Tuesday, December 2, 2014

Potong Poni Dewe

Selamat soreee
Selamat jalan headache...

Seharian di kost dengan ditemani sakit kepala yang luar biasa itu rasanya...... huft banget.
Bolos kuliah karena sakit kepala. Demi dapat mengejar tugas UAS yang akan datang, saya merelakan diri utk istirahat total. Sakit kepala yang luar biasa tak tertahankan.
Semakin siang sakit kepala tak kunjung pergi mesti kepala sudah mengistirahatkan otak setelah 3 malam begadang demi tugas presentasi yang akhirnya dicela tanpa pertimbangan di depan temanteman sekelas.

Bukan hanya saya yang merasakan itu, temanteman yang lain juga merasakan hal yang sama.
Bapak dosen yang terhormat mencela tugas kami tanpa mendengarkan atau bahkan memperhatikan terlebih dahulu apa yg telah kami presentasikan. Ah.. si Bapak... yang bener aja Pak.. jadi jangan salahkan kami bila hasil kuesioner akademik tiap akhir semester untuk bapak ternyata membuahkan hasil buruk ya Pak.. Maaf, lho Pak.. kami sudah membayar mahal semester ini utk mendengarkan celaan Bapak terhadap kami.. tak ada apresiasi sedikit pun, bahkan kata yang lebih manis utk didengar.. Trimakasih lhoh Pak.. huft!

Sudahlah abaikan si Bapak yang ngeselin itu.
Siang ini setelah sepanjang pagi saya tidur, saya membeli makan dan obat. Iya, saya menyerah pada keadaan sakit kepala ini, saya segera membeli obat, yang sama artinya dengan saya membunuh tubuh saya perlahanlahan. Lhah, mau gimana lagi.. saya sudah ndak kuat, sudah kebelet baca artikel buat tugas yang lainnya. Setalah makan siang dan minum obat, saya memilih rebahan dengan membaca buku psikologi bebas.

Source by google
Bukunya cukup menarik, meski sedikit sakit mata karena banyak halaman menggunakan warna merah genjreng! tetapi cukup membuat pembacanya atraktif untuk berpikir lebih baik untuk dirinya sendiri.
Ngapain saya baca buku itu?? karena otak saya sedang bermasalah dan saya tak punya cukup uang untuk membayar psikolog. HAHAHAHA.. bukan itu juga sih masalahnya.. banyak aja gitu.

Alihalih membaca buku, saya memilih tiduran. Lalu membuat puding stroberi yang masih nangkring cantik di kulkas. jadi ya saya belum mau mempotonya untuk dipamerkan disini..

Saya baru ingat, semalam saya tidur mimpi aneh. Saya mimpi mandi. Ngaaaps??? kaga tau sist!
Silahkan saja googling apa arti mimpi A, mimpi B, mimpi C dsb dsb dsb.
Demi yang katanya orang buang sial, saya gak mampu untuk potong rambut saya ke salon. Akhirnya saya memilih potong poni sajalah. Potong poni sendiri. Setelah keramas, saya ke kamar menyiapkan cermin, sisir dan gunting. Dan jadilah saya memotong poni saya. Yang awalnya saya tidak memiliki poni setelah potong rambut terakhir, kini jadi memiliki poni. Hasilnya?? Gak bagus kok. Biasa aja. But it feel better when I think I'm cool then not at all. Hahahahaha...!

 

Gak banyak yang dipotong, tapi cukup signifikan hasilnya! *halah*
Semacam hasil data yang signifikan dengan menggunakan p-value >.05
HASTAGAH! 
Plis laahh... ini cuma tulisan bebas di blog. bukan hasil penelitian.. RRrrrrrhhhh.....

Melalui bbm (blekberimesenjer ya ini.. bukan bahan bakar minyak), saya langsung cerita ke sahabat saya, cukup satu kata darinya: "syempeelll"
alias sempel, alias gila!
diikuti dengan komentar : mungkin dengan potong di poni otak di jidat bisa lebih kebuka gitu kali ya :D
ini hipotesis darimanaaah???
*halah hipotesis!*
Yang ada malah jidat ketutup poni mulu kalee.. bukan makin kebukaa

Selalu ada cara untuk membahagiakan diri kita sendiri kan?
Sahabat saya tahu, saya sedang stress. Dan bagian dari buku yang baru saja saya baca tadi memberikan quotes yang cukup memotivasi saya.


Saya ingin membeli baju baru, tapi tak mampu membeli karena tak ada uang sepeser pun.
Maka saya pikir, saya memilih memotong rambut saya sebagian agar setiap kali saya bercermin saya berpikir, this is cool! and I am cool of this!

Haha.. tak apalah ya narsis dikit. Weits, tapi ini bukan narsis loh yaa.. ini hanya sebuah motivasi! hehehe
Apa? ingin tahu hasil poninya??
PM ya sist...
Sori kebanyakan baca online shop di instagram. Hweheheheheeee


Ada harapanharapan baik untuk membuang keburukankeburukan di setiap helainya

*Ceritanya, tulisan itu tuh quotes hari ini setelah potong poni.. hehehehe
tapi berasa kayak iklan susu deh bacanya. biarin lah! hehehe




Semoga dengan selesainya tulisan apasih hari ini, bisa menjadi moodbooster untuk membaca artikelartikel, dan menghilangkan sisasisa sakit kepala.. amin!








