukainya. Meninggalkan banyak lubang ditubuhnya. Tp aku tahu, ia lebih tau, bahwa aku menyayanginya..

‎.. betapa dalam sekali rasa itu, hingga aku seolah ikut merasakannya,.

Surabaya070112







Dia tak rapi, tapi dia tau apa yang sudah menjadi diri saya dua tahun lebih ini.. Dia dan temanteman saya, tau apa yang sudah saya perbuat selama ini. Tapi dia lebih tau saya selama ini daripada mereka. Ia bernafas, melihat saya tersenyum, mendengar saya menangis, merasakan saya berbicara dalam udara, bersabar merasakan hentakan kaki saya, ia menghangatkan harihari saya. Ah, terlalu banyak kenangan, tapi saya tidak bisa diam saja seperti dirinya, saya harus bergerak. Terima kasih untuk semuanya.