Saturday, November 29, 2014

cermin dan skenario

Entah sadar atau tidak, ternyata saya suka bercermin.
"jangan seringsering bercermin, nanti cantiknya ilang dihisap cerminnya". Beneran deh ini mitos darimana saya juga gak tau. Beneran gak masuk akal, tapi lucu.
Gak usah dihisep cermin, gue emang gak cantek kalee.. kalo cermin bisa ngisep (kayak vampir aja), cermin juga gak mau ngisep 'kecantikan' gue.. hahaha..

Entah sejak kapan saya suka bercermin. Tapi harus saya akui, saya suka.
Sepertinya tidak seorang pun teman saya tahu kalo saya suka bercermin.
Karena setiap kali kami bercermin barengbareng, misal di toilet bioskop, mall, atau entah dimana pokoknya yg barengbareng, saya paling cepat bercermin.
Tapi saya paling lama bercermin kalo saya sendirian. Karena saya cukup melihat wajah saya seoranglah yang paling cantik di cermin. hahahaha
Berasa kayak dongeng putri salju nih.

Saya menikmati lama bercermin, bukan untuk melihat kecantikan saya *halah*. Tapi saya menikmati berbicara di depan cermin. Berbicara sendiri di depan cermin. Berhadapan dengan cermin.
Saya cukup membayangkan dengan siapa saya bertatap, lalu skenario pembicaraan saya buat sendiri, mengikuti karakter siapa orang dibayangan saya, dan cerita saya mengalir begitu saja.

Cermin seperti sahabat sejati saya. Bila sahabat saya tak ada yang bisa diandalkan untuk berbagi, atau tak ada waktu untuk saya, maka saya berbagi dengan cermin. Saya marah, senang, gundah, sedih, dan sebagainya, saya menikmati bercengkrama dengan cermin. Cermin seperti mendengarkan apa isi hati saya, ia seperti tau apa yang saya rasakan.

Saya orang yang suka berimajinasi. Temanteman saya kadang tak habis pikir dengan jalan pikiran saya yang liar entah kemana, jauh dari bayangan biasa. Berimajinasi memang menyenangkan, tapi ketika kamu kembali dari dunia jin itu, realita tak semanis yang kita bayangkan. Ough! sakit..
hahaha rasain deh..

Hei Cermin. Sayang yah, kamu gak punya tangan dan kaki agar aku bisa mengajakmu kemanapun pergi, dan selalu siap mendengarkan ceritaku. Akan lebih menyenangkan lagi bila ternyata kamu bisa menanggapi segala ocehanku. Karena gak ada seorangpun yang bisa kuandalakan lagi selain diriku sendiri. Tapi kamu benarbenar teman yang baik buatku.
Ah.. tapi lebih baik seperti itu. Diam, tak ada kaki tak ada tangan, tak dapat berbicara. Cukup mendengarkanku saja. Seperti itu sajalah kamu, agar aku bisa selalu bersahabat dengan cermin dimanapun berada. Hehehehe...

Iya tau, sekarang banyak cermin saku yang bisa dibawa kemanamana. Tapi itu tidak akan berlaku untuk saya. Saya lebih menikmati cermin sendirian di ruangan saya. Kecil pun tak apa, besar akan lebih baik. hihihihiii...

"Woi! digarap tugase!" kata cermin.

Iya, aku tau kamu selalu bilang begitu bila aku gundah gulana dan mengadu padamu.
Duh, cermin... Hahahahahaaa






Thursday, November 6, 2014

Bismillahirrohmanirrohiim..

Tulisan ini hanya untuk renungan saja, bagi siapapun yang membacanya.
Terutama untuk penulisnya, saya.


Tiga hari yang lalu, sebuah pembicaraan dgn seorang teman baik di tengahtengah kuliah umum. Ia menyampaikan pada saya apa yang pernah disampaikan oleh guru mengajinya dulu.

"Intisari dari dunia itu ada di dalam Al-Quran.
Intisari dari Al-Quran itu ada pada Surat Al-Fatihah.
Intisari dari Surat Al-Fatihah itu ada pada kata Bismillahirrohmanirrohim

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  )
Sedangkan intisari dari kata Bismillahirrohaminrrohim ada pada huruf pertama, Ba ( ب ).
Dan intisari kata Ba terdapat pada titiknya."


Saya termenung mendengarnya.
Sebuah titik yang memiliki makna penting. Saya masih belum paham maknanya.

Pembicaraan ini dimulai ketika dalam diskusi perkuliahan tersebut sedang membahas hilangnya mata kuliah Kesenian Islam yang sebenarnya sangat penting dan sangat berkaitan dengan perkembangan dunia seni saat ini.

Postingan ini saya buat tanpa ada tendensi apapun, apalagi mengenai SARA.